Cite This        Tampung        Export Record
Judul OPTIMALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI ELEKTRONIK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (E-PBB) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT / Salelatu, Marchela Violeta
Pengarang Salelatu, Marchela Violeta
Ika Agustina
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 11 :Ilus
Subjek pajak
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): PBB-P2 merupakan salah satu sumber PAD di Kabupaten Seram Bagian Barat yang karakteristik wilayahnya meliputi pesisir, pegunungan, dan pulau-pulau, sehingga menyulitkan Bapenda dalam menggali potensi pajak. Wajib pajak di daerah terpencil menghadapi kendala transportasi dan biaya. Mengatasi hal ini, Bapenda meluncurkan inovasi pembayaran pajak online melalui Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis induktif. Data diperoleh melalui purposive dan snowball sampling, dengan wawancara mendalam terhadap 12 informan dari Bapenda, petugas pajak, dan wajib pajak, serta didukung observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Regulasi yang tepat mendukung pengelolaan pajak yang tertata, namun pemahaman wajib pajak masih terbatas dan cenderung menjalankan kewajiban secara rutin tanpa pemahaman mendalam. Kualitas petugas pajak pun perlu ditingkatkan, sementara insentif dan fasilitas operasional masih kurang. Hingga 2024, pengguna E-PBB baru mencapai 175 wajib pajak (0,43%) dari total wajib pajak PBB-P2. Kesimpulan: Optimalisasi penerimaan PBB-P2 melalui E-PBB di Kabupaten Seram Bagian Barat belum maksimal, terlihat dari rendahnya pemanfaatan (0,43%) dan hanya satu dari enam indikator yang terpenuhi. Hambatannya mencakup rendahnya literasi digital, kurang sosialisasi, serta keterbatasan kompetensi dan fasilitas petugas pajak. Pemerintah daerah berupaya memperbaiki melalui pelatihan, peningkatan fasilitas, dan edukasi digital. Kata kunci: Optimalisasi, Pajak Daerah, PAD, Keuangan Publik

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07163/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192781
005 20260129084850
035 # # $a 0010-0126001226
082 # # $a 336.259 852 24
084 # # $a 336.259 852 24 SA o
100 3 # $a Salelatu, Marchela Violeta
245 1 # $a OPTIMALISASI PENERIMAAN PAJAK BUMI DAN BANGUNAN PERDESAAN DAN PERKOTAAN (PBB-P2) MELALUI ELEKTRONIK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN (E-PBB) DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT /$c Salelatu, Marchela Violeta
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 11 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): PBB-P2 merupakan salah satu sumber PAD di Kabupaten Seram Bagian Barat yang karakteristik wilayahnya meliputi pesisir, pegunungan, dan pulau-pulau, sehingga menyulitkan Bapenda dalam menggali potensi pajak. Wajib pajak di daerah terpencil menghadapi kendala transportasi dan biaya. Mengatasi hal ini, Bapenda meluncurkan inovasi pembayaran pajak online melalui Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB). Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui Elektronik Pajak Bumi dan Bangunan (E-PBB) dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis induktif. Data diperoleh melalui purposive dan snowball sampling, dengan wawancara mendalam terhadap 12 informan dari Bapenda, petugas pajak, dan wajib pajak, serta didukung observasi dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Regulasi yang tepat mendukung pengelolaan pajak yang tertata, namun pemahaman wajib pajak masih terbatas dan cenderung menjalankan kewajiban secara rutin tanpa pemahaman mendalam. Kualitas petugas pajak pun perlu ditingkatkan, sementara insentif dan fasilitas operasional masih kurang. Hingga 2024, pengguna E-PBB baru mencapai 175 wajib pajak (0,43%) dari total wajib pajak PBB-P2. Kesimpulan: Optimalisasi penerimaan PBB-P2 melalui E-PBB di Kabupaten Seram Bagian Barat belum maksimal, terlihat dari rendahnya pemanfaatan (0,43%) dan hanya satu dari enam indikator yang terpenuhi. Hambatannya mencakup rendahnya literasi digital, kurang sosialisasi, serta keterbatasan kompetensi dan fasilitas petugas pajak. Pemerintah daerah berupaya memperbaiki melalui pelatihan, peningkatan fasilitas, dan edukasi digital. Kata kunci: Optimalisasi, Pajak Daerah, PAD, Keuangan Publik
650 # 4 $a pajak
700 0 # $a Ika Agustina
Content Unduh katalog