
| Judul | EVALUASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN ANAK PUTUS SEKOLAH MELALUI PROGRAM SEKOLAH SEPANJANG HARI (SSH) DI DISTRIK KONDA KABUPATEN SORONG SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT DAYA / Florence Meilen Blessia |
| Pengarang | Florence Meilen Blessia Tjahjo Suprajogo |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | Peraturan Pendidikan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti dalam mengambil judul ini adalah masih tingginya angka anak putus sekolah di Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, meskipun pemerintah telah mengimplementasikan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sebagai salah satu upaya penanggulangan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kebijakan tersebut telah berjalan secara efektif. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan penanggulangan anak putus sekolah melalui Program SSH guna mengetahui keberhasilan pelaksanaan program serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi di lapangan. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan penanggulangan anak putus sekolah melalui Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, dengan meninjau keberhasilan pelaksanaan program serta mengidentifikasi faktorfaktor penghambat dan pendukung dalam implementasinya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan penanggulangan anak putus sekolah melalui Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) secara mendalam dan menyeluruh. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami realitas sosial, pengalaman, pandangan, serta respons para pelaksana kebijakan dan masyarakat terhadap program tersebut di lapangan. Metode ini juga sesuai untuk menggali data kontekstual dan nonstatistik, seperti proses implementasi kebijakan, hambatan yang dihadapi, serta persepsi para pihak terkait.Deskriptif digunakan karena penelitian ini berfokus pada pemaparan fenomena apa adanya, tanpa memanipulasi variabel, dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai sejauh mana kebijakan SSH telah dilaksanakan dan seberapa efektif upaya tersebut dalam menanggulangi anak putus sekolah di Distrik Konda. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi William N Dunn (2003). Terdapat beberapa kriteria evaluasi kebijakan menurut William N Dunn (2003), yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, responsivitas dan ketepatan. Sumber data yang digunakan yakni sumber data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dan metode teknik snowball sampling sebanyak tujuh orang yang dijadikan sebagai informan yang terdiri dari, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan, Kepala Seksi Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan, Kepala Distrik Konda, Kepala Sekolah SD Inpres 11 Konda, Guru SD Inpres 11 Konda, Ketua Tim Program Sekolah Sepanjang Hari dan perwakilan 2 (Dua) orang tua murid dari anak – anak yang mengikuti Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Informan kunci atau pemberi informasi yang dipilih secara khusus oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak yaitu Ketua Tim Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dikarenakan informan tersebut yang lebih memahami pelaksanaan program langsung di lapangan, mulai dari hambatan hingga sejauh mana program tersebut berhasil. Alasan peneliti memilih informan tersebut dikarenakan penulis ingin mendapatkan informasi yang lebih banyak terkait Program tersebut dari orang – orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut serta penerima manfaat dari program tersebut untuk dapat mengetahui sejauh mana program tersebut efektif dilaksanakan di Distrik Konda. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 6 Januari hingga 25 Januari tahun 2025. Hasil/Temuan: temuan yang diperoleh yakni program penanggulangan anak putus sekolah di Distrik Konda telah menunjukkan pencapaian yang cukup optimal dalam hal peningkatan partisipasi siswa. Namun, ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaan di lapangan, antara lain: rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, terbatasnya jumlah tenaga pengelola program, serta belum memadainya fasilitas yang disediakan bagi guru dan tim pengelola Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Kesimpulan: evaluasi penanggulangan anak putus sekolah di Distrik Konda sudah cukup mencapai hasil yang optimal, namun tentunya terdapat beberapa penghambat dalam pelaksanaan program tersebut yaitu kurangnya kesadaran orangtua dalam memberikan, kurangnya tenaga tim pengelola, dan fasilitas guru atau tim pengelola Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) belum memadai. Kata Kunci: Evaluasi, Program Sekolah Sepanjang Hari, Distrik Konda |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24240 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00051/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001191870 | ||
| 005 | 20260115105054 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000315 |
| 082 | # | # | $a 379.598 831 6 |
| 084 | # | # | $a 379.598 831 6 FLO e |
| 100 | 0 | # | $a Florence Meilen Blessia |
