Cite This        Tampung        Export Record
Judul STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM 2024 DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU / ROYNALDO SAMUEL NOYA
Pengarang ROYNALDO SAMUEL NOYA
Ani Martini
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14 :Ilus
Subjek pemilihan umum
Abstrak Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Kota Ambon dalam pemilu dan peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui strategi komunikasi politik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancar mendalam terhadap 15 informan yang terdiri dari anggota KPU, PPK, PPS, camat, sekcam, raja negri, sekretaris negri, dan masyarakat serta dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator Teori Strategi Komunikasi Politik menurut Anwar Arifin. Hasil/Temuan: Strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon belum berjalan optimal akibat kendala sosial budaya seperti kebiasaan mabuk, apatisme politik, keterbatasan geografis, serta komunikasi langsung yang belum intensif. Pemilihan metode dan media komunikasi juga belum sepenuhnya disesuaikan dengan kondisi masyarakat, khususnya di wilayah dengan literasi digital rendah. Meski begitu, strategi ini didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, serta pemanfaatan media sosial dan pendekatan tatap muka yang masih efektif. Kesimpulan: Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh KPU belum optimal karena beberapa kendala, namun disisi lain strategi ini didukung dengan keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, pemanfaatan media serta pendekatan tatap muka. Guna memaksimalkan strategi komunikasi politik ini, KPU Kota Ambon disarankan untuk meningkatkan komunikasi langsung kepada kelompok rentan dan pemilih pemula, memperkuat pemetaan wilayah dalam pelaksanaan sosialisasi, serta melakukan evaluasi berkelanjutan guna mengatasi hambatan sosial yang ada. Kata kunci: Strategi Komunikasi Politik, Partisipasi Masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilu
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24137

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06744/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192163
005 20260121085705
035 # # $a 0010-0126000608
082 # # $a 324.659 852 22
084 # # $a 324.659 852 22 ROY s
100 0 # $a ROYNALDO SAMUEL NOYA
245 1 # $a STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PEMILIHAN UMUM 2024 DI KOTA AMBON PROVINSI MALUKU /$c ROYNALDO SAMUEL NOYA
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/ Latar Belakang (GAP): Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat partisipasi masyarakat Kota Ambon dalam pemilu dan peran Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam meningkatkan partisipasi masyarakat melalui strategi komunikasi politik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancar mendalam terhadap 15 informan yang terdiri dari anggota KPU, PPK, PPS, camat, sekcam, raja negri, sekretaris negri, dan masyarakat serta dokumentasi. Analisis data dilakukan berdasarkan indikator Teori Strategi Komunikasi Politik menurut Anwar Arifin. Hasil/Temuan: Strategi komunikasi politik KPU Kota Ambon belum berjalan optimal akibat kendala sosial budaya seperti kebiasaan mabuk, apatisme politik, keterbatasan geografis, serta komunikasi langsung yang belum intensif. Pemilihan metode dan media komunikasi juga belum sepenuhnya disesuaikan dengan kondisi masyarakat, khususnya di wilayah dengan literasi digital rendah. Meski begitu, strategi ini didukung oleh keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, serta pemanfaatan media sosial dan pendekatan tatap muka yang masih efektif. Kesimpulan: Strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh KPU belum optimal karena beberapa kendala, namun disisi lain strategi ini didukung dengan keterlibatan tokoh masyarakat, kerja sama lintas lembaga, pemanfaatan media serta pendekatan tatap muka. Guna memaksimalkan strategi komunikasi politik ini, KPU Kota Ambon disarankan untuk meningkatkan komunikasi langsung kepada kelompok rentan dan pemilih pemula, memperkuat pemetaan wilayah dalam pelaksanaan sosialisasi, serta melakukan evaluasi berkelanjutan guna mengatasi hambatan sosial yang ada. Kata kunci: Strategi Komunikasi Politik, Partisipasi Masyarakat, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pemilu
650 # 4 $a pemilihan umum
700 0 # $a Ani Martini
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24137
Content Unduh katalog