Cite This        Tampung        Export Record
Judul OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAJAK DAERAH (SIMPADA) DI KABUPATEN KETAPANG / Erwin Juliansah
Pengarang Erwin Juliansah
Ika Agustina
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14 :Ilus
Subjek Pajak Daerah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Ketapang. Namun, realisasi penerimaannya belum optimal dan terus mengalami ketimpangan antara jumlah wajib pajak dan tingkat kepatuhan pembayaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah (SIMPADA), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengevaluasi strategi yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2017) yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SIMPADA memberikan kontribusi positif terhadap percepatan layanan dan kemudahan akses dalam pelaksanaan pendaftaran dan pembayaran pajak. Namun pengoperasian SIMPADA masih belum optimal karena terdapat beberapa kendala seperti data yang belum mutakhir, rendahnya literasi digital dan kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur berupa akses jalan yang memadai dan jaringan internet di wilayah perdesaan, serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih kurang optimal. Kesimpulan: Optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui SIMPADA memerlukan sinergi antara peningkatan kapasitas aparatur, perluasan edukasi publik, dan penguatan infrastruktur dan teknologi. Kata kunci: Optimalisasi, Pajak Daerah, Pemungutan, Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah.

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06944/IPDN/2025 Dapat dipinjam Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192506
005 20260127092724
035 # # $a 0010-0126000951
082 # # $a 352.635 983 241
084 # # $a 352.635 983 241 ERW o
100 0 # $a Erwin Juliansah
245 1 # $a OPTIMALISASI PEMUNGUTAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PAJAK DAERAH (SIMPADA) DI KABUPATEN KETAPANG /$c Erwin Juliansah
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) merupakan salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Ketapang. Namun, realisasi penerimaannya belum optimal dan terus mengalami ketimpangan antara jumlah wajib pajak dan tingkat kepatuhan pembayaran. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah (SIMPADA), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengevaluasi strategi yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Ketapang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data dilakukan dengan model interaktif menurut Miles dan Huberman dalam Sugiyono (2017) yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SIMPADA memberikan kontribusi positif terhadap percepatan layanan dan kemudahan akses dalam pelaksanaan pendaftaran dan pembayaran pajak. Namun pengoperasian SIMPADA masih belum optimal karena terdapat beberapa kendala seperti data yang belum mutakhir, rendahnya literasi digital dan kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur berupa akses jalan yang memadai dan jaringan internet di wilayah perdesaan, serta sosialisasi kepada masyarakat yang masih kurang optimal. Kesimpulan: Optimalisasi pemungutan PBB-P2 melalui SIMPADA memerlukan sinergi antara peningkatan kapasitas aparatur, perluasan edukasi publik, dan penguatan infrastruktur dan teknologi. Kata kunci: Optimalisasi, Pajak Daerah, Pemungutan, Sistem Informasi Manajemen Pajak Daerah.
650 # 4 $a Pajak Daerah
700 0 # $a Ika Agustina
Content Unduh katalog