Cite This        Tampung        Export Record
Judul STRATEGI PEMERINTAH DAERAH UNTUK PELIBATAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN KAIN TENUN ENDEK DI KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI / I Putu Surya Bagaskara
Pengarang I Putu Surya Bagaskara
Eko Budi Santoso
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025
Deskripsi Fisik 13
Subjek Kebudayaan Indonesia
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelestarian budaya lokal menjadi tantangan besar di era modern, khususnya terhadap kain tenun endek sebagai warisan budaya tak benda di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Rendahnya minat generasi muda terhadap seni menenun tradisional menciptakan kesenjangan (gap) yang mengancam keberlanjutan tradisi ini. Berdasarkan data, lebih dari 95% penduduk usia produktif (10–24 tahun) di Jembrana menunjukkan ketidaktertarikan terhadap tenun endek. Hal ini menegaskan perlunya strategi khusus dari pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam pelestarian dan pengembangan tenun endek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai strategi yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam melibatkan pemuda dalam pengembangan dan pelestarian kain tenun endek, serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan berasal dari instansi pemerintah, pengrajin, pemuda, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai strategi, seperti pendirian sentra tenun, pelatihan keterampilan menenun, lomba desain kain, serta promosi melalui media sosial dan event budaya. Namun, pelaksanaan strategi ini masih menghadapi tantangan seperti rendahnya minat pemuda, keterbatasan akses pelatihan dan pendanaan, serta jurang nilai antara budaya tradisional dan gaya hidup modern. Keterlibatan komunitas muda kreatif terbukti efektif dalam menarik minat serta meningkatkan partisipasi generasi muda. Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas pelestarian tenun endek, strategi pelibatan pemuda harus bersifat inklusif, responsif terhadap perkembangan teknologi, dan terintegrasi dengan penguatan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah perlu membangun ekosistem kolaboratif lintas sektor guna menjamin kelestarian dan keberlanjutan tenun endek di pasar lokal maupun global. Kata Kunci: Strategi pemerintah, pelibatan pemuda, tenun endek, pelestarian budaya, ekonomi kreatif.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23070

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00043/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191856
005 20260115100749
035 # # $a 0010-0126000301
082 # # $a 306.095 986 211
084 # # $a 306.095 986 211 I P s
100 0 # $a I Putu Surya Bagaskara
245 1 # $a STRATEGI PEMERINTAH DAERAH UNTUK PELIBATAN PEMUDA DALAM PENGEMBANGAN DAN PELESTARIAN KAIN TENUN ENDEK DI KABUPATEN JEMBRANA PROVINSI BALI /$c I Putu Surya Bagaskara
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025
300 # # $a 13
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pelestarian budaya lokal menjadi tantangan besar di era modern, khususnya terhadap kain tenun endek sebagai warisan budaya tak benda di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali. Rendahnya minat generasi muda terhadap seni menenun tradisional menciptakan kesenjangan (gap) yang mengancam keberlanjutan tradisi ini. Berdasarkan data, lebih dari 95% penduduk usia produktif (10–24 tahun) di Jembrana menunjukkan ketidaktertarikan terhadap tenun endek. Hal ini menegaskan perlunya strategi khusus dari pemerintah daerah untuk meningkatkan keterlibatan pemuda dalam pelestarian dan pengembangan tenun endek. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai strategi yang digunakan oleh pemerintah daerah dalam melibatkan pemuda dalam pengembangan dan pelestarian kain tenun endek, serta menganalisis faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan berasal dari instansi pemerintah, pengrajin, pemuda, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menerapkan berbagai strategi, seperti pendirian sentra tenun, pelatihan keterampilan menenun, lomba desain kain, serta promosi melalui media sosial dan event budaya. Namun, pelaksanaan strategi ini masih menghadapi tantangan seperti rendahnya minat pemuda, keterbatasan akses pelatihan dan pendanaan, serta jurang nilai antara budaya tradisional dan gaya hidup modern. Keterlibatan komunitas muda kreatif terbukti efektif dalam menarik minat serta meningkatkan partisipasi generasi muda. Kesimpulan: Untuk meningkatkan efektivitas pelestarian tenun endek, strategi pelibatan pemuda harus bersifat inklusif, responsif terhadap perkembangan teknologi, dan terintegrasi dengan penguatan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah perlu membangun ekosistem kolaboratif lintas sektor guna menjamin kelestarian dan keberlanjutan tenun endek di pasar lokal maupun global. Kata Kunci: Strategi pemerintah, pelibatan pemuda, tenun endek, pelestarian budaya, ekonomi kreatif.
650 # 4 $a Kebudayaan Indonesia
700 0 # $a Eko Budi Santoso
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23070
Content Unduh katalog