Cite This        Tampung        Export Record
Judul COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH / Annisa Nur Fitriani
Pengarang Annisa Nur Fitriani
Isman Hadijaya
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 15 :Ilus
Subjek sampah
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Darurat Sampah di Kabupaten Banyumas menjadi permasalahan yang sangat berdampak buruk kepada segala aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk menciptakan kembali lingkungan yang bersih dan sehat secara kolaboratif melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berkiblat pada zero waste to landfill. Namun, pada prakteknya masih menimbulkan ketidak puasan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang dicetuskan oleh Ansel dan Gash. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Banyumas dalam pengelolaan sampah masih belum berjalan secara optimal dalam pelaksanaanya. Faktor penghambat dari kolaborasi ini ada pada kesadaran masyarakat yang masih rendah serta ketidaktaatan pada aturan, keterbatasan anggaran serta infrastruktur penunjang pengelolaan sampah, dan komunikasi yang tidak berjalan lancar antar stakeholder. Kesimpulan: Pemerintah memberikan upaya penyelesaian dengan selalu mengadakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah secara rutin serta mendalam kepada masyarakat maupun swasta dan terus mengadakan evaluasi secara berkala dengan tujuan perbaikan pelayanan publik. Peneliti menyarankan adanya tindakan tegas bagi para oknum pemerintah, dan masyarakat yang melanggar aturan. Kata kunci : Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Kelompok Swadaya Masyarakat

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07198/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192817
005 20260129102156
035 # # $a 0010-0126001262
082 # # $a 363.728 598 262 1
084 # # $a 363.728 598 262 1 ANN c
100 0 # $a Annisa Nur Fitriani
245 1 # $a COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS KELOMPOK SWADAYA MASYARAKAT (KSM) DI KABUPATEN BANYUMAS PROVINSI JAWA TENGAH /$c Annisa Nur Fitriani
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 15 : $b Ilus
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Darurat Sampah di Kabupaten Banyumas menjadi permasalahan yang sangat berdampak buruk kepada segala aspek kehidupan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen untuk menciptakan kembali lingkungan yang bersih dan sehat secara kolaboratif melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang berkiblat pada zero waste to landfill. Namun, pada prakteknya masih menimbulkan ketidak puasan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis kolaborasi dalam pengelolaan sampah berbasis Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data triangulasi yaitu, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan teori Collaborative Governance yang dicetuskan oleh Ansel dan Gash. Hasil/Temuan: Berdasarkan hasil penelitian, kolaborasi yang dilakukan Kabupaten Banyumas dalam pengelolaan sampah masih belum berjalan secara optimal dalam pelaksanaanya. Faktor penghambat dari kolaborasi ini ada pada kesadaran masyarakat yang masih rendah serta ketidaktaatan pada aturan, keterbatasan anggaran serta infrastruktur penunjang pengelolaan sampah, dan komunikasi yang tidak berjalan lancar antar stakeholder. Kesimpulan: Pemerintah memberikan upaya penyelesaian dengan selalu mengadakan sosialisasi terkait pengelolaan sampah secara rutin serta mendalam kepada masyarakat maupun swasta dan terus mengadakan evaluasi secara berkala dengan tujuan perbaikan pelayanan publik. Peneliti menyarankan adanya tindakan tegas bagi para oknum pemerintah, dan masyarakat yang melanggar aturan. Kata kunci : Collaborative Governance, Pengelolaan Sampah, Kelompok Swadaya Masyarakat
650 # 4 $a sampah
700 0 # $a Isman Hadijaya
Content Unduh katalog