Cite This        Tampung        Export Record
Judul Peranan Kader Siaga Tramtib dalam Mewujudkan Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah / Fikri Fathani
Pengarang Fikri Fathani
Andi Azikin
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 18 :Ilus
Subjek Pemilihan Umum
Abstrak Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Terjadi penurunan keterwakilan anggota DPRD dari Partai Aceh di Kota Banda Aceh pada Pemilu 2019. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan tentang penyebabnya, bagaimana pandangan dan tanggapan masyarakat terhadap penurunan tersebut, serta strategi apa yang digunakan Partai Aceh untuk meningkatkan suara dan kursi legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji penyebab menurunnya keterwakilan anggota DPRD Partai Aceh di Banda Aceh, mengidentifikasi pandangan dan tanggapan masyarakat, serta menganalisis strategi yang digunakan partai untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi di DPRD. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori keterwakilan Pitkin (1967), yang meliputi empat dimensi: wakil, yang diwakili, substansi keterwakilan, dan konteks politik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Sekretaris Jenderal DPW Partai Aceh Kota Banda Aceh, anggota legislatif dari fraksi Partai Aceh, dan perwakilan komunitas agama, adat, serta pemuda. Hasil / Temuan: Penurunan kursi Partai Aceh di DPRD Kota Banda Aceh dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Walau sebagian besar anggota dewan berkualitas, tidak semua calon legislatif memiliki kompetensi setara sehingga hanya sembilan kader terbaik yang terpilih. Rendahnya kinerja legislatif, menurunnya kepercayaan publik, dan lemahnya fungsi legislasi memperparah kondisi. Faktor internal seperti inkonsistensi dan ego sektoral juga signifikan. Internal partai cenderung menganggap penurunan sebagai hal wajar. Dari sisi eksternal, komunitas adat mengkritik kurangnya komitmen partai, sedangkan komunitas pemuda menyalahkan karakter individu anggota partai. Kesimpulan: DPW Partai Aceh mengambil strategi memperkuat pendekatan politik akar rumput, membangun soliditas internal, mengonsolidasikan basis pemilih, merekrut calon legislatif berkualitas, serta rutin melakukan kampanye melalui media sosial dan metode lainnya untuk mengatasi penurunan keterwakilan. Kata kunci: keterwakilan, Partai Aceh, penurunan representasi
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24935

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06527/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191857
005 20260115100800
035 # # $a 0010-0126000302
082 # # $a 324.09 598 111 2
084 # # $a 324.09 598 111 2 FIK p
100 0 # $a Fikri Fathani
245 1 # $a Peranan Kader Siaga Tramtib dalam Mewujudkan Ketentraman dan Ketertiban Umum di Kecamatan Grogol Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah /$c Fikri Fathani
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 18 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Terjadi penurunan keterwakilan anggota DPRD dari Partai Aceh di Kota Banda Aceh pada Pemilu 2019. Penurunan ini menimbulkan pertanyaan tentang penyebabnya, bagaimana pandangan dan tanggapan masyarakat terhadap penurunan tersebut, serta strategi apa yang digunakan Partai Aceh untuk meningkatkan suara dan kursi legislatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengkaji penyebab menurunnya keterwakilan anggota DPRD Partai Aceh di Banda Aceh, mengidentifikasi pandangan dan tanggapan masyarakat, serta menganalisis strategi yang digunakan partai untuk meningkatkan perolehan suara dan kursi di DPRD. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan landasan teori keterwakilan Pitkin (1967), yang meliputi empat dimensi: wakil, yang diwakili, substansi keterwakilan, dan konteks politik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari Sekretaris Jenderal DPW Partai Aceh Kota Banda Aceh, anggota legislatif dari fraksi Partai Aceh, dan perwakilan komunitas agama, adat, serta pemuda. Hasil / Temuan: Penurunan kursi Partai Aceh di DPRD Kota Banda Aceh dipengaruhi faktor internal dan eksternal. Walau sebagian besar anggota dewan berkualitas, tidak semua calon legislatif memiliki kompetensi setara sehingga hanya sembilan kader terbaik yang terpilih. Rendahnya kinerja legislatif, menurunnya kepercayaan publik, dan lemahnya fungsi legislasi memperparah kondisi. Faktor internal seperti inkonsistensi dan ego sektoral juga signifikan. Internal partai cenderung menganggap penurunan sebagai hal wajar. Dari sisi eksternal, komunitas adat mengkritik kurangnya komitmen partai, sedangkan komunitas pemuda menyalahkan karakter individu anggota partai. Kesimpulan: DPW Partai Aceh mengambil strategi memperkuat pendekatan politik akar rumput, membangun soliditas internal, mengonsolidasikan basis pemilih, merekrut calon legislatif berkualitas, serta rutin melakukan kampanye melalui media sosial dan metode lainnya untuk mengatasi penurunan keterwakilan. Kata kunci: keterwakilan, Partai Aceh, penurunan representasi
650 # 4 $a Pemilihan Umum
700 0 # $a Andi Azikin
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24935
Content Unduh katalog