Cite This        Tampung        Export Record
Judul OPTIMALISASI AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH / M.Asyraful Fatih
Pengarang M.Asyraful Fatih
Udaya Madjid
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 13
Subjek Administrasi Kependudukan di Kota
Abstrak Latar Belakang Permasalahan (GAP): Pemerintah mulai menerapkan kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara nasional pada tahun 2022. Namun, tingkat aktivasi di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, masih jauh di bawah target nasional yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yaitu hanya sebesar 3,47% atau sekitar 5.983 dari 172.564 penduduk wajib KTP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya optimalisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Selatan, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dianalisis menggunakan teori Hotniar Siringoringo (2005). Data primer diperoleh langsung dari para informan, sedangkan data sekunder bersumber dari artikel, laporan, dan dokumen terkait. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan belum optimal. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, belum maksimalnya integrasi IKD dalam kehidupan sehari-hari, serta kendala jaringan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas melakukan layanan jemput bola serta memperkuat komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Optimalisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, upaya seperti program layanan jemput bola dan sosialisasi yang berkelanjutan merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penggunaan teknologi dan kolaborasi lintas sektor disarankan untuk mendorong keberhasilan program ini. Kata Kunci : Optimalisasi, Identitas Kependudukan Digital
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21010

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07196/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192815
005 20260129101941
035 # # $a 0010-0126001260
082 # # $a 352.160 959 811 61
084 # # $a 352.160 959 811 61 M.A o
100 0 # $a M.Asyraful Fatih
245 1 # $a OPTIMALISASI AKTIVASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL OLEH DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN ACEH SELATAN PROVINSI ACEH /$c M.Asyraful Fatih
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 13
520 # # $a Latar Belakang Permasalahan (GAP): Pemerintah mulai menerapkan kebijakan Identitas Kependudukan Digital (IKD) secara nasional pada tahun 2022. Namun, tingkat aktivasi di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, masih jauh di bawah target nasional yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, yaitu hanya sebesar 3,47% atau sekitar 5.983 dari 172.564 penduduk wajib KTP. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya optimalisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Selatan, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan strategi yang digunakan untuk mengatasinya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dianalisis menggunakan teori Hotniar Siringoringo (2005). Data primer diperoleh langsung dari para informan, sedangkan data sekunder bersumber dari artikel, laporan, dan dokumen terkait. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan belum optimal. Hambatan utama meliputi kurangnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat, belum maksimalnya integrasi IKD dalam kehidupan sehari-hari, serta kendala jaringan. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas melakukan layanan jemput bola serta memperkuat komunikasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Kesimpulan: Optimalisasi aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Kabupaten Aceh Selatan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, upaya seperti program layanan jemput bola dan sosialisasi yang berkelanjutan merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Penggunaan teknologi dan kolaborasi lintas sektor disarankan untuk mendorong keberhasilan program ini. Kata Kunci : Optimalisasi, Identitas Kependudukan Digital
650 # 4 $a Administrasi Kependudukan di Kota
700 0 # $a Udaya Madjid
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21010
Content Unduh katalog