
| Judul | STRATEGI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI RIAU DALAM PEMBINAAN PEGAWAI ALIH JABATAN STRUKTURAL KE FUNGSIONAL / ARYO PURNOMO |
| Pengarang | ARYO PURNOMO Azharisman Rozie |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 14 |
| Subjek | Manajemen Personalia |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jabatan sebelum dan sesudah penyetaraan daristruktur organisasi di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau terlihat adanya penyetaraan dari jabatan struktural ke jabatan fungsional. Penyederhanaan birokrasi memberi kewajiban pada pejabat yang dialihkan ke jabatan untuk segera melaksanakan adaptasi melalui kerja baru dan mampu mengerjakan tugas berprinsip mengutamakan ketepatan dan kecepatan untuk itu diperlukan suatu pembinaan dengan tujuan mengurangi ataupun menghilangkan dampak negatif akibat pelaksanaan penyederhanaan birokrasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau Sebagai leading sector. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja strategi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daereah Provinsi Riau dalam pembinaan pegawai alih jabatan dari struktural ke fungsional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih dengan alasan, metode kualitatif mampu menjelaskan dengan rinci menganai topik utama penelitian yang dibahas, sehingga hasil akhirnya dapat dimengerti oleh semua pihak sebagai bahan evaluasi dimasa yang akan datang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumen. dan observasi langsung. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah Teori Strategi oleh Geoff Mulgan (2009). Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 12 informan. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan serta verifikasi. Adapun penelitian ini menggunakan instrument Tunggal yaitu penulis itu sendiri. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setrategi BKD Provinsi Riau dalam melakukan pembinaan pada pegawai yang alih jabatan terlihat dari analisis beberapa dimensi, pada dimensi strategi tujuan BKD Provinsi Riau melakukan strategi dengan menyusun rencana pembinaan yang menitikberatkan pada pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja pegawai, pada dimensi lingkungan terlihat adanya pemetaan dari segi latar belakang Pendidikan sehingga adanya ketepatan penempatan jabatan fungsional, pada dimensi pengarahan terlihat sudah ada pengarahan yang jelas dari BKD Provinsi Riau kepada pegawai terkait, pada dimensi tindakan terlihat menerbitkan Surat Keputusan(SK) pengangkatan ke jabatan fungsional, pada dimensi pembelajaran terlihat adanya arah pembelajaran yang terkonsep dan bertahap kepada pegawai yang dilakukan pembinaan. Kesimpulan: Pembinaan pegawai alih jabatan struktural ke fungsional yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau sejauh ini sudah terlaksana dengan baik namun kurang optimal dikarenakan terdapat beberapahambatanterutamadalamproseskomunikasidanadanyaresistensidaripegawai. KataKunci:Strategi,Pembinaan,AlihJabatanStrukturalkeFungsional |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24839 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07119/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192737 | ||
| 005 | 20260128014917 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001182 |
| 082 | # | # | $a 658.3 |
| 084 | # | # | $a 658.3 ARY s |
| 100 | 0 | # | $a ARYO PURNOMO |
| 245 | 1 | # | $a STRATEGI BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH PROVINSI RIAU DALAM PEMBINAAN PEGAWAI ALIH JABATAN STRUKTURAL KE FUNGSIONAL /$c ARYO PURNOMO |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 14 |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Jabatan sebelum dan sesudah penyetaraan daristruktur organisasi di Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau terlihat adanya penyetaraan dari jabatan struktural ke jabatan fungsional. Penyederhanaan birokrasi memberi kewajiban pada pejabat yang dialihkan ke jabatan untuk segera melaksanakan adaptasi melalui kerja baru dan mampu mengerjakan tugas berprinsip mengutamakan ketepatan dan kecepatan untuk itu diperlukan suatu pembinaan dengan tujuan mengurangi ataupun menghilangkan dampak negatif akibat pelaksanaan penyederhanaan birokrasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau Sebagai leading sector. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja strategi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daereah Provinsi Riau dalam pembinaan pegawai alih jabatan dari struktural ke fungsional. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Metode ini dipilih dengan alasan, metode kualitatif mampu menjelaskan dengan rinci menganai topik utama penelitian yang dibahas, sehingga hasil akhirnya dapat dimengerti oleh semua pihak sebagai bahan evaluasi dimasa yang akan datang. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini meliputi wawancara, studi dokumen. dan observasi langsung. Teori utama yang dipakai untuk menganalisis topik ini adalah Teori Strategi oleh Geoff Mulgan (2009). Infoman yang dilibatkan dalam penelitian ini berjumlah 12 informan. Analisis data dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan juga penarikan kesimpulan serta verifikasi. Adapun penelitian ini menggunakan instrument Tunggal yaitu penulis itu sendiri. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setrategi BKD Provinsi Riau dalam melakukan pembinaan pada pegawai yang alih jabatan terlihat dari analisis beberapa dimensi, pada dimensi strategi tujuan BKD Provinsi Riau melakukan strategi dengan menyusun rencana pembinaan yang menitikberatkan pada pengembangan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja pegawai, pada dimensi lingkungan terlihat adanya pemetaan dari segi latar belakang Pendidikan sehingga adanya ketepatan penempatan jabatan fungsional, pada dimensi pengarahan terlihat sudah ada pengarahan yang jelas dari BKD Provinsi Riau kepada pegawai terkait, pada dimensi tindakan terlihat menerbitkan Surat Keputusan(SK) pengangkatan ke jabatan fungsional, pada dimensi pembelajaran terlihat adanya arah pembelajaran yang terkonsep dan bertahap kepada pegawai yang dilakukan pembinaan. Kesimpulan: Pembinaan pegawai alih jabatan struktural ke fungsional yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau sejauh ini sudah terlaksana dengan baik namun kurang optimal dikarenakan terdapat beberapahambatanterutamadalamproseskomunikasidanadanyaresistensidaripegawai. KataKunci:Strategi,Pembinaan,AlihJabatanStrukturalkeFungsional |
| 650 | # | 4 | $a Manajemen Personalia |
| 700 | 0 | # | $a Azharisman Rozie |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24839 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :