Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP TRANSPARANSI INFORMASI PUBLIK PADA WEBSITE PPID DI KOTA PRABUMULIH PROVINSI SUMATERA SELATAN / Ryaas Anindya Muzhaffar
Pengarang Ryaas Anindya Muzhaffar
Drs Ismail Nurdin
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 15 :Ilus
Subjek sistem informasi manajemen
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Transparansi informasi publik merupakan aspek dalam pemerintahan yang akuntabel. Website PPID Kota Prabumulih disediakan sebagai sarana penyampaian informasi publik, Namun, efektivitasnya masih belum optimal karena menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses, kurangnya promosi, fitur teknis yang belum maksimal, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan informasi publik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap transparansi informasi publik pada website PPID Kota Prabumulih, dengan mengacu pada teori persepsi (Kotler & Keller, 2016) dan teori transparansi informasi (Benabou & Tirole, 2016). Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan dimensi persepsi (eksposur, perhatian, interpretasi) dan transparansi informasi (aksesibilitas, keterbukaan, kejelasan, keakuratan, ketersediaan, responsivitas). Hasil/Temuan: Pengguna umumnya memiliki persepsi positif terhadap website PPID Kota Prabumulih, namun penelitian ini menyoroti sejumlah aspek transparansi yang membutuhkan perbaikan berkelanjutan. Meskipun desain dan tata letak website dinilai baik serta kontennya mudah dipahami, kendala utama muncul dari sosialisasi yang masih rendah sehingga pengguna lebih banyak bergantung pada rekomendasi personal daripada promosi resmi. Selain itu, fitur pencarian yang belum optimal dan keterbatasan kompatibilitas dokumen pada perangkat seluler menyulitkan akses informasi. Di sisi keterbukaan, meskipun informasi publik tersedia, beberapa dokumen masih memerlukan prosedur administratif tambahan. Kejelasan informasi juga terhambat oleh minimnya ringkasan dokumen dan penggunaan istilah teknis, sementara ketiadaan penanda pembaruan menimbulkan keraguan akan keakuratan data terkini. Terakhir, meski respons pengelola umumnya baik, inkonsistensi waktu tanggapan dan tidak adanya fitur pelacakan permohonan menunjukkan perlunya peningkatan responsivitas layanan. Kesimpulan: Website PPID Kota Prabumulih telah cukup baik dalam menerapkan prinsip transparansi informasi public meskipun perlu perbaikan pada aspek teknis, promosi, dan penyederhanaan akses informasi. Kata kunci: Transparansi Informasi, Website PPID, Persepsi Pengguna, Akses Informasi Publik
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22885

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00106/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192045
005 20260120092241
035 # # $a 0010-0126000490
082 # # $a 658.403 801 159 816 141
084 # # $a 658.403 801 159 816 141 RYA p
100 0 # $a Ryaas Anindya Muzhaffar
245 1 # $a PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP TRANSPARANSI INFORMASI PUBLIK PADA WEBSITE PPID DI KOTA PRABUMULIH PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Ryaas Anindya Muzhaffar
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 15 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Transparansi informasi publik merupakan aspek dalam pemerintahan yang akuntabel. Website PPID Kota Prabumulih disediakan sebagai sarana penyampaian informasi publik, Namun, efektivitasnya masih belum optimal karena menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan akses, kurangnya promosi, fitur teknis yang belum maksimal, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan informasi publik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengguna terhadap transparansi informasi publik pada website PPID Kota Prabumulih, dengan mengacu pada teori persepsi (Kotler & Keller, 2016) dan teori transparansi informasi (Benabou & Tirole, 2016). Metode: Pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan dimensi persepsi (eksposur, perhatian, interpretasi) dan transparansi informasi (aksesibilitas, keterbukaan, kejelasan, keakuratan, ketersediaan, responsivitas). Hasil/Temuan: Pengguna umumnya memiliki persepsi positif terhadap website PPID Kota Prabumulih, namun penelitian ini menyoroti sejumlah aspek transparansi yang membutuhkan perbaikan berkelanjutan. Meskipun desain dan tata letak website dinilai baik serta kontennya mudah dipahami, kendala utama muncul dari sosialisasi yang masih rendah sehingga pengguna lebih banyak bergantung pada rekomendasi personal daripada promosi resmi. Selain itu, fitur pencarian yang belum optimal dan keterbatasan kompatibilitas dokumen pada perangkat seluler menyulitkan akses informasi. Di sisi keterbukaan, meskipun informasi publik tersedia, beberapa dokumen masih memerlukan prosedur administratif tambahan. Kejelasan informasi juga terhambat oleh minimnya ringkasan dokumen dan penggunaan istilah teknis, sementara ketiadaan penanda pembaruan menimbulkan keraguan akan keakuratan data terkini. Terakhir, meski respons pengelola umumnya baik, inkonsistensi waktu tanggapan dan tidak adanya fitur pelacakan permohonan menunjukkan perlunya peningkatan responsivitas layanan. Kesimpulan: Website PPID Kota Prabumulih telah cukup baik dalam menerapkan prinsip transparansi informasi public meskipun perlu perbaikan pada aspek teknis, promosi, dan penyederhanaan akses informasi. Kata kunci: Transparansi Informasi, Website PPID, Persepsi Pengguna, Akses Informasi Publik
650 # 4 $a sistem informasi manajemen
700 0 # $a Drs Ismail Nurdin
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22885
Content Unduh katalog