Cite This        Tampung        Export Record
Judul STRATEGI PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI DAMPAK BENCANA LIKUEFAKSI OLEH PEMERINTAH KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH / Fikri Riansyah
Pengarang Fikri Riansyah
Hadi Prabowo
Penerbitan Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025
Deskripsi Fisik 16
Subjek Pengamanan Bencana Alam dan Gunung Meletus
Abstrak Latar Belakang (GAP): Bencana likuifaksi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 2018 menyebabkan kerusakan parah terhadap infrastruktur, pemukiman, dan tatanan sosial masyarakat. Lima tahun pascakejadian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi hambatan serius. Kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan nyata di lapangan terlihat dari rendahnya capaian relokasi hunian tetap, di mana hingga akhir 2022 baru sekitar 42% dari total rumah terdampak yang dibangun, dan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan serta lemahnya koordinasi antarlembaga pelaksana. Tujuan: untuk merumuskan strategi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana likuifaksi di Palu secara integratif dan aplikatif.Metode: Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan untuk menemukan pola dan strategi pemulihan yang relevan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi percepatan yang efektif mencakup: (1) penguatan kolaborasi antarlembaga sebagai bagian dari dimensi kelembagaan; (2) pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan (dimensi sosial); dan (3) pemanfaatan teknologi geospasial untuk identifikasi wilayah rawan dan pengambilan keputusan (dimensi teknologi). Selain itu, perencanaan yang matang serta ketersediaan dan distribusi sumber daya yang memadai (dimensi ekonomi) turut menjadi faktor kunci. Kesimpulannya, strategi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana likuifaksi di Palu harus dilakukan secara terintegrasi lintas dimensi dengan pendekatan partisipatif, berbasis data, dan dukungan kelembagaan yang kuat agar proses pemulihan berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Rehabilitasi, Rekonstruksi, Likuifaksi, Bencana
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24872

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
07229/IPDN/2025 Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001192849
005 20260129114339
035 # # $a 0010-0126001294
082 # # $a 363.349 559 844 31
084 # # $a 363.349 559 844 31 FIK s
100 0 # $a Fikri Riansyah
245 1 # $a STRATEGI PERCEPATAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI DAMPAK BENCANA LIKUEFAKSI OLEH PEMERINTAH KOTA PALU PROVINSI SULAWESI TENGAH /$c Fikri Riansyah
260 # # $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025
300 # # $a 16
520 # # $a Latar Belakang (GAP): Bencana likuifaksi yang terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pada tahun 2018 menyebabkan kerusakan parah terhadap infrastruktur, pemukiman, dan tatanan sosial masyarakat. Lima tahun pascakejadian, proses rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi hambatan serius. Kesenjangan antara kebijakan dan kebutuhan nyata di lapangan terlihat dari rendahnya capaian relokasi hunian tetap, di mana hingga akhir 2022 baru sekitar 42% dari total rumah terdampak yang dibangun, dan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan serta lemahnya koordinasi antarlembaga pelaksana. Tujuan: untuk merumuskan strategi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana likuifaksi di Palu secara integratif dan aplikatif.Metode: Pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan untuk menemukan pola dan strategi pemulihan yang relevan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi percepatan yang efektif mencakup: (1) penguatan kolaborasi antarlembaga sebagai bagian dari dimensi kelembagaan; (2) pelibatan aktif masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan (dimensi sosial); dan (3) pemanfaatan teknologi geospasial untuk identifikasi wilayah rawan dan pengambilan keputusan (dimensi teknologi). Selain itu, perencanaan yang matang serta ketersediaan dan distribusi sumber daya yang memadai (dimensi ekonomi) turut menjadi faktor kunci. Kesimpulannya, strategi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana likuifaksi di Palu harus dilakukan secara terintegrasi lintas dimensi dengan pendekatan partisipatif, berbasis data, dan dukungan kelembagaan yang kuat agar proses pemulihan berjalan efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Rehabilitasi, Rekonstruksi, Likuifaksi, Bencana
650 # 4 $a Pengamanan Bencana Alam dan Gunung Meletus
700 0 # $a Hadi Prabowo
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/24872
Content Unduh katalog