Cite This        Tampung        Export Record
Judul INEQUITIES ANALYSIS IN LOCAL OWN-SOURCE REVENUE POTENTIAL BETWEEN REGENCIES AND MUNICIPALITIES IN INDONESIA / Muhammad Ilham Husni Zarkasi
Pengarang Muhammad Ilham Husni Zarkasi
Halilul Khairi
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13 :Ilus
Subjek Perpajakan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu faktor yang mendasari rendahnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber PAD, terutama yang bersumber dari pergeseran struktur ekonomi, kapasitas pajak, dan retribusi yang dikenakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan potensi PAD antara kabupaten dan kota, yang mengakibatkan rasio PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di kabupaten berbeda secara signifikan dengan kota. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seluk-beluk perbedaan potensi PAD dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang mencakup analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan analisis yang komprehensif. Data dikumpulkan dari karya ilmiah dan data sekunder yang menggunakan validasi konten untuk mengontrol relevansi dari berbagai sumber data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten memiliki karakteristik yang berbeda dengan pemerintah kota dalam hal lanskap geografis, struktur ekonomi, dan populasi. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Kesimpulan: Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Perbedaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara kedua entitas tersebut disebabkan oleh kegagalan pemerintah pusat dalam menangani kemampuan peningkatan pendapatan pemerintah kabupaten secara memadai. Meskipun pajak daerah beragam, hanya beberapa yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan daerah. Bidang perpajakan dicirikan oleh tingkat sentralisasi yang tinggi, karena pemerintah pusat mengumpulkan semua jenis pajak utama dan semua jenis pajak utama dan paling produktif, termasuk pajak langsung dan tidak langsung. Kebijakan desentralisasi simetris antara kabupaten kabupaten dan kota semakin membatasi kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah; Potensi Sumber Pendapatan Daerah; Desentralisasi Fiskal

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06759/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192203
005 20260121102045
035 # # $a 0010-0126000648
082 # # $a 336.259 8
084 # # $a 336.259 8 MUH i
100 0 # $a Muhammad Ilham Husni Zarkasi
245 1 # $a INEQUITIES ANALYSIS IN LOCAL OWN-SOURCE REVENUE POTENTIAL BETWEEN REGENCIES AND MUNICIPALITIES IN INDONESIA /$c Muhammad Ilham Husni Zarkasi
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Salah satu faktor yang mendasari rendahnya penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah belum optimalnya pemanfaatan sumber-sumber PAD, terutama yang bersumber dari pergeseran struktur ekonomi, kapasitas pajak, dan retribusi yang dikenakan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan potensi PAD antara kabupaten dan kota, yang mengakibatkan rasio PAD terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di kabupaten berbeda secara signifikan dengan kota. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seluk-beluk perbedaan potensi PAD dengan menggunakan pendekatan metode campuran yang mencakup analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan analisis yang komprehensif. Data dikumpulkan dari karya ilmiah dan data sekunder yang menggunakan validasi konten untuk mengontrol relevansi dari berbagai sumber data. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten memiliki karakteristik yang berbeda dengan pemerintah kota dalam hal lanskap geografis, struktur ekonomi, dan populasi. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Kesimpulan: Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi potensi pendapatan asli daerah yang harus dikelola secara berbeda dengan kebijakan fiskal kota. Perbedaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) antara kedua entitas tersebut disebabkan oleh kegagalan pemerintah pusat dalam menangani kemampuan peningkatan pendapatan pemerintah kabupaten secara memadai. Meskipun pajak daerah beragam, hanya beberapa yang dapat diandalkan sebagai sumber pendapatan daerah. Bidang perpajakan dicirikan oleh tingkat sentralisasi yang tinggi, karena pemerintah pusat mengumpulkan semua jenis pajak utama dan semua jenis pajak utama dan paling produktif, termasuk pajak langsung dan tidak langsung. Kebijakan desentralisasi simetris antara kabupaten kabupaten dan kota semakin membatasi kapasitas pemerintah daerah untuk meningkatkan pendapatan asli daerah. Kata kunci: Pendapatan Asli Daerah; Potensi Sumber Pendapatan Daerah; Desentralisasi Fiskal
650 # 4 $a Perpajakan
700 0 # $a Halilul Khairi
Content Unduh katalog