
| Judul | PENGEMBANGAN KARIER PNS YANG TERDAMPAK PENYETARAAN JABATAN DI BKPSDM KABUPATEN PIDIE / Muhammad Revi Muldana |
| Pengarang | Muhammad Revi Muldana Neni Alyani |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 10 |
| Subjek | Manajemen Personalia |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun kebijakan dan penelitian sebelumnya telah membahas transformasi dari jabatan struktural ke jabatan fungsional dalam institusi pemerintahan, masih terdapat keterbatasan penelitian empiris yang secara khusus menyoroti dampak penyetaraan jabatan ini terhadap pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tingkat pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Pidie. Sebagian besar studi yang ada belum secara komprehensif mengeksplorasi implementasi pengembangan karier melalui empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi, dan promosi—setelah restrukturisasi jabatan dilakukan. Selain itu, tantangan spesifik yang dihadapi pegawai dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan sistem jabatan fungsional, serta bagaimana respons lembaga daerah terhadap isu-isu ini, masih jarang dikaji. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pengembangan karier PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan karier di BKPSDM Kabupaten Pidie telah mengikuti empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi, dan promosi. Namun, masih terdapat tantangan seperti terbatasnya jumlah jabatan fungsional, rendahnya pemahaman pegawai terhadap sistem fungsional, serta kurangnya pelatihan dan sosialisasi. Kesimpulan: Pengembangan karier bagi PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan di BKPSDM Kabupaten Pidie telah dilaksanakan berdasarkan dimensi-dimensi utama. Namun demikian, masih dihadapkan pada berbagai kendala yang memerlukan peningkatan dukungan, pemahaman, dan pelatihan agar adaptasi terhadap jabatan fungsional dapat berjalan secara efektif. Kata Kunci: Pengembangan Karier, Pegawai Negeri Sipil, Penyetaraan Jabatan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24768 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07001/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192593 | ||
| 005 | 20260127015512 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001038 |
| 082 | # | # | $a 658.309 598 111 4 |
| 084 | # | # | $a 658.309 598 111 4 MUH p |
| 100 | 0 | # | $a Muhammad Revi Muldana |
| 245 | 1 | # | $a PENGEMBANGAN KARIER PNS YANG TERDAMPAK PENYETARAAN JABATAN DI BKPSDM KABUPATEN PIDIE /$c Muhammad Revi Muldana |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 10 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Meskipun kebijakan dan penelitian sebelumnya telah membahas transformasi dari jabatan struktural ke jabatan fungsional dalam institusi pemerintahan, masih terdapat keterbatasan penelitian empiris yang secara khusus menyoroti dampak penyetaraan jabatan ini terhadap pengembangan karier Pegawai Negeri Sipil (PNS) di tingkat pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Pidie. Sebagian besar studi yang ada belum secara komprehensif mengeksplorasi implementasi pengembangan karier melalui empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi, dan promosi—setelah restrukturisasi jabatan dilakukan. Selain itu, tantangan spesifik yang dihadapi pegawai dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan sistem jabatan fungsional, serta bagaimana respons lembaga daerah terhadap isu-isu ini, masih jarang dikaji. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis proses pengembangan karier PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan administrasi ke jabatan fungsional di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pidie. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa pengembangan karier di BKPSDM Kabupaten Pidie telah mengikuti empat dimensi utama—pendidikan, pelatihan, mutasi, dan promosi. Namun, masih terdapat tantangan seperti terbatasnya jumlah jabatan fungsional, rendahnya pemahaman pegawai terhadap sistem fungsional, serta kurangnya pelatihan dan sosialisasi. Kesimpulan: Pengembangan karier bagi PNS yang terdampak oleh penyetaraan jabatan di BKPSDM Kabupaten Pidie telah dilaksanakan berdasarkan dimensi-dimensi utama. Namun demikian, masih dihadapkan pada berbagai kendala yang memerlukan peningkatan dukungan, pemahaman, dan pelatihan agar adaptasi terhadap jabatan fungsional dapat berjalan secara efektif. Kata Kunci: Pengembangan Karier, Pegawai Negeri Sipil, Penyetaraan Jabatan. |
| 650 | # | 4 | $a Manajemen Personalia |
| 700 | 0 | # | $a Neni Alyani |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24768 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :