
| Judul | IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN NGADA / Antonius Januarius Padi |
| Pengarang | Antonius Januarius Padi Hyronimus Rowa |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 18 |
| Subjek | Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penerapan SIPD dalam penyusunan APBD di berbagai daerah masih menemui kendala, seperti gangguan teknis sistem, keterbatasan SDM, dan kesiapan infrastruktur yang belum merata. Di Kabupaten Ngada, belum ada kajian yang secara khusus menganalisis penerapan SIPD dalam konteks penganggaran, padahal daerah ini menghadapi keterlambatan penetapan APBD akibat sulitnya akses ke sistem SIPD pusat. Tujuan: Menjelaskan implementasi aplikasi SIPD dalam penyusunan APBD pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ngada. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup empat dimensi utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil: Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Ngada belum sepenuhnya optimal hal ini tampak dari dimensi (1) Komunikasi: Koordinasi antara Badan Keuangan Daerah dan perangkat daerah berjalan cukup baik melalui media daring dan rapat teknis, namun masih ditemukan miskomunikasi terkait ketepatan dan kelengkapan data anggaran. (2) Sumber Daya: SDM secara kuantitas sudah memadai, namun belum seluruhnya menguasai teknis SIPD. Dukungan anggaran dan sarana prasarana tersedia, tetapi kualitas jaringan internet dan perangkat keras masih perlu ditingkatkan. (3) Disposisi: Pegawai menunjukkan komitmen positif terhadap penggunaan SIPD. Terdapat motivasi tinggi untuk mengikuti pelatihan dan adaptasi sistem, meski sebagian masih terbiasa dengan metode manual. (4) Struktur Birokrasi: SOP telah tersedia dan menjadi acuan dalam penyusunan APBD, namun belum sepenuhnya diikuti oleh semua OPD karena adanya kendala teknis dan perbedaan kapasitas pelaksana. Revisi SOP dan peningkatan pelatihan masih dibutuhkan. Kesimpulan: Implementasi SIPD di Kabupaten Ngada telah memberikan manfaat dalam aspek transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan, namun belum sepenuhnya optimal. Perbaikan sistem, penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan koordinasi antarperangkat daerah menjadi langkah penting ke depan untuk mengoptimalkan SIPD dalam penyusunan APBD. Kata Kunci: SIPD, APBD, Implementasi Kebijakan, Keuangan Daerah, Kabupaten Ngada |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23919 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00116/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192073 | ||
| 005 | 20260120100246 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000518 |
| 082 | # | # | $a 352.480.959.868.31 |
| 084 | # | # | $a 352.480.959.868.31 ANT i |
| 100 | 0 | # | $a Antonius Januarius Padi |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI APLIKASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH PADA BADAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KABUPATEN NGADA /$c Antonius Januarius Padi |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 18 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penerapan SIPD dalam penyusunan APBD di berbagai daerah masih menemui kendala, seperti gangguan teknis sistem, keterbatasan SDM, dan kesiapan infrastruktur yang belum merata. Di Kabupaten Ngada, belum ada kajian yang secara khusus menganalisis penerapan SIPD dalam konteks penganggaran, padahal daerah ini menghadapi keterlambatan penetapan APBD akibat sulitnya akses ke sistem SIPD pusat. Tujuan: Menjelaskan implementasi aplikasi SIPD dalam penyusunan APBD pada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Ngada. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis dilakukan berdasarkan teori implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup empat dimensi utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil: Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Dalam Penyusunan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Pada Badan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten Ngada belum sepenuhnya optimal hal ini tampak dari dimensi (1) Komunikasi: Koordinasi antara Badan Keuangan Daerah dan perangkat daerah berjalan cukup baik melalui media daring dan rapat teknis, namun masih ditemukan miskomunikasi terkait ketepatan dan kelengkapan data anggaran. (2) Sumber Daya: SDM secara kuantitas sudah memadai, namun belum seluruhnya menguasai teknis SIPD. Dukungan anggaran dan sarana prasarana tersedia, tetapi kualitas jaringan internet dan perangkat keras masih perlu ditingkatkan. (3) Disposisi: Pegawai menunjukkan komitmen positif terhadap penggunaan SIPD. Terdapat motivasi tinggi untuk mengikuti pelatihan dan adaptasi sistem, meski sebagian masih terbiasa dengan metode manual. (4) Struktur Birokrasi: SOP telah tersedia dan menjadi acuan dalam penyusunan APBD, namun belum sepenuhnya diikuti oleh semua OPD karena adanya kendala teknis dan perbedaan kapasitas pelaksana. Revisi SOP dan peningkatan pelatihan masih dibutuhkan. Kesimpulan: Implementasi SIPD di Kabupaten Ngada telah memberikan manfaat dalam aspek transparansi dan efisiensi pengelolaan keuangan, namun belum sepenuhnya optimal. Perbaikan sistem, penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas SDM, dan penguatan koordinasi antarperangkat daerah menjadi langkah penting ke depan untuk mengoptimalkan SIPD dalam penyusunan APBD. Kata Kunci: SIPD, APBD, Implementasi Kebijakan, Keuangan Daerah, Kabupaten Ngada |
| 650 | # | 4 | $a Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) |
| 700 | 0 | # | $a Hyronimus Rowa |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23919 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :