
| Judul | INOVASI SISTEM PELAYANAN IDAMAN PUBLIK DALAM PENERAPAN E-GOVERNMENT DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Pada, Priskia |
| Pengarang | Pada, Priskia Budding, Asri |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025 |
| Deskripsi Fisik | 18 :Ilus |
| Subjek | Layanan Lembaga Pemerintahan |
| Abstrak | Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Inovasi sistem pelayanan Idaman Publik dikembangkan untuk menyatukan berbagai layanan publik dalam satu platform digital. Namun, rating 3,7 di Play Store, keluhan terkait system error, dan rendahnya pemahaman digital di kalangan lansia, menunjukkan bahwa implementasinya belum berjalan optimal. Tujuan: Untuk mendeskripsikan inovasi sistem pelayanan Idaman Publik dalam penerapan e-government di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis mengacu pada enam dimensi Faktor Keberhasilan Inovasi dari Arundel dkk. (2019). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber ide inovasi berasal dari internal dan eksternal organisasi. Pengumpulan data informasi tunggal dilakukan dengan metode Rapid Application Development (RAD), melalui kolaborasi lintas dinas dan pendekatan modular development guna mempercepat pengembangan aplikasi sesuai kebutuhan masyarakat. Dari sisi tata kelola, regulasi dan kebijakan yang diterapkan telah sesuai aturan yang berlaku, didukung oleh budaya inovasi serta SDM yang kompeten. Namun, terdapat berbagai hambatan seperti keterbatasan SDM, sosialisasi yang belum konsisten dan kurang efektif, system error yang masih terjadi, serta ketiadaan SOP yang jelas. Kesimpulan: Secara umum, aplikasi ini telah berhasil menghadirkan layanan digital terpadu dan mudah diakses sebagai bentuk penerapan e-government. Untuk mencapai kinerja yang optimal, diperlukan penguatan kapasitas SDM, perbaikan strategi sosialisasi melalui pendekatan yang lebih edukatif dan interaktif, serta optimalisasi sistem dan koordinasi lintas instansi guna menjamin stabilitas dan keberlanjutan Aplikasi Idaman Publik ke depan. Kata Kunci: Pemerintahan Elektronik, Inovasi, Pelayanan Publik, Idaman Publik, Banjarbaru. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/23374/ |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06803/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192299 | ||
| 005 | 20260122105825 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000744 |
| 082 | # | # | $a 352.609 598 361 3 |
| 084 | # | # | $a 352.609 598 361 3 PAD i |
| 100 | 0 | # | $a Pada, Priskia |
| 245 | 1 | # | $a INOVASI SISTEM PELAYANAN IDAMAN PUBLIK DALAM PENERAPAN E-GOVERNMENT DI DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Pada, Priskia |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 18 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Inovasi sistem pelayanan Idaman Publik dikembangkan untuk menyatukan berbagai layanan publik dalam satu platform digital. Namun, rating 3,7 di Play Store, keluhan terkait system error, dan rendahnya pemahaman digital di kalangan lansia, menunjukkan bahwa implementasinya belum berjalan optimal. Tujuan: Untuk mendeskripsikan inovasi sistem pelayanan Idaman Publik dalam penerapan e-government di Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Metode: Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis mengacu pada enam dimensi Faktor Keberhasilan Inovasi dari Arundel dkk. (2019). Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber ide inovasi berasal dari internal dan eksternal organisasi. Pengumpulan data informasi tunggal dilakukan dengan metode Rapid Application Development (RAD), melalui kolaborasi lintas dinas dan pendekatan modular development guna mempercepat pengembangan aplikasi sesuai kebutuhan masyarakat. Dari sisi tata kelola, regulasi dan kebijakan yang diterapkan telah sesuai aturan yang berlaku, didukung oleh budaya inovasi serta SDM yang kompeten. Namun, terdapat berbagai hambatan seperti keterbatasan SDM, sosialisasi yang belum konsisten dan kurang efektif, system error yang masih terjadi, serta ketiadaan SOP yang jelas. Kesimpulan: Secara umum, aplikasi ini telah berhasil menghadirkan layanan digital terpadu dan mudah diakses sebagai bentuk penerapan e-government. Untuk mencapai kinerja yang optimal, diperlukan penguatan kapasitas SDM, perbaikan strategi sosialisasi melalui pendekatan yang lebih edukatif dan interaktif, serta optimalisasi sistem dan koordinasi lintas instansi guna menjamin stabilitas dan keberlanjutan Aplikasi Idaman Publik ke depan. Kata Kunci: Pemerintahan Elektronik, Inovasi, Pelayanan Publik, Idaman Publik, Banjarbaru. |
| 650 | # | 4 | $a Layanan Lembaga Pemerintahan |
| 700 | 0 | # | $a Budding, Asri |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/23374/ |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :