
| Judul | MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BROKEN BEACH NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG PROVINSI BALI / I Dewa Made Arisudana |
| Pengarang | I Dewa Made Arisudana Sulthon Rohmadin |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 :Ilus |
| Subjek | keselamatan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia menjadi salah satu negara pariwisata dan Bali menjadi bagian dari sumber destinasi wisata tepatnya di Objek Wisata Broken Beach di Nusa Penida merupakan destinasi populer dengan keindahan alam yang menakjubkan. Namun memiliki risiko keselamatan tinggi bagi wisatawan akibat medan terjal, tebing curam, dan ombak kuat dari lautan lepas. Maraknya kecelakaan wisatawan, seperti terjatuh dari tebing atau terbawa arus, menunjukkan belum optimalnya manajemen risiko keselamatan di lokasi tersebut. Minimnya fasilitas dan infrastruktur keselamatan seperti posko keamanan, akses jalan yang belum layak dilalui karena rusak dan keterbatasan sumber daya manusia khususnya dalam pengoptimalan ketersediaan petugas keamanan harian yang berjaga di lokasi menjadi faktor penghambat utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Risiko keselamatan wisatawan, mengidentifikasi faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya peningkatan keselamatan yang telah dilakukan di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan pengambilan dokumentasi. Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan seperti rambu peringatan dan pagar pembatas telah tersedia, tetapi belum optimal. Akses jalan menuju lokasi masih sulit dikarenakan tanah jalan masih dibangun milik tanah pribadi, dan sumber daya manusia seperti petugas keamanan perlu peningkatan kapasitas. Lingkungan dan peraturan juga memengaruhi keselamatan wisatawan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan fasilitas, kesulitan akses, dan kurangnya kapasitas petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Kesimpulan: Diperlukan penambahan fasilitas keselamatan, perbaikan akses jalan, pelatihan petugas agar bersertifikat keselamatan, serta sosialisasi kepada wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman. Kata Kunci : Manajemen Risiko, Keselamatan Wisatawan, Broken Beach, Pariwisata. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20884 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06778/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192274 | ||
| 005 | 20260122101031 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000719 |
| 082 | # | # | $a 362. 598 624 |
| 084 | # | # | $a 362. 598 624 I D m |
| 100 | 0 | # | $a I Dewa Made Arisudana |
| 245 | 1 | # | $a MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BROKEN BEACH NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG PROVINSI BALI /$c I Dewa Made Arisudana |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Indonesia menjadi salah satu negara pariwisata dan Bali menjadi bagian dari sumber destinasi wisata tepatnya di Objek Wisata Broken Beach di Nusa Penida merupakan destinasi populer dengan keindahan alam yang menakjubkan. Namun memiliki risiko keselamatan tinggi bagi wisatawan akibat medan terjal, tebing curam, dan ombak kuat dari lautan lepas. Maraknya kecelakaan wisatawan, seperti terjatuh dari tebing atau terbawa arus, menunjukkan belum optimalnya manajemen risiko keselamatan di lokasi tersebut. Minimnya fasilitas dan infrastruktur keselamatan seperti posko keamanan, akses jalan yang belum layak dilalui karena rusak dan keterbatasan sumber daya manusia khususnya dalam pengoptimalan ketersediaan petugas keamanan harian yang berjaga di lokasi menjadi faktor penghambat utama. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Manajemen Risiko keselamatan wisatawan, mengidentifikasi faktor penghambat, serta mengevaluasi upaya peningkatan keselamatan yang telah dilakukan di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan pengambilan dokumentasi. Analisis data melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan seperti rambu peringatan dan pagar pembatas telah tersedia, tetapi belum optimal. Akses jalan menuju lokasi masih sulit dikarenakan tanah jalan masih dibangun milik tanah pribadi, dan sumber daya manusia seperti petugas keamanan perlu peningkatan kapasitas. Lingkungan dan peraturan juga memengaruhi keselamatan wisatawan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan fasilitas, kesulitan akses, dan kurangnya kapasitas petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Kesimpulan: Diperlukan penambahan fasilitas keselamatan, perbaikan akses jalan, pelatihan petugas agar bersertifikat keselamatan, serta sosialisasi kepada wisatawan. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat setempat sangat penting untuk menciptakan destinasi wisata yang aman dan nyaman. Kata Kunci : Manajemen Risiko, Keselamatan Wisatawan, Broken Beach, Pariwisata. |
| 650 | # | 4 | $a keselamatan |
| 700 | 0 | # | $a Sulthon Rohmadin |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20884 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :