Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI PROGRAM UTILITAS INTEGRASI DATA DIRI SENDIRI (TAS GRATIS) DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH / Agung Prasetyo
Pengarang Agung Prasetyo
Poli, Arnold
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 12
Subjek Administrasi kependudukan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu telah menerapkan Program Utilitas Integrasi Data Diri Sendiri (Tas Gratis) berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, tingkat partisipasi masyarakat dalam aktivasi IKD masih rendah, yakni hanya mencapai 3,76% dari target 10%. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara ketersediaan teknologi dengan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat, yang disebabkan oleh rendahnya literasi digital, kurangnya sosialisasi, dan keterbatasan infrastruktur pendukung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Tas Gratis dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan upaya optimalisasi penerapannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori implementasi dari George Edward III yang mencakup empat elemen: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Tas Gratis di Kota Palu sudah cukup baik, terutama dalam hal komunikasi internal dan komitmen pelaksana. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan jumlah tenaga ahli, dan kurangnya infrastruktur teknologi. Dinas Dukcapil Kota Palu telah melakukan berbagai upaya optimalisasi, termasuk sosialisasi langsung ke masyarakat dan pelatihan teknis bagi pegawai, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan: Implementasi Program Tas Gratis dinilai sudah cukup baik dalam mendukung digitalisasi pelayanan kependudukan di Kota Palu. Namun, tantangan berupa keterbatasan SDM, infrastruktur, dan literasi digital masyarakat masih perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Peningkatan sosialisasi, pelatihan teknis, serta dukungan infrastruktur yang memadai menjadi kunci dalam mengoptimalkan penerapan program ini. Kata Kunci: Tas Gratis, Identitas Kependudukan Digital, Administrasi Kependudukan, Implementasi Program, Kota Palu.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20981

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00166/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192213
005 20260121110606
035 # # $a 0010-0126000658
082 # # $a 352.659.844.31
084 # # $a 352.659.844.31 AGU i
100 0 # $a Agung Prasetyo
245 1 # $a IMPLEMENTASI PROGRAM UTILITAS INTEGRASI DATA DIRI SENDIRI (TAS GRATIS) DALAM PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Agung Prasetyo
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 12
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu telah menerapkan Program Utilitas Integrasi Data Diri Sendiri (Tas Gratis) berbasis Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi kependudukan, tingkat partisipasi masyarakat dalam aktivasi IKD masih rendah, yakni hanya mencapai 3,76% dari target 10%. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara ketersediaan teknologi dengan tingkat pemanfaatannya oleh masyarakat, yang disebabkan oleh rendahnya literasi digital, kurangnya sosialisasi, dan keterbatasan infrastruktur pendukung. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Tas Gratis dalam pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palu, serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan upaya optimalisasi penerapannya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori implementasi dari George Edward III yang mencakup empat elemen: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Tas Gratis di Kota Palu sudah cukup baik, terutama dalam hal komunikasi internal dan komitmen pelaksana. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti rendahnya literasi digital masyarakat, keterbatasan jumlah tenaga ahli, dan kurangnya infrastruktur teknologi. Dinas Dukcapil Kota Palu telah melakukan berbagai upaya optimalisasi, termasuk sosialisasi langsung ke masyarakat dan pelatihan teknis bagi pegawai, namun efektivitasnya masih perlu ditingkatkan. Kesimpulan: Implementasi Program Tas Gratis dinilai sudah cukup baik dalam mendukung digitalisasi pelayanan kependudukan di Kota Palu. Namun, tantangan berupa keterbatasan SDM, infrastruktur, dan literasi digital masyarakat masih perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut. Peningkatan sosialisasi, pelatihan teknis, serta dukungan infrastruktur yang memadai menjadi kunci dalam mengoptimalkan penerapan program ini. Kata Kunci: Tas Gratis, Identitas Kependudukan Digital, Administrasi Kependudukan, Implementasi Program, Kota Palu.
650 # 4 $a Administrasi kependudukan
700 3 # $a Poli, Arnold
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20981
Content Unduh katalog