Cite This        Tampung        Export Record
Judul DAMPAK PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI KELURAHAN RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA / Korompis, Imanuel Anugerah
Pengarang Korompis, Imanuel Anugerah
Dwi Indah Kartika
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025
Deskripsi Fisik 24 :Ilus
Subjek Kesejahteraan Sosial
Abstrak Permasalahan: Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui bantuan pangan. Namun, pelaksanaan program ini di Kelurahan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidaktepatan sasaran, keterlambatan distribusi, serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat penerima. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program BPNT serta menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma postpositivistik untuk memahami implementasi dan dampak program BPNT terhadap kesejahteraan sosial masyarakat di Kelurahan Ranotana Weru. Kerangka konseptual yang digunakan adalah Teori Kesejahteraan Sosial Midgley serta model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan teknik triangulasi. untuk menjamin validitas. Informan dalam penelitian ini berjumlah 28 orang, terdiri dari Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Camat Wanea, Lurah Ranotana Weru, Koordinator BPNT Kota Manado, tiga agen kios penyalur BPNT, dan 20 masyarakat penerima manfaat. Kepala Dinas Sosial dipilih sebagai informan kunci karena perannya yang strategis dalam merumuskan kebijakan, mengelola, dan mengawasi pelaksanaan BPNT di tingkat kota. Pemilihan informan dilakukan secara purposif untuk memperoleh pandangan yang komprehensif dari pihak pengambil kebijakan hingga penerima manfaat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Kelurahan Ranotana Weru belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas. Selain itu, dampak sosial yang dirasakan antara lain peningkatan ketersediaan pangan dan hubungan sosial antara masyarakat dan pemerintah. Dampak ekonomi yang timbul mencakup meningkatnya efisiensi pengeluaran rumah tangga dan bertambahnya pendapatan agen lokal. Kesimpulan: Program BPNT memberi manfaat nyata bagi masyarakat, namun pelaksanaannya perlu perbaikan terutama dalam aspek koordinasi, akurasi data penerima, dan efektivitas distribusi. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan memberikan pelatihan berkelanjutan kepada seluruh pelaksana program agar tujuan program dapat tercapai secara optimal. Kata kunci: BPNT, pelaksanaan program, dampak sosial, dampak ekonomi, Kelurahan Ranotana Weru.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/24197

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07036/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192634
005 20260128092959
035 # # $a 0010-0126001079
082 # # $a 361.095 984 241
084 # # $a 361.095 984 241 KOR d
100 0 # $a Korompis, Imanuel Anugerah
245 1 # $a DAMPAK PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI DALAM MEWUJUDKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT DI KELURAHAN RANOTANA WERU KECAMATAN WANEA KOTA MANADO PROVINSI SULAWESI UTARA /$c Korompis, Imanuel Anugerah
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025
300 # # $a 24 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan: Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan salah satu bentuk kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin melalui bantuan pangan. Namun, pelaksanaan program ini di Kelurahan Ranotana Weru, Kecamatan Wanea, Kota Manado, masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidaktepatan sasaran, keterlambatan distribusi, serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat penerima. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program BPNT serta menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan terhadap Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma postpositivistik untuk memahami implementasi dan dampak program BPNT terhadap kesejahteraan sosial masyarakat di Kelurahan Ranotana Weru. Kerangka konseptual yang digunakan adalah Teori Kesejahteraan Sosial Midgley serta model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, dengan teknik triangulasi. untuk menjamin validitas. Informan dalam penelitian ini berjumlah 28 orang, terdiri dari Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Camat Wanea, Lurah Ranotana Weru, Koordinator BPNT Kota Manado, tiga agen kios penyalur BPNT, dan 20 masyarakat penerima manfaat. Kepala Dinas Sosial dipilih sebagai informan kunci karena perannya yang strategis dalam merumuskan kebijakan, mengelola, dan mengawasi pelaksanaan BPNT di tingkat kota. Pemilihan informan dilakukan secara purposif untuk memperoleh pandangan yang komprehensif dari pihak pengambil kebijakan hingga penerima manfaat. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Kelurahan Ranotana Weru belum sepenuhnya berjalan sesuai dengan prinsip tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kualitas. Selain itu, dampak sosial yang dirasakan antara lain peningkatan ketersediaan pangan dan hubungan sosial antara masyarakat dan pemerintah. Dampak ekonomi yang timbul mencakup meningkatnya efisiensi pengeluaran rumah tangga dan bertambahnya pendapatan agen lokal. Kesimpulan: Program BPNT memberi manfaat nyata bagi masyarakat, namun pelaksanaannya perlu perbaikan terutama dalam aspek koordinasi, akurasi data penerima, dan efektivitas distribusi. Pemerintah daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan memberikan pelatihan berkelanjutan kepada seluruh pelaksana program agar tujuan program dapat tercapai secara optimal. Kata kunci: BPNT, pelaksanaan program, dampak sosial, dampak ekonomi, Kelurahan Ranotana Weru.
650 # 4 $a Kesejahteraan Sosial
700 0 # $a Dwi Indah Kartika
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/24197
Content Unduh katalog