| 245 | 1 | # | $a EVALUASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN ANAK PUTUS SEKOLAH MELALUI PROGRAM SEKOLAH SEPANJANG HARI (SSH) DI DISTRIK KONDA KABUPATEN SORONG SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT DAYA /$c Florence Meilen Blessia |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan yang melatarbelakangi peneliti dalam mengambil judul ini adalah masih tingginya angka anak putus sekolah di Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, meskipun pemerintah telah mengimplementasikan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) sebagai salah satu upaya penanggulangan. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana kebijakan tersebut telah berjalan secara efektif. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap kebijakan penanggulangan anak putus sekolah melalui Program SSH guna mengetahui keberhasilan pelaksanaan program serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi di lapangan. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan penanggulangan anak putus sekolah melalui Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Distrik Konda, Kabupaten Sorong Selatan, dengan meninjau keberhasilan pelaksanaan program serta mengidentifikasi faktorfaktor penghambat dan pendukung dalam implementasinya.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan penanggulangan anak putus sekolah melalui Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) secara mendalam dan menyeluruh. Pendekatan kualitatif memungkinkan peneliti untuk memahami realitas sosial, pengalaman, pandangan, serta respons para pelaksana kebijakan dan masyarakat terhadap program tersebut di lapangan. Metode ini juga sesuai untuk menggali data kontekstual dan nonstatistik, seperti proses implementasi kebijakan, hambatan yang dihadapi, serta persepsi para pihak terkait.Deskriptif digunakan karena penelitian ini berfokus pada pemaparan fenomena apa adanya, tanpa memanipulasi variabel, dengan tujuan untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai sejauh mana kebijakan SSH telah dilaksanakan dan seberapa efektif upaya tersebut dalam menanggulangi anak putus sekolah di Distrik Konda. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi William N Dunn (2003). Terdapat beberapa kriteria evaluasi kebijakan menurut William N Dunn (2003), yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, kemerataan, responsivitas dan ketepatan. Sumber data yang digunakan yakni sumber data primer dan sekunder. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Sampling dan metode teknik snowball sampling sebanyak tujuh orang yang dijadikan sebagai informan yang terdiri dari, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan, Kepala Seksi Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong Selatan, Kepala Distrik Konda, Kepala Sekolah SD Inpres 11 Konda, Guru SD Inpres 11 Konda, Ketua Tim Program Sekolah Sepanjang Hari dan perwakilan 2 (Dua) orang tua murid dari anak – anak yang mengikuti Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Informan kunci atau pemberi informasi yang dipilih secara khusus oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak yaitu Ketua Tim Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) dikarenakan informan tersebut yang lebih memahami pelaksanaan program langsung di lapangan, mulai dari hambatan hingga sejauh mana program tersebut berhasil. Alasan peneliti memilih informan tersebut dikarenakan penulis ingin mendapatkan informasi yang lebih banyak terkait Program tersebut dari orang – orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan program tersebut serta penerima manfaat dari program tersebut untuk dapat mengetahui sejauh mana program tersebut efektif dilaksanakan di Distrik Konda. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini dilaksanakan di Distrik Konda Kabupaten Sorong Selatan Provinsi Papua Barat Daya. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 6 Januari hingga 25 Januari tahun 2025. Hasil/Temuan: temuan yang diperoleh yakni program penanggulangan anak putus sekolah di Distrik Konda telah menunjukkan pencapaian yang cukup optimal dalam hal peningkatan partisipasi siswa. Namun, ditemukan beberapa hambatan dalam pelaksanaan di lapangan, antara lain: rendahnya kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan, terbatasnya jumlah tenaga pengelola program, serta belum memadainya fasilitas yang disediakan bagi guru dan tim pengelola Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH). Kesimpulan: evaluasi penanggulangan anak putus sekolah di Distrik Konda sudah cukup mencapai hasil yang optimal, namun tentunya terdapat beberapa penghambat dalam pelaksanaan program tersebut yaitu kurangnya kesadaran orangtua dalam memberikan, kurangnya tenaga tim pengelola, dan fasilitas guru atau tim pengelola Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) belum memadai. Kata Kunci: Evaluasi, Program Sekolah Sepanjang Hari, Distrik Konda |
| 650 | # | 4 | $a Peraturan Pendidikan |
| 700 | 0 | # | $a Tjahjo Suprajogo |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24240 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :