
| Judul | EVALUASI KEBIJAKAN SISTEM MERIT DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KOTA TOMOHON / Enrico Aprillio Valencio Pomo |
| Pengarang | Enrico Aprillio Valencio Pomo Pangerapan, Stenly Ferdinand |
| Penerbitan | Jatinangor : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2025 |
| Deskripsi Fisik | 19 :Ilus |
| Subjek | Evaluasi Manajemen Personalia Administrasi Negara |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Reformasi birokrasi merupakan upaya strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu aspek penting dalam reformasi ini adalah penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). belum optimalnya dampak dari implementasi sistem merit di BKPSDM Kota Tomohon meskipun telah memperoleh kategori “baik” dengan skor 256 sesuai PermenPAN-RB No. 40 Tahun 2018. Hal ini terlihat dari masih adanya potensi subjektivitas dalam proses seleksi, mutasi, dan promosi, rendahnya motivasi pegawai, Pengisian jabatan yang belum sepenuhnya berbasis kompetensi dan penilaian kinerja, serta Nilai IP ASN yang masih dalam kategori sedang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem merit di BKPSDM Kota Tomohon menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) guna mengidentifikasi kekurangan serta memberikan saran perbaikan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil/Temuan: Temuan menunjukkan kelemahan pada dimensi Input berupa belum tersedianya sarana diklat daerah, serta pada dimensi Process yang mencakup belum ditetapkannya SKJ (Standar Kompetensi Jabatan), talent pool yang belum tersusun, manajemen kinerja yang belum sepenuhnya berbasis penilaian kinerja, dan lemahnya pelaksanaan sistem penghargaan. Kesimpulan: Penerapan sistem merit di BKPSDM Kota Tomohon belum menghasilkan dampak optimal karena lemahnya aspek input dan proses, sehingga diperlukan upaya penguatan berupa penyediaan sarana prasarana, penetapan Standar Kompetensi Jabatan, dan pelengkapan data profil pegawai agar sistem merit dapat berkontribusi secara maksimal terhadap profesionalitas ASN. Kata kunci: Evaluasi, Sistem Merit, Manajemen ASN |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20502 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 07238/IPDN/2025 | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001192859 | ||
| 005 | 20260129022640 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0126001304 |
| 082 | # | # | $a 352.609 598 424 2 |
| 084 | # | # | $a 352.609 598 424 2 ENR e |
| 100 | 0 | # | $a Enrico Aprillio Valencio Pomo |
| 245 | 1 | # | $a EVALUASI KEBIJAKAN SISTEM MERIT DI BADAN KEPEGAWAIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA KOTA TOMOHON /$c Enrico Aprillio Valencio Pomo |
| 260 | # | # | $a Jatinangor :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2025 |
| 300 | # | # | $a 19 : $b Ilus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Reformasi birokrasi merupakan upaya strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif dan efisien menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu aspek penting dalam reformasi ini adalah penerapan sistem merit dalam manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). belum optimalnya dampak dari implementasi sistem merit di BKPSDM Kota Tomohon meskipun telah memperoleh kategori “baik” dengan skor 256 sesuai PermenPAN-RB No. 40 Tahun 2018. Hal ini terlihat dari masih adanya potensi subjektivitas dalam proses seleksi, mutasi, dan promosi, rendahnya motivasi pegawai, Pengisian jabatan yang belum sepenuhnya berbasis kompetensi dan penilaian kinerja, serta Nilai IP ASN yang masih dalam kategori sedang. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem merit di BKPSDM Kota Tomohon menggunakan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) guna mengidentifikasi kekurangan serta memberikan saran perbaikan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Hasil/Temuan: Temuan menunjukkan kelemahan pada dimensi Input berupa belum tersedianya sarana diklat daerah, serta pada dimensi Process yang mencakup belum ditetapkannya SKJ (Standar Kompetensi Jabatan), talent pool yang belum tersusun, manajemen kinerja yang belum sepenuhnya berbasis penilaian kinerja, dan lemahnya pelaksanaan sistem penghargaan. Kesimpulan: Penerapan sistem merit di BKPSDM Kota Tomohon belum menghasilkan dampak optimal karena lemahnya aspek input dan proses, sehingga diperlukan upaya penguatan berupa penyediaan sarana prasarana, penetapan Standar Kompetensi Jabatan, dan pelengkapan data profil pegawai agar sistem merit dapat berkontribusi secara maksimal terhadap profesionalitas ASN. Kata kunci: Evaluasi, Sistem Merit, Manajemen ASN |
| 650 | # | 4 | $a Evaluasi Manajemen Personalia Administrasi Negara |
| 700 | 0 | # | $a Pangerapan, Stenly Ferdinand |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/20502 |
Content Unduh katalog