Cite This        Tampung        Export Record
Judul COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA LOHA UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DESA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT / Siok, Meyti Hardini Utami
Pengarang Siok, Meyti Hardini Utami
Afni Nooraini
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 11
Subjek Administrasi Pembangunan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa Wisata Loha di Kabupaten Manggarai Barat menghadapi tantangan keterbatasan akses air bersih, listrik, dan minimnya promosi digital, yang belum sepenuhnya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya tujuan ke-6 (air bersih), ke-7 (energi bersih), dan ke-17 (kemitraan). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika Collaborative Governance dalam pengembangan Desa Wisata Loha untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Kabupaten Manggarai Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana telah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan 12 informan serta dokumen-dokumen yang sesuai dengan kebutuhan penelitian serta sumber data dari Data Primer dan Data Sekunder. Hasil/Temuan: collaborative governance di Desa Wisata Loha berjalan melalui tiga indikator utama: (1) keterlibatan yang berprinsip, tercermin dari musyawarah rutin dan pembagian peran yang jelas antar aktor; (2) motivasi bersama, berupa komitmen kolektif dan kepercayaan antar pihak; serta (3) kapasitas aksi kolektif, yang didukung oleh penguatan kelembagaan, pelatihan masyarakat, dan optimalisasi sumber daya lokal. Faktor pendorong keberhasilan kolaborasi meliputi saling ketergantungan, insentif konsekuensial, dan kepemimpinan inisiasi, sementara hambatan utama adalah keterbatasan infrastruktur dan promosi. Kesimpulan: collaborative governance terbukti efektif dalam memperkuat pengelolaan desa wisata, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendorong pencapaian SDGs Desa secara inklusif dan berkelanjutan di Desa Wisata Loha. Kata Kunci: collaborative governance, desa wisata, SDGs, Manggarai Barat, kolaborasi
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23526

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07100/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192713
005 20260128125333
035 # # $a 0010-0126001158
082 # # $a 354.640 959 868 22
084 # # $a 354.640 959 868 22 SIO c
100 3 # $a Siok, Meyti Hardini Utami
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGEMBANGAN DESA WISATA LOHA UNTUK MEWUJUDKAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGS) DESA DI KABUPATEN MANGGARAI BARAT /$c Siok, Meyti Hardini Utami
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Desa Wisata Loha di Kabupaten Manggarai Barat menghadapi tantangan keterbatasan akses air bersih, listrik, dan minimnya promosi digital, yang belum sepenuhnya mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) Desa, khususnya tujuan ke-6 (air bersih), ke-7 (energi bersih), dan ke-17 (kemitraan). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dinamika Collaborative Governance dalam pengembangan Desa Wisata Loha untuk mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa di Kabupaten Manggarai Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana telah dilakukan pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan 12 informan serta dokumen-dokumen yang sesuai dengan kebutuhan penelitian serta sumber data dari Data Primer dan Data Sekunder. Hasil/Temuan: collaborative governance di Desa Wisata Loha berjalan melalui tiga indikator utama: (1) keterlibatan yang berprinsip, tercermin dari musyawarah rutin dan pembagian peran yang jelas antar aktor; (2) motivasi bersama, berupa komitmen kolektif dan kepercayaan antar pihak; serta (3) kapasitas aksi kolektif, yang didukung oleh penguatan kelembagaan, pelatihan masyarakat, dan optimalisasi sumber daya lokal. Faktor pendorong keberhasilan kolaborasi meliputi saling ketergantungan, insentif konsekuensial, dan kepemimpinan inisiasi, sementara hambatan utama adalah keterbatasan infrastruktur dan promosi. Kesimpulan: collaborative governance terbukti efektif dalam memperkuat pengelolaan desa wisata, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendorong pencapaian SDGs Desa secara inklusif dan berkelanjutan di Desa Wisata Loha. Kata Kunci: collaborative governance, desa wisata, SDGs, Manggarai Barat, kolaborasi
650 # 4 $a Administrasi Pembangunan
700 0 # $a Afni Nooraini
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/23526
Content Unduh katalog