Cite This        Tampung        Export Record
Judul INOVASI SI PETA BILING DALAM PENERBITAN AKTA KELAHIRAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT / Iqbal Ardian
Pengarang Iqbal Ardian
Arnold Poli
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 11
Subjek Manajemen Administrasi Negara Bidang Pelayanan Publik (Inovasi Catatan Sipil)
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Belum tercapainya target nasional kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Dharmasraya Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi SI PETA BILING (Sistem Pelayanan Pengajuan Akta Kelahiran Melalui Bidan Secara Daring) dalam penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Dharmasraya, untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang menghambat serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Dharmasraya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Teori Inovasi dari Rogers. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu proses penerbitan akta kelahiran menjadi lebih cepat, dan mudah, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor Disdukcapil cukup mengajukan melalui bidan yang berperan sebagai perantara langsung dalam pengajuan akta kelahiran, sehingga kepemilikan akta kelahiran menjadi meningkat dilihat dari tercapainya dimensi penelitian secara keseluruhan, namun masih terdapat kekurangan yang perlu ditingkatkan lagi yaitu fasilitas internet dan komputer yang masih sering terkendala serta kurangnya pemahaman masyarakat dalam pelaksanaan inovasi ini ditandai dengan masih adanya masyarakat yang belum mengetahui akan adanya inovasi ini, sedangkan prosedur dan mekanisme pelaksanaan inovasi SI PETA BILING sudah baik dilakukan. Kesimpulan: Inovasi SI PETA BILING (Sistem Pelayanan Pengajuan Akta Kelahiran Melalui Bidan Secara Daring) sudah cukup baik. Hal tersebut diperoleh berdasarkan analisis dari 5 dimensi penelitian menurut Rogers (Suwarno:2008) yaitu Keuntungan Relatif, Kesesuaian, Kerumitan, Kemungkinan Dicoba, dan Kemudahan Diamati yang menunjukkan hasil yang positif dan tercapai secara keseluruhan, namun masih sedikit terkendala dalam pelaksanaannya. Kata kunci: Inovasi, SI PETA BILING, Akta Kelahiran, Bidan
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21070

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07205/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192824
005 20260129104223
035 # # $a 0010-0126001269
082 # # $a 352.309 598 133 2
084 # # $a 352.309 598 133 2 IQB i
100 0 # $a Iqbal Ardian
245 1 # $a INOVASI SI PETA BILING DALAM PENERBITAN AKTA KELAHIRAN DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT /$c Iqbal Ardian
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 11
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP) : Belum tercapainya target nasional kepemilikan akta kelahiran di Kabupaten Dharmasraya Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis inovasi SI PETA BILING (Sistem Pelayanan Pengajuan Akta Kelahiran Melalui Bidan Secara Daring) dalam penerbitan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Dharmasraya, untuk mengetahui dan menjelaskan faktor-faktor yang menghambat serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan upaya yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Dharmasraya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan induktif menurut Teori Inovasi dari Rogers. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini yaitu proses penerbitan akta kelahiran menjadi lebih cepat, dan mudah, masyarakat tidak perlu datang langsung ke kantor Disdukcapil cukup mengajukan melalui bidan yang berperan sebagai perantara langsung dalam pengajuan akta kelahiran, sehingga kepemilikan akta kelahiran menjadi meningkat dilihat dari tercapainya dimensi penelitian secara keseluruhan, namun masih terdapat kekurangan yang perlu ditingkatkan lagi yaitu fasilitas internet dan komputer yang masih sering terkendala serta kurangnya pemahaman masyarakat dalam pelaksanaan inovasi ini ditandai dengan masih adanya masyarakat yang belum mengetahui akan adanya inovasi ini, sedangkan prosedur dan mekanisme pelaksanaan inovasi SI PETA BILING sudah baik dilakukan. Kesimpulan: Inovasi SI PETA BILING (Sistem Pelayanan Pengajuan Akta Kelahiran Melalui Bidan Secara Daring) sudah cukup baik. Hal tersebut diperoleh berdasarkan analisis dari 5 dimensi penelitian menurut Rogers (Suwarno:2008) yaitu Keuntungan Relatif, Kesesuaian, Kerumitan, Kemungkinan Dicoba, dan Kemudahan Diamati yang menunjukkan hasil yang positif dan tercapai secara keseluruhan, namun masih sedikit terkendala dalam pelaksanaannya. Kata kunci: Inovasi, SI PETA BILING, Akta Kelahiran, Bidan
650 # 4 $a Manajemen Administrasi Negara Bidang Pelayanan Publik (Inovasi Catatan Sipil)
700 0 # $a Arnold Poli
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/21070
Content Unduh katalog