
| Judul | OPTIMALISASI PENATAUSAHAAN ASET TETAP BERUPA TANAH OLEH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH / Muhammad Sultan Azqa Wildan |
| Pengarang | Muhammad Sultan Azqa Wildan Budi Margono |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 13 |
| Subjek | Aset daerah |
| Abstrak | Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penatausahaan aset tetap, khususnya tanah, merupakan aspek vital dalam pengelolaan keuangan daerah karena memiliki nilai strategis dan fungsi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam merespons hal tersebut, Kota Banda Aceh telah mengadopsi sistem digital SIGOLABANG sebagai inovasi penatausahaan aset berbasis teknologi. Namun implementasi sistem ini belum berjalan optimal karena rendahnya integrasi antar unit kerja, minimnya pembaharuan sistem, serta kurangnya pelatihan dan penguatan kapasitas aparatur. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tentang penatausahaan aset tetap tanah pada Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori Optimalisasi Pengelolaan Aset Suwanda (2015). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala teknis yaitu adanya bug dalam sistem yang dapat menghambat proses pencatatan dan pengelolaan data. Selain itu, keterbatasan jaringan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi sistem. Meskipun demikian, seluruh aset tanah di Kota Banda Aceh telah tersertifikasi, menunjukkan adanya perkembangan yang positif dalam pengelolaan aset oleh pemerintah daerah. Kesimpulan: Optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Implementasi Sistem Agregasi Tata Kelola Pelaporan Barang Milik Daerah (SIGOLABANG) terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan aset dibandingkan dengan metode konvensional yang sebelumnya digunakan. Kata Kunci: Penatausahaan Aset, SIGOLABANG, Optimalisasi Pengelolaan Aset |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20555 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00001/IPDN/1925 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192494 | ||
| 005 | 20260127085206 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126000939 |
| 082 | # | # | $a 352.485 981 112 |
| 084 | # | # | $a 352.485 981 112 MUH o |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Sultan Azqa Wildan |
| 245 | 1 | # | $a OPTIMALISASI PENATAUSAHAAN ASET TETAP BERUPA TANAH OLEH BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN KOTA BANDA ACEH PROVINSI ACEH /$c Muhammad Sultan Azqa Wildan |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 13 |
| 520 | # | # | $a Rumusan Masalah/Latar Belakang (GAP): Penatausahaan aset tetap, khususnya tanah, merupakan aspek vital dalam pengelolaan keuangan daerah karena memiliki nilai strategis dan fungsi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dalam merespons hal tersebut, Kota Banda Aceh telah mengadopsi sistem digital SIGOLABANG sebagai inovasi penatausahaan aset berbasis teknologi. Namun implementasi sistem ini belum berjalan optimal karena rendahnya integrasi antar unit kerja, minimnya pembaharuan sistem, serta kurangnya pelatihan dan penguatan kapasitas aparatur. Tujuan: Untuk mendapatkan gambaran tentang penatausahaan aset tetap tanah pada Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh. Metode: Menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori Optimalisasi Pengelolaan Aset Suwanda (2015). Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa kendala teknis yaitu adanya bug dalam sistem yang dapat menghambat proses pencatatan dan pengelolaan data. Selain itu, keterbatasan jaringan juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap optimalisasi sistem. Meskipun demikian, seluruh aset tanah di Kota Banda Aceh telah tersertifikasi, menunjukkan adanya perkembangan yang positif dalam pengelolaan aset oleh pemerintah daerah. Kesimpulan: Optimalisasi pencatatan aset tetap berupa tanah oleh Badan Pengelolaan Keuangan Kota Banda Aceh, dapat disimpulkan bahwa sistem pencatatan aset telah mengalami kemajuan yang signifikan. Implementasi Sistem Agregasi Tata Kelola Pelaporan Barang Milik Daerah (SIGOLABANG) terbukti meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan aset dibandingkan dengan metode konvensional yang sebelumnya digunakan. Kata Kunci: Penatausahaan Aset, SIGOLABANG, Optimalisasi Pengelolaan Aset |
| 650 | # | 4 | $a Aset daerah |
| 700 | 0 | # | $a Budi Margono |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20555 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :