Cite This        Tampung        Export Record
Judul PENGEMBANGAN SUMBER DAYAAPARATUR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BOMBANA / Muhammad Dion Amirudin
Pengarang Muhammad Dion Amirudin
. Azharisman Rozie
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), 2025
Deskripsi Fisik 16
Subjek Manajemen Sumber Daya Manusia
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan publik menuntut adanya pengembangan yang berkelanjutan, namun tantangan seperti kesenjangan kompetensi dan tuntutan transformasi digital seringkali menghambat implementasi optimal, khususnya di tingkat pemerintah daerah. Meskipun pentingnya manajemen sumber daya manusia strategis telah diakui, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam memahami dinamika spesifik, tantangan, dan faktor keberhasilan pengembangan sumber daya aparatur dalam konteks kelembagaan yang unik seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana. Ini mencakup isuisu terkait keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dan belum sepenuhnya terintegrasinya sistem administrasi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sumber daya aparatur di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini secara hipotetis menunjukkan bahwa implementasi pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana sedang berjalan namun menghadapi beberapa tantangan. Temuan kunci mengindikasikan bahwa meskipun berbagai program pelatihan telah dilaksanakan, masih terdapat kesenjangan kompetensi, khususnya dalam literasi digital dan keterampilan manajerial. Sarana dan prasarana pendukung pengembangan belum optimal, dan integrasi sistem administrasi digital masih dalam tahap pengembangan. Faktor penghambat meliputi alokasi anggaran yang terbatas, kurangnya tindak lanjut yang konsisten pasca-pelatihan, serta kadang-kadang, struktur organisasi yang kurang fleksibel. Sebaliknya, komitmen kepemimpinan yang kuat dan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas diidentifikasi sebagai faktor pendukung. Kesimpulan: Pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana pada umumnya telah diinisiasi namun memerlukan optimasi lebih lanjut untuk mengatasi kesenjangan kompetensi yang ada dan memanfaatkan sepenuhnya transformasi digital. Efektivitas upaya pengembangan dapat ditingkatkan melalui program pelatihan yang lebih terarah untuk keterampilan digital dan manajerial, peningkatan infrastruktur digital, jalur pengembangan karir yang lebih jelas, serta koordinasi internal yang lebih kuat. Evaluasi berkelanjutan dan strategi adaptif sangat penting untuk menjamin profesionalisme dan kinerja ASN yang optimal dalam pelayanan publik. Kata Kunci: Pengembangan Sumber Daya Aparatur, BKPSDM, Kompetensi
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/25035

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07148/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192766
005 20260128112704
035 # # $a 0010-0126001211
082 # # $a 658.309 598 483 3
084 # # $a 658.309 598 483 3 MUH p
100 0 # $a Muhammad Dion Amirudin
245 1 # $a PENGEMBANGAN SUMBER DAYAAPARATUR DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KABUPATEN BOMBANA /$c Muhammad Dion Amirudin
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN),$c 2025
300 # # $a 16
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Peran krusial Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam pelayanan publik menuntut adanya pengembangan yang berkelanjutan, namun tantangan seperti kesenjangan kompetensi dan tuntutan transformasi digital seringkali menghambat implementasi optimal, khususnya di tingkat pemerintah daerah. Meskipun pentingnya manajemen sumber daya manusia strategis telah diakui, masih terdapat kesenjangan signifikan dalam memahami dinamika spesifik, tantangan, dan faktor keberhasilan pengembangan sumber daya aparatur dalam konteks kelembagaan yang unik seperti Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bombana. Ini mencakup isuisu terkait keterbatasan kompetensi sumber daya manusia dan belum sepenuhnya terintegrasinya sistem administrasi digital. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan sumber daya aparatur di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Bombana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil/Temuan: Hasil penelitian ini secara hipotetis menunjukkan bahwa implementasi pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana sedang berjalan namun menghadapi beberapa tantangan. Temuan kunci mengindikasikan bahwa meskipun berbagai program pelatihan telah dilaksanakan, masih terdapat kesenjangan kompetensi, khususnya dalam literasi digital dan keterampilan manajerial. Sarana dan prasarana pendukung pengembangan belum optimal, dan integrasi sistem administrasi digital masih dalam tahap pengembangan. Faktor penghambat meliputi alokasi anggaran yang terbatas, kurangnya tindak lanjut yang konsisten pasca-pelatihan, serta kadang-kadang, struktur organisasi yang kurang fleksibel. Sebaliknya, komitmen kepemimpinan yang kuat dan adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas diidentifikasi sebagai faktor pendukung. Kesimpulan: Pengembangan sumber daya aparatur di BKPSDM Kabupaten Bombana pada umumnya telah diinisiasi namun memerlukan optimasi lebih lanjut untuk mengatasi kesenjangan kompetensi yang ada dan memanfaatkan sepenuhnya transformasi digital. Efektivitas upaya pengembangan dapat ditingkatkan melalui program pelatihan yang lebih terarah untuk keterampilan digital dan manajerial, peningkatan infrastruktur digital, jalur pengembangan karir yang lebih jelas, serta koordinasi internal yang lebih kuat. Evaluasi berkelanjutan dan strategi adaptif sangat penting untuk menjamin profesionalisme dan kinerja ASN yang optimal dalam pelayanan publik. Kata Kunci: Pengembangan Sumber Daya Aparatur, BKPSDM, Kompetensi
650 # 4 $a Manajemen Sumber Daya Manusia
700 0 # $a . Azharisman Rozie
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/25035
Content Unduh katalog