Cite This        Tampung        Export Record
Judul EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KEMANTREN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KEMANTREN UMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA PROVINSI D.I. YOGYAKARTA / Dwi Irawan Jati
Pengarang Dwi Irawan Jati
Sarwani
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 15
Subjek Permasalahan Sampah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan seperti Kota Yogyakarta terus menjadi tantangan serius meskipun telah banyak kebijakan diterbitkan. Salah satu gap utama dalam penelitian ini adalah belum optimalnya peran Pemerintah Kemantren dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah, khususnya pasca penutupan TPA Piyungan yang memunculkan pembuangan ilegal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kemantren Umbulharjo Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan dari Pemerintah Kemantren Umbulharjo dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan Dunn (2003) dengan enam dimensi: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Hal ini ditunjukkan dengan terbatasnya alokasi anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya jumlah tenaga kerja dan fasilitas pengelolaan sampah. Faktor penghambat lainnya ialah kurangnya kesadaran masyarakat serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Upaya perbaikan dilakukan melalui sosialisasi, pengusulan penambahan tenaga dan sarana, serta kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Kesimpulan: Pemerintah Kemantren Umbulharjo perlu meningkatkan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat, mengalokasikan dana secara proporsional, dan memperkuat strategi kolaboratif lintas instansi untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24827

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06664/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001191995
005 20260119113357
035 # # $a 0010-0126000440
082 # # $a 363.728 598 275
084 # # $a 363.728 598 275 DWI e
100 0 # $a Dwi Irawan Jati
245 1 # $a EVALUASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KEMANTREN DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI KEMANTREN UMBULHARJO KOTA YOGYAKARTA PROVINSI D.I. YOGYAKARTA /$c Dwi Irawan Jati
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 15
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Permasalahan pengelolaan sampah di wilayah perkotaan seperti Kota Yogyakarta terus menjadi tantangan serius meskipun telah banyak kebijakan diterbitkan. Salah satu gap utama dalam penelitian ini adalah belum optimalnya peran Pemerintah Kemantren dalam mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah, khususnya pasca penutupan TPA Piyungan yang memunculkan pembuangan ilegal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kemantren Umbulharjo Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan informan dari Pemerintah Kemantren Umbulharjo dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori evaluasi kebijakan Dunn (2003) dengan enam dimensi: efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah belum berjalan optimal. Hal ini ditunjukkan dengan terbatasnya alokasi anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, minimnya jumlah tenaga kerja dan fasilitas pengelolaan sampah. Faktor penghambat lainnya ialah kurangnya kesadaran masyarakat serta sarana dan prasarana yang belum memadai. Upaya perbaikan dilakukan melalui sosialisasi, pengusulan penambahan tenaga dan sarana, serta kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Kesimpulan: Pemerintah Kemantren Umbulharjo perlu meningkatkan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat, mengalokasikan dana secara proporsional, dan memperkuat strategi kolaboratif lintas instansi untuk mengatasi permasalahan pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
650 # 4 $a Permasalahan Sampah
700 0 # $a Sarwani
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24827
Content Unduh katalog