Cite This        Tampung        Export Record
Judul OPTIMALISASI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN MALUKU TENGAH PROVINSI MALUKU / Pattiasina, Reasly Valenzia
Pengarang Pattiasina, Reasly Valenzia
Nurhadi
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 14 :Ilus
Subjek lingkungan
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Namun, di Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Kecamatan Kota Masohi, pemanfaatan RTH belum optimal, terlihat dari data tahun 2023 yang hanya mencapai 0,28% dari total luas wilayah, jauh di bawah ketentuan minimal 30% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta strategi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, yaitu pejabat dan staf di Dinas Lingkungan Hidup yang memiliki kompetensi dan keterlibatan langsung terhadap pengelolaan RTH. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan sejumlah upaya seperti perencanaan tata ruang hijau, penanaman kembali, serta sosialisasi kepada masyarakat. Namun, optimalisasi masih terkendala oleh keterbatasan lahan, anggaran, minimnya partisipasi masyarakat, dan lemahnya koordinasi antarinstansi. Di sisi lain, dukungan regulasi dan komitmen pemerintah daerah menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan program. Kesimpulan: Optimalisasi pemanfaatan RTH di Kabupaten Maluku Tengah memerlukan pendekatan kolaboratif, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan regulasi dan pengawasan yang berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup perlu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam pengelolaan RTH untuk mencapai target luasan yang ideal sesuai ketentuan nasional. Kata kunci: Optimalisasi, Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup, Maluku Tengah, Efektivitas

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07123/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192741
005 20260128020021
035 # # $a 0010-0126001186
082 # # $a 333.759 852 23
084 # # $a 333.759 852 23 PAT o
100 3 # $a Pattiasina, Reasly Valenzia
245 1 # $a OPTIMALISASI DINAS LINGKUNGAN HIDUP DALAM PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN MALUKU TENGAH PROVINSI MALUKU /$c Pattiasina, Reasly Valenzia
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 14 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Namun, di Kabupaten Maluku Tengah, khususnya Kecamatan Kota Masohi, pemanfaatan RTH belum optimal, terlihat dari data tahun 2023 yang hanya mencapai 0,28% dari total luas wilayah, jauh di bawah ketentuan minimal 30% sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya optimalisasi pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Maluku Tengah, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta strategi yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling, yaitu pejabat dan staf di Dinas Lingkungan Hidup yang memiliki kompetensi dan keterlibatan langsung terhadap pengelolaan RTH. Hasil/Temuan: Penelitian menunjukkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup telah melakukan sejumlah upaya seperti perencanaan tata ruang hijau, penanaman kembali, serta sosialisasi kepada masyarakat. Namun, optimalisasi masih terkendala oleh keterbatasan lahan, anggaran, minimnya partisipasi masyarakat, dan lemahnya koordinasi antarinstansi. Di sisi lain, dukungan regulasi dan komitmen pemerintah daerah menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan program. Kesimpulan: Optimalisasi pemanfaatan RTH di Kabupaten Maluku Tengah memerlukan pendekatan kolaboratif, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan regulasi dan pengawasan yang berkelanjutan. Dinas Lingkungan Hidup perlu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan dalam pengelolaan RTH untuk mencapai target luasan yang ideal sesuai ketentuan nasional. Kata kunci: Optimalisasi, Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup, Maluku Tengah, Efektivitas
650 # 4 $a lingkungan
700 0 # $a Nurhadi
Content Unduh katalog