Cite This        Tampung        Export Record
Judul STRATEGI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DALAM DIGITALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH / Rio Marcelino
Pengarang Rio Marcelino
Andi Fitri Rahmadany M
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 16 :Ilus
Subjek Administrasi Properti Pemerintah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan modernisasi administrasi publik. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah mengimplementasikan berbagai sistem digital seperti SIPD, SIMDA, dan aplikasi pendukung lainnya dalam upaya menciptakan pengelolaan keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel. Namun, implementasi ini masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kompetensi SDM, serta belum optimalnya integrasi sistem digital secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BPKAD dalam mengimplementasikan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Barito Selatan, serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam proses transformasi digital tersebut. Metode: enelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan staf BPKAD, observasi langsung terhadap aktivitas digitalisasi, serta dokumentasi kebijakan dan sistem keuangan yang digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis SWOT untuk merumuskan strategi penguatan digitalisasi keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPKAD memiliki kekuatan pada kesiapan teknologi, SDM yang kompeten, dan dukungan kebijakan daerah, namun masih dihadapkan pada kendala infrastruktur yang belum optimal, ketimpangan literasi digital pegawai, serta tantangan dalam integrasi sistem dan resistensi internal terhadap perubahan. Dari sisi eksternal, peluang datang dari regulasi nasional dan potensi kolaborasi strategis, namun ancaman seperti keamanan siber dan keterbatasan anggaran tetap harus diantisipasi. Kesimpulan: trategi digitalisasi BPKAD Kabupaten Barito Selatan berada pada posisi agresif (kuadran I SWOT), yang menuntut pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal secara optimal. Rekomendasi utama adalah penguatan kapasitas SDM, peningkatan keamanan sistem, perluasan kolaborasi eksternal, dan penerapan sistem yang lebih terintegrasi dan adaptif terhadap dinamika teknologi. Kata kunci: Strategi, Digitalisasi, Pengelolaan Keuangan Daerah, SWOT
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24672

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06784/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192280
005 20260122102213
035 # # $a 0010-0126000725
082 # # $a 352.559 834 51
084 # # $a 352.559 834 51 RIO s
100 0 # $a Rio Marcelino
245 1 # $a STRATEGI BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH DALAM DIGITALISASI PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH /$c Rio Marcelino
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 16 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi pengelolaan keuangan daerah merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi dan modernisasi administrasi publik. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah mengimplementasikan berbagai sistem digital seperti SIPD, SIMDA, dan aplikasi pendukung lainnya dalam upaya menciptakan pengelolaan keuangan yang efisien, transparan, dan akuntabel. Namun, implementasi ini masih menghadapi sejumlah kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kesenjangan kompetensi SDM, serta belum optimalnya integrasi sistem digital secara menyeluruh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi BPKAD dalam mengimplementasikan digitalisasi pengelolaan keuangan daerah di Kabupaten Barito Selatan, serta mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi dalam proses transformasi digital tersebut. Metode: enelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pimpinan dan staf BPKAD, observasi langsung terhadap aktivitas digitalisasi, serta dokumentasi kebijakan dan sistem keuangan yang digunakan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis SWOT untuk merumuskan strategi penguatan digitalisasi keuangan daerah. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPKAD memiliki kekuatan pada kesiapan teknologi, SDM yang kompeten, dan dukungan kebijakan daerah, namun masih dihadapkan pada kendala infrastruktur yang belum optimal, ketimpangan literasi digital pegawai, serta tantangan dalam integrasi sistem dan resistensi internal terhadap perubahan. Dari sisi eksternal, peluang datang dari regulasi nasional dan potensi kolaborasi strategis, namun ancaman seperti keamanan siber dan keterbatasan anggaran tetap harus diantisipasi. Kesimpulan: trategi digitalisasi BPKAD Kabupaten Barito Selatan berada pada posisi agresif (kuadran I SWOT), yang menuntut pemanfaatan kekuatan internal untuk menangkap peluang eksternal secara optimal. Rekomendasi utama adalah penguatan kapasitas SDM, peningkatan keamanan sistem, perluasan kolaborasi eksternal, dan penerapan sistem yang lebih terintegrasi dan adaptif terhadap dinamika teknologi. Kata kunci: Strategi, Digitalisasi, Pengelolaan Keuangan Daerah, SWOT
650 # 4 $a Administrasi Properti Pemerintah
700 0 # $a Andi Fitri Rahmadany M
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24672
Content Unduh katalog