
| Judul | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS SAWAH LEBAR KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU / Rafif Al Ghani |
| Pengarang | Rafif Al Ghani Siti Zulaika |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 11 |
| Subjek | Kebijakan kesehatan masyarakat |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peningkatan kesehatan ibu dan anak merupakan bagian penting dalam pencapaian Sustainable Development Goal (SDGs) goals ke-3, salah satunya melalui indikator pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Di Kota Bengkulu, kebijakan ini telah diatur melalui Peraturan Daerah No. 03 Tahun 2017 dan Peraturan Wali Kota No. 09 Tahun 2019. Meski demikian, cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Sawah Lebar pada tahun 2023 masih tergolong rendah, yakni hanya 17,1%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif berdasarkan teori implementasi kebijakan Goggins et.al (1990) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metodepengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data merujuk pada model Creswell (2023), melalui tahapan reduksi data, koding, pengelompokan, pencarian pola, dan interpretasi. Teori yang digunakan adalah model implementasi kebijakan dari Goggin et al. (1990), yang mencakup dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini belum optimal dengan keterangan dari dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan belum ada satupun yang berjalan dengan optimal. Adapun faktor pendukung meliputi komitmen tenaga kesehatan, peran kader Posyandu, dan kesadaran ibu, sedangkan penghambat utamanya adalah kurangnya dukungan keluarga, faktor sosial budaya, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja. Kesimpulan: Secara umum, implementasi kebijakan belum berjalan secara optimal, ditunjukkan oleh belum efektifnya dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan. Keberhasilan sebagian didukung oleh komitmen tenaga kesehatan, peran aktif kader Posyandu, dan kesadaran ibu. Namun, implementasi masih terkendala oleh kurangnya dukungan keluarga, faktor sosial budaya, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, ASI Eksklusif, Kesehatan Ibu dan Anak |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 06987/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192574 | ||
| 005 | 20260127120721 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001019 |
| 082 | # | # | $a 362.125 981 7 |
| 084 | # | # | $a 362.125 981 7 RAF i |
| 100 | 0 | # | $a Rafif Al Ghani |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS SAWAH LEBAR KECAMATAN RATU AGUNG KOTA BENGKULU PROVINSI BENGKULU /$c Rafif Al Ghani |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 11 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peningkatan kesehatan ibu dan anak merupakan bagian penting dalam pencapaian Sustainable Development Goal (SDGs) goals ke-3, salah satunya melalui indikator pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi. Di Kota Bengkulu, kebijakan ini telah diatur melalui Peraturan Daerah No. 03 Tahun 2017 dan Peraturan Wali Kota No. 09 Tahun 2019. Meski demikian, cakupan ASI eksklusif di Puskesmas Sawah Lebar pada tahun 2023 masih tergolong rendah, yakni hanya 17,1%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan pemberian ASI eksklusif berdasarkan teori implementasi kebijakan Goggins et.al (1990) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat pelaksanaannya. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metodepengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Analisis data merujuk pada model Creswell (2023), melalui tahapan reduksi data, koding, pengelompokan, pencarian pola, dan interpretasi. Teori yang digunakan adalah model implementasi kebijakan dari Goggin et al. (1990), yang mencakup dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini belum optimal dengan keterangan dari dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan belum ada satupun yang berjalan dengan optimal. Adapun faktor pendukung meliputi komitmen tenaga kesehatan, peran kader Posyandu, dan kesadaran ibu, sedangkan penghambat utamanya adalah kurangnya dukungan keluarga, faktor sosial budaya, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja. Kesimpulan: Secara umum, implementasi kebijakan belum berjalan secara optimal, ditunjukkan oleh belum efektifnya dimensi isi pesan, bentuk pesan, dan persepsi terhadap pimpinan. Keberhasilan sebagian didukung oleh komitmen tenaga kesehatan, peran aktif kader Posyandu, dan kesadaran ibu. Namun, implementasi masih terkendala oleh kurangnya dukungan keluarga, faktor sosial budaya, serta keterbatasan fasilitas menyusui di tempat kerja. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, ASI Eksklusif, Kesehatan Ibu dan Anak |
| 650 | # | 4 | $a Kebijakan kesehatan masyarakat |
| 700 | 0 | # | $a Siti Zulaika |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :