Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN OLEH LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN / Daffa Fawwazi Fadhlurrohman
Pengarang Daffa Fawwazi Fadhlurrohman
Akhmad Marzuki
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 16
Subjek Anak jalanan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Anak jalanan di Kota Palembang mencerminkan persoalan sosial kompleks yang dipicu oleh kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, dan disfungsi keluarga. Minimnya daya jangkau program pemerintah mendorong peran strategis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam upaya pemberdayaan kelompok rentan ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam melaksanakan pemberdayaan anak jalanan di Kota Palembang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari perwakilan Dinas Sosial, pengurus LSM, aktivis HAM, masyarakat, serta anak jalanan itu sendiri. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM memiliki peran strategis dalam lima aspek pemberdayaan yaitu: penyediaan lingkungan yang mendukung (pemungkinan), peningkatan kapasitas (penguatan), perlindungan, dukungan emosional dan sosial (penyokongan), serta pemeliharaan berkelanjutan. Faktor pendukung berasal dari kerja sama lintas sektor, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan dana, rendahnya partisipasi masyarakat, dan stigma sosial terhadap anak jalanan. Kesimpulannya, pemberdayaan anak jalanan memerlukan pendekatan yang menyeluruh, kolaboratif, dan berkelanjutan. Kesimpulan: Peran LSM sangat penting dalam menjembatani kebutuhan anak jalanan dengan program sosial, terutama dalam aspek pendidikan, keterampilan, dan dukungan psikososial. Kata kunci: Anak Jalanan, Pemberdayaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Kota Palembang
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24157

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00155/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192173
005 20260121092819
035 # # $a 0010-0126000618
082 # # $a 362.735.981.616.2
084 # # $a 362.735.981.616.2 DAF p
100 0 # $a Daffa Fawwazi Fadhlurrohman
245 1 # $a PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN OLEH LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT DI KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN /$c Daffa Fawwazi Fadhlurrohman
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 16
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Anak jalanan di Kota Palembang mencerminkan persoalan sosial kompleks yang dipicu oleh kemiskinan, keterbatasan akses pendidikan, dan disfungsi keluarga. Minimnya daya jangkau program pemerintah mendorong peran strategis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam upaya pemberdayaan kelompok rentan ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam melaksanakan pemberdayaan anak jalanan di Kota Palembang, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya, serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari perwakilan Dinas Sosial, pengurus LSM, aktivis HAM, masyarakat, serta anak jalanan itu sendiri. Teknik analisis data mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa LSM memiliki peran strategis dalam lima aspek pemberdayaan yaitu: penyediaan lingkungan yang mendukung (pemungkinan), peningkatan kapasitas (penguatan), perlindungan, dukungan emosional dan sosial (penyokongan), serta pemeliharaan berkelanjutan. Faktor pendukung berasal dari kerja sama lintas sektor, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan dana, rendahnya partisipasi masyarakat, dan stigma sosial terhadap anak jalanan. Kesimpulannya, pemberdayaan anak jalanan memerlukan pendekatan yang menyeluruh, kolaboratif, dan berkelanjutan. Kesimpulan: Peran LSM sangat penting dalam menjembatani kebutuhan anak jalanan dengan program sosial, terutama dalam aspek pendidikan, keterampilan, dan dukungan psikososial. Kata kunci: Anak Jalanan, Pemberdayaan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Kota Palembang
650 # 4 $a Anak jalanan
700 0 # $a Akhmad Marzuki
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24157
Content Unduh katalog