
| Judul | OPTIMALISASI PEMANFAATAN DANA DESA DALAM MENURUNKAN STUNTING DI DESA PENFUI TIMUR KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR / Aldo Ara |
| Pengarang | Aldo Ara Umar Nain |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | kurang gizi |
| Abstrak | Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Terjadi penurunan prevalensi stunting di tingkat provinsi dan kabupaten, Desa Penfui Timur justru mengalami peningkatan kembali kasus stunting pada tahun 2023 setelah sebelumnya berhasil menurunkan angka tersebut pada tahun 2022. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam optimalisasi program penanganan stunting di tingkat desa dibandingkan dengan capaian di tingkat kabupaten dan provinsi. terdapat peningkatan signifikan dalam alokasi Dana Desa untuk penanganan stunting dari tahun ke tahun (Rp92,4 juta pada 2022 menjadi Rp201,3 juta pada 2024). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan dana desa dalam menurunkan stunting dengan menggunakan pendekatan teori Optimalisasi Siringoringo yang meliputi dimensi Tujuan, Alternatif Keputusan dan Sumber Daya Yang Membatasi. Metode: Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tujuan, dana desa dimanfaatkan melalui program penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta penguatan peran kader posyandu dalam edukasi gizi. Pada dimensi alternatif keputusan, pemerintah desa berperan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung upaya percepatan penurunan stunting, termasuk pengalokasian anggaran desa yang lebih tepat sasaran dan transparan. Sementara itu, pada dimensi sumberdaya yang membatasi, ditemukan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak dan kepercayaan diri dalam memenuhi cakupan gizi masih perlu ditingkatkan melalui edukasi yang berkesinambungan. Kesimpulan: Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi penggunaan dana desa untuk menurunkan stunting di Desa Penfui Timur telah menunjukkan dampak positif terhadap upaya penurunan stunting di Desa Penfui Timur, meskipun masih terdapat beberapa kendala. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mengoptimalkan program yang sedang berjalan. Kata kunci: Optimalisasi, dana desa, pemanfaatan, stunting |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20711 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06849/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Koleksi Umum Perpustakaan IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192350 | ||
| 005 | 20260122023821 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000795 |
| 082 | # | # | $a 616.395 986 862 |
| 084 | # | # | $a 616.395 986 862 ALD o |
| 100 | 0 | # | $a Aldo Ara |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI PEMANFAATAN DANA DESA DALAM MENURUNKAN STUNTING DI DESA PENFUI TIMUR KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR /$c Aldo Ara |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Terjadi penurunan prevalensi stunting di tingkat provinsi dan kabupaten, Desa Penfui Timur justru mengalami peningkatan kembali kasus stunting pada tahun 2023 setelah sebelumnya berhasil menurunkan angka tersebut pada tahun 2022. Fenomena ini menunjukkan adanya kesenjangan dalam optimalisasi program penanganan stunting di tingkat desa dibandingkan dengan capaian di tingkat kabupaten dan provinsi. terdapat peningkatan signifikan dalam alokasi Dana Desa untuk penanganan stunting dari tahun ke tahun (Rp92,4 juta pada 2022 menjadi Rp201,3 juta pada 2024). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemanfaatan dana desa dalam menurunkan stunting dengan menggunakan pendekatan teori Optimalisasi Siringoringo yang meliputi dimensi Tujuan, Alternatif Keputusan dan Sumber Daya Yang Membatasi. Metode: Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi tujuan, dana desa dimanfaatkan melalui program penyuluhan kesehatan, pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil dan balita, serta penguatan peran kader posyandu dalam edukasi gizi. Pada dimensi alternatif keputusan, pemerintah desa berperan dalam merumuskan kebijakan yang mendukung upaya percepatan penurunan stunting, termasuk pengalokasian anggaran desa yang lebih tepat sasaran dan transparan. Sementara itu, pada dimensi sumberdaya yang membatasi, ditemukan bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak dan kepercayaan diri dalam memenuhi cakupan gizi masih perlu ditingkatkan melalui edukasi yang berkesinambungan. Kesimpulan: Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi penggunaan dana desa untuk menurunkan stunting di Desa Penfui Timur telah menunjukkan dampak positif terhadap upaya penurunan stunting di Desa Penfui Timur, meskipun masih terdapat beberapa kendala. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat untuk mengoptimalkan program yang sedang berjalan. Kata kunci: Optimalisasi, dana desa, pemanfaatan, stunting |
| 650 | # | 4 | $a kurang gizi |
| 700 | 0 | # | $a Umar Nain |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20711 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :