Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL OLEH DINAS SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU / Muhammad Fauzan
Pengarang Muhammad Fauzan
Dwi Indah Kartika
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13 :Ilus
Subjek permasalahan sosial
Abstrak Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kota Batam yang mengalami fluktuasi dan naiknya angka kemiskinan di Kota Batam yang masih memerlukan perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Batam, yang mana keberadaan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tidak hanya menganggu ketertiban umum melainkan juga menunjukkan keterbatasan akses lapngan pekerjaan dan minimnya kesempatan peningkatan keterampilan bagi masyarakat rentan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui Program Rehabilitasi Sosial oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam dengan menggunakan pendekatan teori pemberdayaan masyarakat Sumodiningrat yang meliputi dimensi enabling, empowering, dan Protecting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis instrumen utama adalah peneliti, dilengkapi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap (9) informan, observasi, dokumentasi, dan triangulasi data. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa dalam dimensi enabling program berhasil menciptakan iklim yang kondusif, seangkan empowering diotemukan program tersebut memberikan penguatan kapasitas penerima manfaat melalui pelatihan keterampilan dan bimbingan kepercayaan diri. Namun pada dimensi protecting terlihat kelemahan dalam jaminan keberlanjutan ekonomi pasca rehabilitasi yang mana kurangnya mekanisme monitoring dan evaluasi sehingga menyebabkan keterbatasan perlindungan agar penerima manfaat benar-benar mandiri secara ekonomi. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan kompetensi dan kuantitas sumber daya manusia serta alokasi anggaran yang terbatas, sementara dukungan pemerintah dengan kolaborasi CSR menjadi faktor pendukung yang signifikan. Kesimpulan: Program Rehabilitasi Sosial oleh Dinas Sosial dan pemberdayaan Masyarakat Kota Batam sudah berjalan dengan cukup baik dalam memberdayakan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang termasuk dalam penerima manfaat, namun perlu dilakukan penguatan mekanisme pasca rehabilitasi termasuk untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, alokasi dana berkelanjutan, dan sistem monitoring yang terintegrasi agar kemandirian ekonomi penerima manfaat dapat terwujud secara berkelanjutan. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat; Rehabilitasi Sosial; PMKS

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07174/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192793
005 20260129092048
035 # # $a 0010-0126001238
082 # # $a 361.598 143 6
084 # # $a 361.598 143 6 MUH p
100 0 # $a Muhammad Fauzan
245 1 # $a PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM REHABILITASI SOSIAL OLEH DINAS SOSIAL DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU /$c Muhammad Fauzan
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan (Kesenjangan Penelitian): Jumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial di Kota Batam yang mengalami fluktuasi dan naiknya angka kemiskinan di Kota Batam yang masih memerlukan perhatian khusus bagi Pemerintah Kota Batam, yang mana keberadaan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) tidak hanya menganggu ketertiban umum melainkan juga menunjukkan keterbatasan akses lapngan pekerjaan dan minimnya kesempatan peningkatan keterampilan bagi masyarakat rentan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui Program Rehabilitasi Sosial oleh Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam dengan menggunakan pendekatan teori pemberdayaan masyarakat Sumodiningrat yang meliputi dimensi enabling, empowering, dan Protecting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis instrumen utama adalah peneliti, dilengkapi dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap (9) informan, observasi, dokumentasi, dan triangulasi data. Analisis data menggunakan Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa dalam dimensi enabling program berhasil menciptakan iklim yang kondusif, seangkan empowering diotemukan program tersebut memberikan penguatan kapasitas penerima manfaat melalui pelatihan keterampilan dan bimbingan kepercayaan diri. Namun pada dimensi protecting terlihat kelemahan dalam jaminan keberlanjutan ekonomi pasca rehabilitasi yang mana kurangnya mekanisme monitoring dan evaluasi sehingga menyebabkan keterbatasan perlindungan agar penerima manfaat benar-benar mandiri secara ekonomi. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan kompetensi dan kuantitas sumber daya manusia serta alokasi anggaran yang terbatas, sementara dukungan pemerintah dengan kolaborasi CSR menjadi faktor pendukung yang signifikan. Kesimpulan: Program Rehabilitasi Sosial oleh Dinas Sosial dan pemberdayaan Masyarakat Kota Batam sudah berjalan dengan cukup baik dalam memberdayakan para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang termasuk dalam penerima manfaat, namun perlu dilakukan penguatan mekanisme pasca rehabilitasi termasuk untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, alokasi dana berkelanjutan, dan sistem monitoring yang terintegrasi agar kemandirian ekonomi penerima manfaat dapat terwujud secara berkelanjutan. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat; Rehabilitasi Sosial; PMKS
650 # 4 $a permasalahan sosial
700 0 # $a Dwi Indah Kartika
Content Unduh katalog