Cite This        Tampung        Export Record
Judul MITIGASI RISIKO KECELAKAAN BAGI PENAMBANG TIMAH INKONVENSIONAL DI KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI BANGKA BELITUNG / Aditya Nugraha
Pengarang Aditya Nugraha
Kusworo
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 18
Subjek Program Keselamatan di Pertambangan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun permasalahan pertambangan timah, baik dari sisi lingkungan maupun sosial ekonomi, telah banyak diangkat, upaya mitigasi risiko kecelakaan kerja bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan masih belum mendapatkan perhatian dan implementasi yang memadai. Kesenjangan utama adalah belum adanya identifikasi risiko kecelakaan kerja yang komprehensif dan sistematis, model mitigasi yang efektif dan holistik, serta keterbatasan edukasi dan penerapan keselamatan kerja di lapangan. Selain itu, koordinasi dan kontribusi berbagai pihak dalam mitigasi risiko kecelakaan masih belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mitigasi Risiko Kecelakaan bagi Penambang Timah Inkonvensional oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran di Kabupaten Bangka Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi risiko kecelakaan bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya regulasi khusus yang mengatur keselamatan kerja pada tambang inkonvensional, sehingga pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan pembinaan dan intervensi. Selain itu, ketiadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten berdampak pada sulitnya alokasi anggaran dan minimnya sarana prasarana vital untuk penyelamatan dan evakuasi. Kesimpulan: Implementasi mitigasi risiko kecelakaan, baik secara struktural maupun non-struktural, bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan secara umum belum dilaksanakan secara sistematis dan efektif. Faktor penghambat utama meliputi status ilegal aktivitas penambangan, kelemahan institusional dan regulasi (termasuk ketiadaan BPBD kabupaten), tekanan sosial-ekonomi yang mendorong pengabaian keselamatan, serta keterbatasan teknis dan pengetahuan penambang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut masih sangat terbatas, bersifat parsial, dan belum efektif menyentuh akar permasalahan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Pemadam Kebakaran, Penanggulangan KebakaranKebakaran
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22899

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06649/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191985
005 20260119104501
035 # # $a 0010-0126000430
082 # # $a 622.859 816 321
084 # # $a 622.859 816 321 ADI m
100 0 # $a Aditya Nugraha
245 1 # $a MITIGASI RISIKO KECELAKAAN BAGI PENAMBANG TIMAH INKONVENSIONAL DI KABUPATEN BANGKA SELATAN PROVINSI BANGKA BELITUNG /$c Aditya Nugraha
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 18
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun permasalahan pertambangan timah, baik dari sisi lingkungan maupun sosial ekonomi, telah banyak diangkat, upaya mitigasi risiko kecelakaan kerja bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan masih belum mendapatkan perhatian dan implementasi yang memadai. Kesenjangan utama adalah belum adanya identifikasi risiko kecelakaan kerja yang komprehensif dan sistematis, model mitigasi yang efektif dan holistik, serta keterbatasan edukasi dan penerapan keselamatan kerja di lapangan. Selain itu, koordinasi dan kontribusi berbagai pihak dalam mitigasi risiko kecelakaan masih belum optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Mitigasi Risiko Kecelakaan bagi Penambang Timah Inkonvensional oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran di Kabupaten Bangka Selatan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mitigasi risiko kecelakaan bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan belum berjalan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya regulasi khusus yang mengatur keselamatan kerja pada tambang inkonvensional, sehingga pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melakukan pembinaan dan intervensi. Selain itu, ketiadaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di tingkat kabupaten berdampak pada sulitnya alokasi anggaran dan minimnya sarana prasarana vital untuk penyelamatan dan evakuasi. Kesimpulan: Implementasi mitigasi risiko kecelakaan, baik secara struktural maupun non-struktural, bagi penambang timah inkonvensional di Kabupaten Bangka Selatan secara umum belum dilaksanakan secara sistematis dan efektif. Faktor penghambat utama meliputi status ilegal aktivitas penambangan, kelemahan institusional dan regulasi (termasuk ketiadaan BPBD kabupaten), tekanan sosial-ekonomi yang mendorong pengabaian keselamatan, serta keterbatasan teknis dan pengetahuan penambang. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut masih sangat terbatas, bersifat parsial, dan belum efektif menyentuh akar permasalahan. Kata Kunci: Kesiapsiagaan, Pemadam Kebakaran, Penanggulangan KebakaranKebakaran
650 # 4 $a Program Keselamatan di Pertambangan
700 0 # $a Kusworo
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22899
Content Unduh katalog