Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KOMUNITAS KREASI SUNGAI PUTAT (KSP) DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA / Irfan Asfianti Wirayuda
Pengarang Irfan Asfianti Wirayuda
Hadi Prabowo
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14
Subjek Perubahan Iklim
Abstrak Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak pada Kota Pontianak, khususnya Kecamatan Pontianak Utara yang rentan banjir akibat kondisi geografis dan penurunan kualitas sungai. Permasalahan penelitian adalah bagaimana proses pemberdayaan pemuda melalui Komunitas Kreasi Sungai Putat (KSP) dalam mitigasi perubahan iklim, serta faktor pendukung, penghambat, dan upaya yang telah dilakukan. Tujuan: Mendeskripsikan proses pemberdayaan pemuda melalui KSP dan mengevaluasi efektivitasnya dalam menciptakan pemuda yang aktif dan peduli lingkungan. Metode: Pendekatan deskriptif kualitatif dengan purposive sampling untuk memilih informan (aparat pemerintah dan anggota KSP). Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah konsep pemberdayaan masyarakat menurut Fahrudin (2012) dengan pendekatan enabling, empowering, dan protecting. Hasil / Temuan: Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan pemuda melalui Komunitas Kreasi Sungai Putat (KSP) telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi isu perubahan iklim. Pemuda dilibatkan dalam kegiatan nyata seperti edukasi lingkungan, daur ulang sampah, restorasi sungai, serta penguatan kelembagaan komunitas. Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa faktor pendukung utama adalah semangat pemuda, keberadaan komunitas yang solid, serta dukungan dari pemerintah daerah melalui pelatihan dan kebijakan. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan pendanaan, rendahnya kesadaran masyarakat luas, dan tantangan dalam membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas. Secara umum, pemberdayaan ini telah berhasil membangun kapasitas individu dan kolektif pemuda dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. Kesimpulan: Keterlibatan pemuda melalui komunitas lingkungan efektif mendorong perubahan perilaku kolektif dalam menjaga ekosistem lokal. Disarankan agar pemerintah meningkatkan fasilitasi dan dukungan kebijakan terhadap komunitas pemuda serta memperluas model pemberdayaan ini ke wilayah lain dengan tantangan serupa. Kata kunci: Perubahan iklim, Pemberdayaan pemuda, Mitigasi
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24858

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00171/IPDN/2026 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192228
005 20260121123252
035 # # $a 0010-0126000673
082 # # $a 551.695.983.232
084 # # $a 551.695.983.232 IRF p
100 0 # $a Irfan Asfianti Wirayuda
245 1 # $a PEMBERDAYAAN PEMUDA MELALUI KOMUNITAS KREASI SUNGAI PUTAT (KSP) DALAM MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DI KECAMATAN PONTIANAK UTARA /$c Irfan Asfianti Wirayuda
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14
520 # # $a Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak pada Kota Pontianak, khususnya Kecamatan Pontianak Utara yang rentan banjir akibat kondisi geografis dan penurunan kualitas sungai. Permasalahan penelitian adalah bagaimana proses pemberdayaan pemuda melalui Komunitas Kreasi Sungai Putat (KSP) dalam mitigasi perubahan iklim, serta faktor pendukung, penghambat, dan upaya yang telah dilakukan. Tujuan: Mendeskripsikan proses pemberdayaan pemuda melalui KSP dan mengevaluasi efektivitasnya dalam menciptakan pemuda yang aktif dan peduli lingkungan. Metode: Pendekatan deskriptif kualitatif dengan purposive sampling untuk memilih informan (aparat pemerintah dan anggota KSP). Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan adalah konsep pemberdayaan masyarakat menurut Fahrudin (2012) dengan pendekatan enabling, empowering, dan protecting. Hasil / Temuan: Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan pemuda melalui Komunitas Kreasi Sungai Putat (KSP) telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi isu perubahan iklim. Pemuda dilibatkan dalam kegiatan nyata seperti edukasi lingkungan, daur ulang sampah, restorasi sungai, serta penguatan kelembagaan komunitas. Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa faktor pendukung utama adalah semangat pemuda, keberadaan komunitas yang solid, serta dukungan dari pemerintah daerah melalui pelatihan dan kebijakan. Sementara itu, faktor penghambat mencakup keterbatasan pendanaan, rendahnya kesadaran masyarakat luas, dan tantangan dalam membangun jejaring kolaborasi yang lebih luas. Secara umum, pemberdayaan ini telah berhasil membangun kapasitas individu dan kolektif pemuda dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan. Kesimpulan: Keterlibatan pemuda melalui komunitas lingkungan efektif mendorong perubahan perilaku kolektif dalam menjaga ekosistem lokal. Disarankan agar pemerintah meningkatkan fasilitasi dan dukungan kebijakan terhadap komunitas pemuda serta memperluas model pemberdayaan ini ke wilayah lain dengan tantangan serupa. Kata kunci: Perubahan iklim, Pemberdayaan pemuda, Mitigasi
650 # 4 $a Perubahan Iklim
700 0 # $a Hadi Prabowo
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24858
Content Unduh katalog