
| Judul | KINERJA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA / Condro Rinoto |
| Pengarang | Condro Rinoto Ismunarta |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | Minat Baca Masyarakat |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Minat baca masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Asahan, masih tergolong rendah meskipun berbagai program telah dijalankan oleh pemerintah daerah. Indikator kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan menunjukkan pencapaian yang belum optimal. Selain itu, belum ada penelitian sebelumnya yang secara spesifik mengevaluasi kinerja dinas tersebut menggunakan pendekatan teori kinerja sektor publik dari Agus Dwiyanto (2017). Tujuan: Untuk menganalisis kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan dalam meningkatkan minat baca masyarakat, berdasarkan lima indikator kinerja sektor publik yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode: Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas dan kualitas layanan perpustakaan masih rendah akibat keterbatasan fasilitas, jumlah pustakawan, serta keterbatasan koleksi buku. Responsivitas dan responsibilitas dinilai cukup baik melalui kesesuaian pelaksanaan program dengan regulasi dan tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat. Akuntabilitas dinas juga cukup baik meskipun masih memerlukan penyempurnaan sistem administrasi. Kesimpulan: Kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan menunjukkan komitmen kinerja yang belum optimal dan masih perlu ditingkatkan terhadap peningkatan literasi berupa tantangan internal dan eksternal. Diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan fasilitas, serta kolaborasi lintas sektor agar target peningkatan minat baca dapat tercapai secara optimal. Kata kunci: Kinerja Organisasi, Minat Baca, Perpustakaan Daerah, Literasi, Evaluasi Publik. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24453 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00163/IPDN/2026 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192187 | ||
| 005 | 20260121095422 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000632 |
| 082 | # | # | $a 028.959.812.32 |
| 084 | # | # | $a 028.959.812.32 CON k |
| 100 | 0 | # | $a Condro Rinoto |
| 245 | 1 | # | $a KINERJA DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA MASYARAKAT DI KABUPATEN ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA /$c Condro Rinoto |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Minat baca masyarakat Indonesia, khususnya di Kabupaten Asahan, masih tergolong rendah meskipun berbagai program telah dijalankan oleh pemerintah daerah. Indikator kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan menunjukkan pencapaian yang belum optimal. Selain itu, belum ada penelitian sebelumnya yang secara spesifik mengevaluasi kinerja dinas tersebut menggunakan pendekatan teori kinerja sektor publik dari Agus Dwiyanto (2017). Tujuan: Untuk menganalisis kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan dalam meningkatkan minat baca masyarakat, berdasarkan lima indikator kinerja sektor publik yaitu produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode: Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan data dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas dan kualitas layanan perpustakaan masih rendah akibat keterbatasan fasilitas, jumlah pustakawan, serta keterbatasan koleksi buku. Responsivitas dan responsibilitas dinilai cukup baik melalui kesesuaian pelaksanaan program dengan regulasi dan tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat. Akuntabilitas dinas juga cukup baik meskipun masih memerlukan penyempurnaan sistem administrasi. Kesimpulan: Kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Asahan menunjukkan komitmen kinerja yang belum optimal dan masih perlu ditingkatkan terhadap peningkatan literasi berupa tantangan internal dan eksternal. Diperlukan peningkatan kapasitas kelembagaan, penguatan fasilitas, serta kolaborasi lintas sektor agar target peningkatan minat baca dapat tercapai secara optimal. Kata kunci: Kinerja Organisasi, Minat Baca, Perpustakaan Daerah, Literasi, Evaluasi Publik. |
| 650 | # | 4 | $a Minat Baca Masyarakat |
| 700 | 0 | # | $a Ismunarta |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24453 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :