
| Judul | PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM PENGAWASAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI PROVINSI DKI JAKARTA / ASTRID MELIANI BASRANI |
| Pengarang | ASTRID MELIANI BASRANI Lilis Sholihah |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 10 |
| Subjek | administrasi pemerintahan daerah |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Maraknya aktivitas organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam dinamika politik lokal, khususnya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, menunjukkan urgensi pengawasan yang efektif untuk menjamin netralitas serta menjaga kualitas demokrasi. Namun dalam praktiknya, peran pengawasan yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal, serta koordinasi lintas lembaga yang belum maksimal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Bakesbangpol dalam melakukan pengawasan terhadap preferensi politik Ormas di Pilkada DKI Jakarta, mengidentifikasi faktor- faktor pendukung dan penghambat dalam pengawasan tersebut, serta merumuskan upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dokumentasi, serta triangulasi sumber. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori peran dari Biddle & Thomas. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa Bakesbangpol menjalankan fungsi pengawasan secara persuasif dan partisipatif melalui sosialisasi dan pembinaan kepada Ormas, namun terkendala pada aspek teknis dan koordinatif. Di sisi lain, Ormas terbukti memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan preferensi pemilih, terutama melalui pendekatan berbasis identitas sosial. Kesimpulan: Untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap aktivitas Ormas, Bakesbangpol perlu memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kolaborasi dengan instansi terkait seperti KPU dan Bawaslu, serta mengembangkan sistem digital yang mampu memantau aktivitas Ormas secara real-time dan transparan. Kata Kunci: Ormas, Bakesbangpol, Pilkada |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20785 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06713/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192102 | ||
| 005 | 20260120110040 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000547 |
| 082 | # | # | $a 352.155 982 2 |
| 084 | # | # | $a 352.155 982 2 AST p |
| 100 | 0 | # | $a ASTRID MELIANI BASRANI |
| 245 | 1 | # | $a PERAN BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM PENGAWASAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN DI PROVINSI DKI JAKARTA /$c ASTRID MELIANI BASRANI |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 10 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Maraknya aktivitas organisasi kemasyarakatan (Ormas) dalam dinamika politik lokal, khususnya menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, menunjukkan urgensi pengawasan yang efektif untuk menjamin netralitas serta menjaga kualitas demokrasi. Namun dalam praktiknya, peran pengawasan yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Provinsi DKI Jakarta masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi informasi yang belum optimal, serta koordinasi lintas lembaga yang belum maksimal. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Bakesbangpol dalam melakukan pengawasan terhadap preferensi politik Ormas di Pilkada DKI Jakarta, mengidentifikasi faktor- faktor pendukung dan penghambat dalam pengawasan tersebut, serta merumuskan upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas pengawasan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dokumentasi, serta triangulasi sumber. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teori peran dari Biddle & Thomas. Hasil/Temuan: Penelitian menemukan bahwa Bakesbangpol menjalankan fungsi pengawasan secara persuasif dan partisipatif melalui sosialisasi dan pembinaan kepada Ormas, namun terkendala pada aspek teknis dan koordinatif. Di sisi lain, Ormas terbukti memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik dan preferensi pemilih, terutama melalui pendekatan berbasis identitas sosial. Kesimpulan: Untuk meningkatkan kualitas pengawasan terhadap aktivitas Ormas, Bakesbangpol perlu memperkuat kapasitas kelembagaan, meningkatkan kolaborasi dengan instansi terkait seperti KPU dan Bawaslu, serta mengembangkan sistem digital yang mampu memantau aktivitas Ormas secara real-time dan transparan. Kata Kunci: Ormas, Bakesbangpol, Pilkada |
| 650 | # | 4 | $a administrasi pemerintahan daerah |
| 700 | 0 | # | $a Lilis Sholihah |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20785 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :