
| Judul | STRATEGI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN INDEKS PROFESIONALITAS APARATUR SIPIL NEGARA DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Anandya Dewanga |
| Pengarang | Anandya Dewanga Ali Hanafiah Muhi |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | aparatur sipil negara |
| Abstrak | Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Indeks profesionalitas merupakan indikator utama yang digunakan oleh BKPSDM Kota Banjarbaru dan sejalan dengan misi kepala daerah terpilih. Indeks profesionalitas yang rendah di Kota Banjarbaru yaitu 64,07 pada tahun 2022 menjadi salah satu masalah yang perlu diatasi untuk mencapai akuntabilitas dalam kinerja pemerintahan dan mengoptimalkan sistem pengendalian internal perangkat daerah. Tujuan: Untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjarbaru dalam meningkatkan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Peningkatan Indeks Profesionalitas ASN di Kota Banjarbaru dari 64,07 pada tahun 2022 menjadi 83,09 pada tahun 2023 menunjukkan keberhasilan strategi BKPSDM. Langkah strategis yang diterapkan mencakup peningkatan kompetensi, penguatan sistem manajemen kepegawaian, dan kebijakan yang mendukung profesionalitas ASN. Faktor pendukung utama keberhasilan ini adalah penerapan SIMPEG, dukungan kepemimpinan, kolaborasi eksternal, dan evaluasi berkelanjutan. Namun, kendala seperti fasilitas pelatihan terbatas, gangguan sistem, dan regulasi yang kurang fleksibel masih perlu diatasi. BKPSDM terus berupaya mengatasi tantangan ini dengan langkah-langkah strategis yang tepat. Kesimpulan: Kota Banjarbaru berhasil meningkatkan Indeks Profesionalitas ASN melalui pemanfaatan teknologi seperti SIMPEG, MY IP ASN, dan e-learning, serta dukungan pimpinan dan kolaborasi lintas instansi. Meskipun ada hambatan seperti keterbatasan fasilitas pelatihan dan gangguan infrastruktur digital, BKPSDM mengatasi dengan pembangunan gedung pelatihan, penguatan sistem TI, serta kerja sama dengan sektor swasta. Upaya ini mencerminkan komitmen untuk membangun ASN yang profesional, adaptif, dan berkinerja tinggi. Kata Kunci: Indeks Profesionalitas, ASN, Strategi BKPSDM |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22270 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06837/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192338 | ||
| 005 | 20260122020716 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000783 |
| 082 | # | # | $a 353.309 598 185 1 |
| 084 | # | # | $a 353.309 598 185 1 ANA s |
| 100 | 0 | # | $a Anandya Dewanga |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN INDEKS PROFESIONALITAS APARATUR SIPIL NEGARA DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Anandya Dewanga |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Indeks profesionalitas merupakan indikator utama yang digunakan oleh BKPSDM Kota Banjarbaru dan sejalan dengan misi kepala daerah terpilih. Indeks profesionalitas yang rendah di Kota Banjarbaru yaitu 64,07 pada tahun 2022 menjadi salah satu masalah yang perlu diatasi untuk mencapai akuntabilitas dalam kinerja pemerintahan dan mengoptimalkan sistem pengendalian internal perangkat daerah. Tujuan: Untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Banjarbaru dalam meningkatkan Indeks Profesionalitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Peningkatan Indeks Profesionalitas ASN di Kota Banjarbaru dari 64,07 pada tahun 2022 menjadi 83,09 pada tahun 2023 menunjukkan keberhasilan strategi BKPSDM. Langkah strategis yang diterapkan mencakup peningkatan kompetensi, penguatan sistem manajemen kepegawaian, dan kebijakan yang mendukung profesionalitas ASN. Faktor pendukung utama keberhasilan ini adalah penerapan SIMPEG, dukungan kepemimpinan, kolaborasi eksternal, dan evaluasi berkelanjutan. Namun, kendala seperti fasilitas pelatihan terbatas, gangguan sistem, dan regulasi yang kurang fleksibel masih perlu diatasi. BKPSDM terus berupaya mengatasi tantangan ini dengan langkah-langkah strategis yang tepat. Kesimpulan: Kota Banjarbaru berhasil meningkatkan Indeks Profesionalitas ASN melalui pemanfaatan teknologi seperti SIMPEG, MY IP ASN, dan e-learning, serta dukungan pimpinan dan kolaborasi lintas instansi. Meskipun ada hambatan seperti keterbatasan fasilitas pelatihan dan gangguan infrastruktur digital, BKPSDM mengatasi dengan pembangunan gedung pelatihan, penguatan sistem TI, serta kerja sama dengan sektor swasta. Upaya ini mencerminkan komitmen untuk membangun ASN yang profesional, adaptif, dan berkinerja tinggi. Kata Kunci: Indeks Profesionalitas, ASN, Strategi BKPSDM |
| 650 | # | 4 | $a aparatur sipil negara |
| 700 | 0 | # | $a Ali Hanafiah Muhi |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22270 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :