
| Judul | ANALISIS BEBAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL SECARA ELEKTRONIK DI KANTOR KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA / Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno |
| Pengarang | Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno Rikha Murliasari |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 16 |
| Subjek | Manajemen Personalia |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi analisis beban kerja melalui sistem e-ABK merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi manajemen aparatur sipil negara. Namun, implementasinya di tingkat kecamatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi pegawai, dominasi usia lanjut, dan infrastruktur yang belum memadai. Di Kecamatan Genteng, Surabaya, mayoritas pegawai berusia di atas 50 tahun dan berpendidikan menengah, sehingga mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem e-ABK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik (e-ABK) terhadap Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah analisis beban kerja menurut Gary Dessler, yang mencakup efektivitas sistem, pengelolaan kinerja, keterlibatan pegawai, dan penggunaan teknologi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-ABK dapat meningkatkan akurasi data dan mempercepat proses pelaporan, dibuktikan dengan 4 dimensi terdapat 2 diimensi yang masih kurang baik yaitu dimensi keterlibatan pegawai dan penggunaan teknologi. Bebrapa kendala yang ditemui berupa kompetensi digital yang rendah, keterbatasan peran pengguna, serta kurangnya infrastruktur teknologi yang mendukung. Kesimpulan: Pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam mendukung efektivitas tata kelola kepegawaian. Namun memang masih ditemukan beberapa kendala, untuk diperlukan peningkatan kapasitas teknis, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta koordinasi lintas unit kerja. Kata Kunci: e-ABK, analisis beban kerja, birokrasi digital |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24538 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07112/IPDN/2025 | Dapat dipinjam | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192728 | ||
| 005 | 20260128012708 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001173 |
| 082 | # | # | $a 658.309 598 286 1 |
| 084 | # | # | $a 658.309 598 286 1 REI a |
| 100 | 0 | # | $a Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno |
| 245 | 1 | # | $a ANALISIS BEBAN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL SECARA ELEKTRONIK DI KANTOR KECAMATAN GENTENG KOTA SURABAYA /$c Reinaldy Fauzan Hilmy Ramsy Sukarno |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 16 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Digitalisasi analisis beban kerja melalui sistem e-ABK merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan efisiensi manajemen aparatur sipil negara. Namun, implementasinya di tingkat kecamatan menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi pegawai, dominasi usia lanjut, dan infrastruktur yang belum memadai. Di Kecamatan Genteng, Surabaya, mayoritas pegawai berusia di atas 50 tahun dan berpendidikan menengah, sehingga mengalami kesulitan dalam mengoperasikan sistem e-ABK. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik (e-ABK) terhadap Pegawai Negeri Sipil di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah analisis beban kerja menurut Gary Dessler, yang mencakup efektivitas sistem, pengelolaan kinerja, keterlibatan pegawai, dan penggunaan teknologi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem e-ABK dapat meningkatkan akurasi data dan mempercepat proses pelaporan, dibuktikan dengan 4 dimensi terdapat 2 diimensi yang masih kurang baik yaitu dimensi keterlibatan pegawai dan penggunaan teknologi. Bebrapa kendala yang ditemui berupa kompetensi digital yang rendah, keterbatasan peran pengguna, serta kurangnya infrastruktur teknologi yang mendukung. Kesimpulan: Pelaksanaan analisis beban kerja secara elektronik di Kantor Kecamatan Genteng Kota Surabaya menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam mendukung efektivitas tata kelola kepegawaian. Namun memang masih ditemukan beberapa kendala, untuk diperlukan peningkatan kapasitas teknis, penyediaan sarana prasarana yang memadai, serta koordinasi lintas unit kerja. Kata Kunci: e-ABK, analisis beban kerja, birokrasi digital |
| 650 | # | 4 | $a Manajemen Personalia |
| 700 | 0 | # | $a Rikha Murliasari |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24538 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :