Cite This        Tampung        Export Record
Judul EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI PROVINSI LAMPUNG / ZHAFIR NAUFAL AL KAHFI
Pengarang ZHAFIR NAUFAL AL KAHFI
Ayu Widowati Johannes
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 15 :Ilus
Subjek Pengelolaan keuangan daerah
Abstrak Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Provinsi Lampung telah menerapkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai instrumen strategis untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Namun, efektivitas SIPD belum sepenuhnya optimal karena berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi yang belum memadai, serta permasalahan teknis sistem. Hambatan ini berdampak pada kualitas laporan keuangan dan kepercayaan publik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas SIPD dalam meningkatkan pengelolaan keuangan daerah di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi dengan melibatkan pejabat dan pengguna SIPD di BPKAD. Teori efektivitas organisasi Duncan digunakan sebagai landasan analisis dengan tiga dimensi utama: pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPD memberikan kontribusi positif terhadap perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sepuluh tahun berturut-turut. Penelitian menunjukan bahwa dimensi pencapaian tujuan SIPD telah sesuai prosedur dan mencapai tujuan. Pada dimensi integrasi menemukan tidak ada masalah dalam hal ketersediaan SOP, struktur organisasi, pembagian tugas, dan pemanfaataan teknologi dalam sistem pengelolaan penelitian,serta dalam dimensi adaptasi sudah berjalan sesuai tatanan dalam kemampuan SDM dan pelatihan. Namun demikian, pelaksanaan SIPD masih terhambat oleh minimnya pelatihan, kesalahan teknis, dan akses internet yang terbatas. Upaya yang dilakukan meliputi bimbingan teknis, peningkatan kapasitas SDM, dan pengawasan berkelanjutan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan daerah di provinsi lampung sudah berjalan efektif dan sesuai prosedur SIPD. Untuk meningkatkan efektivitas diperlukan penguatan pelaksanaan SIPD melalui peningkatan pelatihan, infrastruktur, dan penyesuaian kebijakan sangat diperlukan untuk memaksimalkan efektivitasnya dalam mendukung prinsip good governance dan akuntabilitas keuangan di Provinsi Lampung. Kata kunci: Akuntabilitas, Efektivitas, Good Governance, Lampung, Manajemen Keuangan, SIPD, Transparansi
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22753

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
06954/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192519
005 20260127095418
035 # # $a 0010-0126000964
082 # # $a 352.459 818
084 # # $a 352.459 818 ZHA e
100 0 # $a ZHAFIR NAUFAL AL KAHFI
245 1 # $a EFEKTIVITAS SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI PROVINSI LAMPUNG /$c ZHAFIR NAUFAL AL KAHFI
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 15 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan (GAP) Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Provinsi Lampung telah menerapkan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai instrumen strategis untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Namun, efektivitas SIPD belum sepenuhnya optimal karena berbagai kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia, infrastruktur teknologi yang belum memadai, serta permasalahan teknis sistem. Hambatan ini berdampak pada kualitas laporan keuangan dan kepercayaan publik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas SIPD dalam meningkatkan pengelolaan keuangan daerah di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode induktif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi dengan melibatkan pejabat dan pengguna SIPD di BPKAD. Teori efektivitas organisasi Duncan digunakan sebagai landasan analisis dengan tiga dimensi utama: pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIPD memberikan kontribusi positif terhadap perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama sepuluh tahun berturut-turut. Penelitian menunjukan bahwa dimensi pencapaian tujuan SIPD telah sesuai prosedur dan mencapai tujuan. Pada dimensi integrasi menemukan tidak ada masalah dalam hal ketersediaan SOP, struktur organisasi, pembagian tugas, dan pemanfaataan teknologi dalam sistem pengelolaan penelitian,serta dalam dimensi adaptasi sudah berjalan sesuai tatanan dalam kemampuan SDM dan pelatihan. Namun demikian, pelaksanaan SIPD masih terhambat oleh minimnya pelatihan, kesalahan teknis, dan akses internet yang terbatas. Upaya yang dilakukan meliputi bimbingan teknis, peningkatan kapasitas SDM, dan pengawasan berkelanjutan. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan keuangan daerah di provinsi lampung sudah berjalan efektif dan sesuai prosedur SIPD. Untuk meningkatkan efektivitas diperlukan penguatan pelaksanaan SIPD melalui peningkatan pelatihan, infrastruktur, dan penyesuaian kebijakan sangat diperlukan untuk memaksimalkan efektivitasnya dalam mendukung prinsip good governance dan akuntabilitas keuangan di Provinsi Lampung. Kata kunci: Akuntabilitas, Efektivitas, Good Governance, Lampung, Manajemen Keuangan, SIPD, Transparansi
650 # 4 $a Pengelolaan keuangan daerah
700 0 # $a Ayu Widowati Johannes
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22753
Content Unduh katalog