Cite This        Tampung        Export Record
Judul ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN / MUH. FAJAR FIKRIANSYAH B
Pengarang MUH. FAJAR FIKRIANSYAH B
Lilis Sholihah
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 10
Subjek politik pemilihan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik masyarakat Kabupaten Bulukumba dalam pemilihan kepala daerah selama ini belum mencapai target nasional sebesar 77,5%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi politik masyarakat Kabupaten Bulukumba, mengkaji pengaruh dimensi modal sosial oleh Robert Putnam (2001) yakni kepercayaan, jaringan sosial, dan norma terhadap partisipasi politik masyarakat tersebut, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan keterlibatan politik masyarakat. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dari berbagai informan, yakni dari Kesbangpol, KPU, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat pada pemilihan terakhir yakni Pilkada 2024 hanya mencapai 65,57%, masih di bawah target nasional. Rendahnya partisipasi ini dipengaruhi oleh lemahnya modal sosial, seperti rendahnya kepercayaan terhadap lembaga politik, minimnya jaringan sosial yang mendorong keterlibatan politik, serta norma sosial yang belum sepenuhnya mendukung partisipasi aktif. Kesimpulan: Hambatannya mencakup kurangnya sosialisasi dan pendidikan politik yang interaktif. Sehingga, dalam peningkatan partisipasi politik dibutuhkan penguatan modal sosial masyarakat dan peran aktif pemerintah daerah. Oleh karena itu, disarankan agar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bulukumba mengoptimalkan media sosial dan platform digital sebagai sarana pendidikan politik, serta secara konsisten setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan seperti seminar dan diskusi publik untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi. Kata Kunci: Partisipasi Politik, Modal Sosial, Kesbangpol.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23779

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06721/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192113
005 20260120111803
035 # # $a 0010-0126000558
082 # # $a 324.659 847 92
084 # # $a 324.659 847 92 MUH a
100 0 # $a MUH. FAJAR FIKRIANSYAH B
245 1 # $a ANALISIS PARTISIPASI POLITIK MASYARAKAT DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN BULUKUMBA PROVINSI SULAWESI SELATAN /$c MUH. FAJAR FIKRIANSYAH B
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 10
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Partisipasi politik masyarakat Kabupaten Bulukumba dalam pemilihan kepala daerah selama ini belum mencapai target nasional sebesar 77,5%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi politik masyarakat Kabupaten Bulukumba, mengkaji pengaruh dimensi modal sosial oleh Robert Putnam (2001) yakni kepercayaan, jaringan sosial, dan norma terhadap partisipasi politik masyarakat tersebut, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam meningkatkan keterlibatan politik masyarakat. Metode : Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dokumentasi dari berbagai informan, yakni dari Kesbangpol, KPU, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat pada pemilihan terakhir yakni Pilkada 2024 hanya mencapai 65,57%, masih di bawah target nasional. Rendahnya partisipasi ini dipengaruhi oleh lemahnya modal sosial, seperti rendahnya kepercayaan terhadap lembaga politik, minimnya jaringan sosial yang mendorong keterlibatan politik, serta norma sosial yang belum sepenuhnya mendukung partisipasi aktif. Kesimpulan: Hambatannya mencakup kurangnya sosialisasi dan pendidikan politik yang interaktif. Sehingga, dalam peningkatan partisipasi politik dibutuhkan penguatan modal sosial masyarakat dan peran aktif pemerintah daerah. Oleh karena itu, disarankan agar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bulukumba mengoptimalkan media sosial dan platform digital sebagai sarana pendidikan politik, serta secara konsisten setiap tahunnya menyelenggarakan kegiatan seperti seminar dan diskusi publik untuk meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi. Kata Kunci: Partisipasi Politik, Modal Sosial, Kesbangpol.
650 # 4 $a politik pemilihan
700 0 # $a Lilis Sholihah
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23779
Content Unduh katalog