
| Judul | EFEKTIVITAS PROGRAM SABTU MINGGU SIAP MELAYANI (SAMI-SAMI) DALAM MENINGKATKAN JUMLAH AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KABUPATEN BEKASI PROVINSI JAWA BARAT / Rafli Anantapraja Sadrach |
| Pengarang | Rafli Anantapraja Sadrach Ahmad Ripa’i |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 19 |
| Subjek | Administrasi Kependudukan |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Belum optimalnya pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang tidak memiliki waktu luang di hari kerja, khususnya dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif Program Sami-Sami Disdukcapil Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan jumlah aktivasi IKD. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori efektivitas program menurut Budiani yang mencakup empat dimensi: ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Program Sami-Sami terbukti cukup efektif dalam meningkatkan aktivasi IKD, terutama bagi masyarakat yang sulit mengakses layanan di hari kerja. Per Januari 2025, aktivasi IKD di Kabupaten Bekasi mencapai 7,31%. Faktor pendukung meliputi inovasi layanan akhir pekan, kelengkapan jenis layanan, dan dukungan masyarakat serta perangkat wilayah. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan SDM dan peralatan teknis, belum adanya regulasi formal, serta minimnya sosialisasi. Kesimpulan: Program sami-sami memberikan kontribusi positif terhadap pelayanan administrasi kependudukan, khususnya dalam memperluas akses aktivasi IKD. Upaya yang dilakukan oleh Disdukcapil Kabupaten Bekasi, seperti pelatihan petugas dan sosialisasi digital, menunjukkan komitmen dalam mengatasi hambatan. Diperlukan regulasi resmi dan dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk menjamin keberlanjutan program. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Program Sami-Sami, Identitas Kependudukan Digital, Efektivitas Program, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Bekasi |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22161 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07048/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192654 | ||
| 005 | 20260128102147 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001099 |
| 082 | # | # | $a 304.659 824 21 |
| 084 | # | # | $a 304.659 824 21 RAF e |
| 100 | 0 | # | $a Rafli Anantapraja Sadrach |
| 245 | 1 | # | $a EFEKTIVITAS PROGRAM SABTU MINGGU SIAP MELAYANI (SAMI-SAMI) DALAM MENINGKATKAN JUMLAH AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL (IKD) DI KABUPATEN BEKASI PROVINSI JAWA BARAT /$c Rafli Anantapraja Sadrach |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 19 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Belum optimalnya pelayanan administrasi kependudukan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi yang tidak memiliki waktu luang di hari kerja, khususnya dalam aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif Program Sami-Sami Disdukcapil Kabupaten Bekasi dalam meningkatkan jumlah aktivasi IKD. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori efektivitas program menurut Budiani yang mencakup empat dimensi: ketepatan sasaran program, sosialisasi program, tujuan program, dan pemantauan program. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Program Sami-Sami terbukti cukup efektif dalam meningkatkan aktivasi IKD, terutama bagi masyarakat yang sulit mengakses layanan di hari kerja. Per Januari 2025, aktivasi IKD di Kabupaten Bekasi mencapai 7,31%. Faktor pendukung meliputi inovasi layanan akhir pekan, kelengkapan jenis layanan, dan dukungan masyarakat serta perangkat wilayah. Kendala yang dihadapi adalah keterbatasan SDM dan peralatan teknis, belum adanya regulasi formal, serta minimnya sosialisasi. Kesimpulan: Program sami-sami memberikan kontribusi positif terhadap pelayanan administrasi kependudukan, khususnya dalam memperluas akses aktivasi IKD. Upaya yang dilakukan oleh Disdukcapil Kabupaten Bekasi, seperti pelatihan petugas dan sosialisasi digital, menunjukkan komitmen dalam mengatasi hambatan. Diperlukan regulasi resmi dan dukungan anggaran dari pemerintah daerah untuk menjamin keberlanjutan program. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Program Sami-Sami, Identitas Kependudukan Digital, Efektivitas Program, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Bekasi |
| 650 | # | 4 | $a Administrasi Kependudukan |
| 700 | 0 | # | $a Ahmad Ripa’i |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22161 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :