
| Judul | MANAJEMEN LOGISTIK TANGGAP DARURAT BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR / Ilmiah Qolbi Akbar |
| Pengarang | Ilmiah Qolbi Akbar Lubis, Bertha |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 18 :Ilus |
| Subjek | Bantuan dan penanggulangan bencana |
| Abstrak | Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Peneliti berfokus pada masalah manajemen logistik tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kota Blitar pada sempitnya kapasitas gudang dan kurangnya personel di BPBD Kota Blitar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen logistik tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kota Blitar. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam operasionalisasi konsep penelitian ini adalah teori fungsi manajemen logistik menurut H. Subagya (1990), yang mencakup fungsi perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, penghapusan, dan pengendalian logistik. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan informan yang terdiri dari Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Sekretaris BPBD, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik, serta staf yang terlibat langsung dalam manajemen logistik. Data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait kebijakan dan laporan kegiatan BPBD Kota Blitar juga digunakan untuk mendukung analisis. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Blitar menjalankan fungsi manajemen logistik tanggap darurat melalui beberapa dimensi utama. Perencanaan dilakukan dengan turun langsung ke lokasi bencana untuk menentukan kebutuhan logistik. Pengadaan logistik melibatkan evaluasi stok dan penganggaran melalui koordinasi dengan instansi terkait. Penganggaran menggunakan dana APBD dan dana darurat untuk kebutuhan mendesak. Pemeliharaan logistik dilakukan dengan pengecekan rutin terhadap barang yang mendekati kedaluwarsa. Penyimpanan dan penyaluran menggunakan sistem FIFO untuk memastikan distribusi yang tepat. Penghapusan dilakukan terhadap barang yang tidak layak pakai, melalui distribusi atau lelang. Pengendalian memastikan proses logistik efisien dan transparan dengan koordinasi antar BPBD. Kesimpulan: Manajemen logistik yang efisien sangat penting untuk mengurangi dampak bencana. Untuk itu, perlu meningkatkan kapasitas gudang, menambah personel, dan melakukan pemeliharaan logistik secara rutin agar barang siap digunakan saat dibutuhkan. Upaya ini dapat memperkuat kesiapsiagaan BPBD Kota Blitar dalam menghadapi bencana. Kata kunci: Manajemen Logistik, Bencana Hidrometeorologi, BPBD, Distribusi Logistik, Tanggap Darurat. |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07050/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192656 | ||
| 005 | 20260128102747 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001101 |
| 082 | # | # | $a 363.348 598 2 |
| 084 | # | # | $a 363.348 598 2 ILM m |
| 100 | 0 | # | $a Ilmiah Qolbi Akbar |
| 245 | 1 | # | $a MANAJEMEN LOGISTIK TANGGAP DARURAT BENCANA HIDROMETEOROLOGI DI KOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR /$c Ilmiah Qolbi Akbar |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 18 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan / Latar Belakang (GAP): Peneliti berfokus pada masalah manajemen logistik tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kota Blitar pada sempitnya kapasitas gudang dan kurangnya personel di BPBD Kota Blitar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen logistik tanggap darurat bencana hidrometeorologi di Kota Blitar. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Teori yang digunakan dalam operasionalisasi konsep penelitian ini adalah teori fungsi manajemen logistik menurut H. Subagya (1990), yang mencakup fungsi perencanaan, penganggaran, pengadaan, penyimpanan, pemeliharaan, penghapusan, dan pengendalian logistik. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan informan yang terdiri dari Kepala Pelaksana BPBD Kota Blitar, Sekretaris BPBD, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Logistik, serta staf yang terlibat langsung dalam manajemen logistik. Data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait kebijakan dan laporan kegiatan BPBD Kota Blitar juga digunakan untuk mendukung analisis. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa BPBD Kota Blitar menjalankan fungsi manajemen logistik tanggap darurat melalui beberapa dimensi utama. Perencanaan dilakukan dengan turun langsung ke lokasi bencana untuk menentukan kebutuhan logistik. Pengadaan logistik melibatkan evaluasi stok dan penganggaran melalui koordinasi dengan instansi terkait. Penganggaran menggunakan dana APBD dan dana darurat untuk kebutuhan mendesak. Pemeliharaan logistik dilakukan dengan pengecekan rutin terhadap barang yang mendekati kedaluwarsa. Penyimpanan dan penyaluran menggunakan sistem FIFO untuk memastikan distribusi yang tepat. Penghapusan dilakukan terhadap barang yang tidak layak pakai, melalui distribusi atau lelang. Pengendalian memastikan proses logistik efisien dan transparan dengan koordinasi antar BPBD. Kesimpulan: Manajemen logistik yang efisien sangat penting untuk mengurangi dampak bencana. Untuk itu, perlu meningkatkan kapasitas gudang, menambah personel, dan melakukan pemeliharaan logistik secara rutin agar barang siap digunakan saat dibutuhkan. Upaya ini dapat memperkuat kesiapsiagaan BPBD Kota Blitar dalam menghadapi bencana. Kata kunci: Manajemen Logistik, Bencana Hidrometeorologi, BPBD, Distribusi Logistik, Tanggap Darurat. |
| 650 | # | 4 | $a Bantuan dan penanggulangan bencana |
| 700 | 3 | # | $a Lubis, Bertha |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :