Cite This        Tampung        Export Record
Judul IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK KLASTER PERLINDUNGAN KHUSUS DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA / Aulia Dwi Oktaviani
Pengarang Aulia Dwi Oktaviani
Siti Zulaika
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 15
Subjek Hukum Perlindungan Anak
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Kendari dalam tiga tahun terakhir menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Namun demikian, terjadi ketimpangan antara penghargaan yang diperoleh dengan realitas di lapangan, yakni tingginya angka kekerasan terhadap anak yang terus meningkat setiap tahun, tercatat 47 kasus pada tahun 2023. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan KLA, khususnya pada klaster perlindungan khusus, belum berjalan secara optimal. Permasalahan ini menjadi krusial karena bentuk-bentuk kekerasan seperti seksual, fisik, dan psikis banyak terjadi pada anak usia sekolah, yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal dari pemerintah daerah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Kebijakan Kota Layak Anak pada Klaster Perlindungan Khusus di Kota Kendari serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang dikaji berfokus pada pemahaman mendalam terhadap proses implementasi kebijakan Kota Layak Anak, khususnya pada klaster perlindungan khusus, yang bersifat kompleks dan kontekstual. Pendekatan kualitatif dianggap tepat karena mampu menggambarkan secara menyeluruh fenomena sosial, dinamika kebijakan, dan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya melalui perspektif pelaku kebijakan dan masyarakat yang terdampak. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer, yaitu hasil wawancara mendalam dengan informan kunci dan data sekunder berupa dokumen kebijakan, laporan resmi, berita, dan data dari instansi terkait. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu penentuan informan secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu, seperti keterlibatan langsung dalam implementasi kebijakan KLA klaster perlindungan khusus. Selanjutnya digunakan teknik snowball sampling untuk menjangkau informan lain yang relevan berdasarkan rekomendasi dari informan awal. Teknik accidental sampling juga digunakan untuk memperoleh perspektif masyarakat secara umum, terutama korban atau orang tua korban kekerasan anak. Pemilihan informan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan kebijakan maupun dampak dari kebijakan tersebut. Data dikumpulkan melalui 3 teknik utama, yaitu observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan fokus utama pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari serta beberapa sekolah, puskesmas, dan lingkungan masyarakat yang relevan. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan Januari 2025. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan KLA klaster perlindungan khusus di Kota Kendari belum berjalan optimal. Pada dimensi karakteristik masalah ditemukan peningkatan kasus kekerasan anak yang korbannya berada dalam usia anak sekolah sehingga menunjukkan masalah yang mendesak. Kemudian karakteristik kebijakan dimana anggaran dana yang belum teroptimalkan dengan baik serta dimensi lingkungan kebijakan yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Terdapat beberapa faktor penghambat yakni sosialisasi yang kurang merata, keterbatasan anggaran, sarana, dan prasarana, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan peningkatan kasus kekerasan masih terus terjadi di Kota Kendari. Sedangkan faktor pendukungnya yakni komitmen pemerintah daerah Kota Kendari dalam mendukung program, keterlibatan berbagai pihak, serta regulasi yang mendukung. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Kota Layak Anak pada Klaster Perlindungan Khusus di Kota Kendari belum berjalan optimal. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kekerasan terhadap anak yang meningkat setiap tahun, lemahnya pemanfaatan anggaran, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Kendala utama dalam implementasi kebijakan meliputi kurangnya sosialisasi, keterbatasan sumber daya, dan pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat. Meski demikian, terdapat faktor pendukung seperti komitmen pemerintah daerah, keterlibatan lintas sektor, serta keberadaan regulasi yang mendukung kebijakan Kota Layak Anak. Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan, Perlindungan Khusus, Kota Layak Anak
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22344

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07078/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192691
005 20260128113823
035 # # $a 0010-0126001136
082 # # $a 344.598 034 831
084 # # $a 344.598 034 831 AUL i
100 0 # $a Aulia Dwi Oktaviani
245 1 # $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KOTA LAYAK ANAK KLASTER PERLINDUNGAN KHUSUS DI KOTA KENDARI PROVINSI SULAWESI TENGGARA /$c Aulia Dwi Oktaviani
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 15
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Kota Kendari dalam tiga tahun terakhir menerima penghargaan sebagai Kota Layak Anak (KLA) tingkat Nindya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Namun demikian, terjadi ketimpangan antara penghargaan yang diperoleh dengan realitas di lapangan, yakni tingginya angka kekerasan terhadap anak yang terus meningkat setiap tahun, tercatat 47 kasus pada tahun 2023. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan KLA, khususnya pada klaster perlindungan khusus, belum berjalan secara optimal. Permasalahan ini menjadi krusial karena bentuk-bentuk kekerasan seperti seksual, fisik, dan psikis banyak terjadi pada anak usia sekolah, yang seharusnya mendapatkan perlindungan maksimal dari pemerintah daerah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Kebijakan Kota Layak Anak pada Klaster Perlindungan Khusus di Kota Kendari serta faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan kebijakan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini dipilih karena permasalahan yang dikaji berfokus pada pemahaman mendalam terhadap proses implementasi kebijakan Kota Layak Anak, khususnya pada klaster perlindungan khusus, yang bersifat kompleks dan kontekstual. Pendekatan kualitatif dianggap tepat karena mampu menggambarkan secara menyeluruh fenomena sosial, dinamika kebijakan, dan faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya melalui perspektif pelaku kebijakan dan masyarakat yang terdampak. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer, yaitu hasil wawancara mendalam dengan informan kunci dan data sekunder berupa dokumen kebijakan, laporan resmi, berita, dan data dari instansi terkait. Informan penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu penentuan informan secara sengaja berdasarkan kriteria tertentu, seperti keterlibatan langsung dalam implementasi kebijakan KLA klaster perlindungan khusus. Selanjutnya digunakan teknik snowball sampling untuk menjangkau informan lain yang relevan berdasarkan rekomendasi dari informan awal. Teknik accidental sampling juga digunakan untuk memperoleh perspektif masyarakat secara umum, terutama korban atau orang tua korban kekerasan anak. Pemilihan informan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan kebijakan maupun dampak dari kebijakan tersebut. Data dikumpulkan melalui 3 teknik utama, yaitu observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan fokus utama pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari serta beberapa sekolah, puskesmas, dan lingkungan masyarakat yang relevan. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan Januari 2025. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan KLA klaster perlindungan khusus di Kota Kendari belum berjalan optimal. Pada dimensi karakteristik masalah ditemukan peningkatan kasus kekerasan anak yang korbannya berada dalam usia anak sekolah sehingga menunjukkan masalah yang mendesak. Kemudian karakteristik kebijakan dimana anggaran dana yang belum teroptimalkan dengan baik serta dimensi lingkungan kebijakan yang dipengaruhi oleh faktor sosial dan ekonomi. Terdapat beberapa faktor penghambat yakni sosialisasi yang kurang merata, keterbatasan anggaran, sarana, dan prasarana, serta masih rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan peningkatan kasus kekerasan masih terus terjadi di Kota Kendari. Sedangkan faktor pendukungnya yakni komitmen pemerintah daerah Kota Kendari dalam mendukung program, keterlibatan berbagai pihak, serta regulasi yang mendukung. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan Kota Layak Anak pada Klaster Perlindungan Khusus di Kota Kendari belum berjalan optimal. Hal ini ditunjukkan dengan masih tingginya angka kekerasan terhadap anak yang meningkat setiap tahun, lemahnya pemanfaatan anggaran, serta rendahnya kesadaran masyarakat. Kendala utama dalam implementasi kebijakan meliputi kurangnya sosialisasi, keterbatasan sumber daya, dan pengaruh kondisi sosial ekonomi masyarakat. Meski demikian, terdapat faktor pendukung seperti komitmen pemerintah daerah, keterlibatan lintas sektor, serta keberadaan regulasi yang mendukung kebijakan Kota Layak Anak. Kata Kunci : Implementasi, Kebijakan, Perlindungan Khusus, Kota Layak Anak
650 # 4 $a Hukum Perlindungan Anak
700 0 # $a Siti Zulaika
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/22344
Content Unduh katalog