Cite This        Tampung        Export Record
Judul KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DALAM PEMBERDAYAAN KEPEMUDAAN DI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR / Muhammad Agil Al Furqon
Pengarang Muhammad Agil Al Furqon
Fernandes Simangunsong
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13 :Ilus
Subjek permasalahan anak jalanan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka pengangguran diusia pemuda di Kabupaten Banyuwangi menjadi salahsatu permasalahan yang harus di hadapi pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Penulis berfokus pada kepemimpinan pemerintahan dalam pemberdayaan kepemudaan sehingga dapat berjalan secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis kepemimpinan pemerintahan dalam pemberdayaan kepemudaan di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan Path-Goal Theory dari Robert J. House (Thoha, 1983). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis adalah pemerintahan Kabupaten Banyuwangi dominan menggunakan gaya kepemimpinan partisipatif khususnya dalam program pemberdayaan kepemudaan. Faktor pendukung kepemimpinan pemerintahan dalam pemberdayaan kepemudaan adalah adanya peraturan kepemudaan, Renstra Dispora, dan potensi daerah. Faktor penghambatnya meliputi kurangnya SDM, sarana, serta minat pemuda akibat pendidikan dan luas wilayah. Pemerintah mengatasinya dengan menyiapkan program yang tepat sasaran, berkoordinasi lintas pihak, memberi ruang kreasi, meningkatkan SDM pegawai, dan menyebarkan informasi melalui media sosial. Kesimpulan: Secara umum, pemerintahan Kabupaten Banyuwangi menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif dalam pemberdayaan kepemudaan dengan dukungan regulasi, rencana strategis, dan potensi daerah. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan SDM, sarana, dan minat pemuda yang dipengaruhi oleh pendidikan dan luas wilayah. Pemerintah mengatasi hal ini melalui program terarah, koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pegawai, pemberian ruang kreasi bagi pemuda, serta penyebaran informasi lewat media sosial. Kata kunci: Kepemimpinan, Pemerintah, Kepemudaan
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24229

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06715/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192104
005 20260120110531
035 # # $a 0010-0126000549
082 # # $a 362.735 982 882
084 # # $a 362.735 982 882 MUH k
100 0 # $a Muhammad Agil Al Furqon
245 1 # $a KEPEMIMPINAN PEMERINTAHAN DALAM PEMBERDAYAAN KEPEMUDAAN DI KABUPATEN BANYUWANGI PROVINSI JAWA TIMUR /$c Muhammad Agil Al Furqon
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Tingginya angka pengangguran diusia pemuda di Kabupaten Banyuwangi menjadi salahsatu permasalahan yang harus di hadapi pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Penulis berfokus pada kepemimpinan pemerintahan dalam pemberdayaan kepemudaan sehingga dapat berjalan secara optimal. Tujuan: Untuk mengetahui dan menganalisis kepemimpinan pemerintahan dalam pemberdayaan kepemudaan di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan Path-Goal Theory dari Robert J. House (Thoha, 1983). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis adalah pemerintahan Kabupaten Banyuwangi dominan menggunakan gaya kepemimpinan partisipatif khususnya dalam program pemberdayaan kepemudaan. Faktor pendukung kepemimpinan pemerintahan dalam pemberdayaan kepemudaan adalah adanya peraturan kepemudaan, Renstra Dispora, dan potensi daerah. Faktor penghambatnya meliputi kurangnya SDM, sarana, serta minat pemuda akibat pendidikan dan luas wilayah. Pemerintah mengatasinya dengan menyiapkan program yang tepat sasaran, berkoordinasi lintas pihak, memberi ruang kreasi, meningkatkan SDM pegawai, dan menyebarkan informasi melalui media sosial. Kesimpulan: Secara umum, pemerintahan Kabupaten Banyuwangi menerapkan gaya kepemimpinan partisipatif dalam pemberdayaan kepemudaan dengan dukungan regulasi, rencana strategis, dan potensi daerah. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan SDM, sarana, dan minat pemuda yang dipengaruhi oleh pendidikan dan luas wilayah. Pemerintah mengatasi hal ini melalui program terarah, koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas pegawai, pemberian ruang kreasi bagi pemuda, serta penyebaran informasi lewat media sosial. Kata kunci: Kepemimpinan, Pemerintah, Kepemudaan
650 # 4 $a permasalahan anak jalanan
700 0 # $a Fernandes Simangunsong
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24229
Content Unduh katalog