Cite This        Tampung        Export Record
Judul ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI METODE PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN / Theresa Pitma Gultom
Pengarang Theresa Pitma Gultom
Riani Bakri
Penerbitan Jatinangor : Insititut Peemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 15 :Ilus
Subjek Pemberdayaan Masyarakat
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Di Kecamatan Medan Amplas, yang berada pada kuadran IV dengan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rendah dibandingkan kecamatan lain di Kota Medan, pengembangan keterampilan wirausaha menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ekonomi dan membuka peluang kerja baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan peningkatan keterampilan wirausaha di Kecamatan Medan Amplas, mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi pelaksanaannya, serta mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Delapan informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 1 Camat Medan Amplas, 1 Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, 1 instruktur pelatihan, dan 5 peserta pelatihan. Informan-informan ini dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dan pemahaman komprehensif mereka terhadap implementasi program pelatihan kewirausahaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan di Kecamatan Medan Amplas menghadapi hambatan berupa pola pendapatan yang fluktuatif, pengelolaan keuangan yang dipengaruhi norma sosial-budaya, trauma dari pengalaman kegagalan sebelumnya, keterbatasan keterampilan teknis, dan rendahnya standar kualitas produk. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut meliputi diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan nilai tambah produk, pelatihan penetapan harga dan strategi dagang, bantuan modal, serta introduksi teknologi tepat guna. Kesimpulan: Untuk memutus lingkaran kemiskinan, diperlukan pendekatan holistik yang tidak hanya menyentuh aspek teknis kewirausahaan, tetapi juga memperhatikan dimensi sosialbudaya, psikologis, dan struktural yang mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai dinas terkait serta akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau diperlukan untuk memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Amplas. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Keterampilan Wirausaha, Kemiskinan
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24161

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06522/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191847
005 20260115094131
035 # # $a 0010-0126000292
082 # # $a 307.109 598 121 1
084 # # $a 307.109 598 121 1 THE a
100 0 # $a Theresa Pitma Gultom
245 1 # $a ANALISIS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI METODE PELATIHAN PENINGKATAN KETERAMPILAN WIRAUSAHA KECAMATAN MEDAN AMPLAS KOTA MEDAN /$c Theresa Pitma Gultom
260 # # $a Jatinangor :$b Insititut Peemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 15 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan masyarakat merupakan pendekatan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi. Di Kecamatan Medan Amplas, yang berada pada kuadran IV dengan pendapatan dan pengeluaran konsumsi rendah dibandingkan kecamatan lain di Kota Medan, pengembangan keterampilan wirausaha menjadi kunci untuk mengatasi tantangan ekonomi dan membuka peluang kerja baru. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan peningkatan keterampilan wirausaha di Kecamatan Medan Amplas, mengidentifikasi hambatan yang mempengaruhi pelaksanaannya, serta mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Delapan informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 1 Camat Medan Amplas, 1 Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat, 1 instruktur pelatihan, dan 5 peserta pelatihan. Informan-informan ini dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dan pemahaman komprehensif mereka terhadap implementasi program pelatihan kewirausahaan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dengan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan kewirausahaan di Kecamatan Medan Amplas menghadapi hambatan berupa pola pendapatan yang fluktuatif, pengelolaan keuangan yang dipengaruhi norma sosial-budaya, trauma dari pengalaman kegagalan sebelumnya, keterbatasan keterampilan teknis, dan rendahnya standar kualitas produk. Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut meliputi diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan nilai tambah produk, pelatihan penetapan harga dan strategi dagang, bantuan modal, serta introduksi teknologi tepat guna. Kesimpulan: Untuk memutus lingkaran kemiskinan, diperlukan pendekatan holistik yang tidak hanya menyentuh aspek teknis kewirausahaan, tetapi juga memperhatikan dimensi sosialbudaya, psikologis, dan struktural yang mempengaruhi kehidupan ekonomi masyarakat. Program pemberdayaan yang terintegrasi dengan melibatkan berbagai dinas terkait serta akses permodalan yang lebih mudah dan terjangkau diperlukan untuk memaksimalkan dampak positif bagi masyarakat di Kecamatan Medan Amplas. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Pelatihan Keterampilan Wirausaha, Kemiskinan
650 # 4 $a Pemberdayaan Masyarakat
700 0 # $a Riani Bakri
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24161
Content Unduh katalog