Cite This        Tampung        Export Record
Judul EKSISTENSI POLITIK IDENTITAS DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK TAHUN 2020 DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA / Humardani Sadar Alam
Pengarang Humardani Sadar Alam
Heru Rochmansjah
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 12 Hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Pemilu
Abstrak Politik identitas yang terjadi di Kota Ternate karena persoalan agama dan identitas yang sering di kaitkan ke dalam hal politik dan pemerintahan, membawahi satu identitas dengan alasan untuk mendominasi suatu wilayah dengan identitas yang dimiliki suatu individu maupun kelompok kepentingan oleh elit lokal maupun partai politik. Permasalahan yang muncul pemanfaatan identitas ditakutkan menjurus ke berbagai konflik dan pelanggaran pemilu yang sering terjadi yang berakar dari praktik politik identitas, karena praktek tersebut menimbulkan potensi potensi pelanggaran pemilu seperti netralitas asn, politisasi sara dan politik uang yang terjadi di lingkungan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi politik identitas, faktor penyebab dan dampak yang timbul dari praktik tersebut dalam penyelenggara pilkada serentak pada tahun 2020 di kota ternate. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil/Temuan: Eksistensi politik identitas pada pilkada Kota Ternate tersebut nyata adanya namun untuk pengaruh langsung terhadap sisi kontribusi pada elektoral keterpilihan dari pasangan calon yang terlibat dapat dikatakan kecil namun isu-isu etnis dalam politik identitas yang terjadi tetap ada. Bahwa sejauh ini masyarakat Kota Ternate melaksanakan kegiatan perpolitikan dengan politik modern, Satu hal tidak mungkin bahwa elit politik maupun parpol tidak terelakkan untuk memanfaatkan politik identitas mempunyai banyak cara dan strategi. Kesimpulan: Diharapkan dalam setiap penyelenggaraan pemilihan mulai dari pemilihan umum hingga pemilihan kepala daerah terutama di Kota Ternate agar tidak menimbulkan sifat dan sikap fanatik terhadap suatu identitas, kelompok etnis maupun terhadap bakal calon yang didukungnya, Tindakan Secara preventif, diperlukan berbagai upaya pencegahan sedari awal sebelum dan setelah pelaksanaan pilkada. dan juga pentingnya pendidikan politik lanjutan bagi masyarakat Kota Ternate.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18824

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
00245/IPDN/2026 324.959 854 23 HUM e Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193145
005 20260204124919
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000229
082 # # $a 324.959 854 23
084 # # $a 324.959 854 23 HUM e
100 0 # $a Humardani Sadar Alam
245 1 # $a EKSISTENSI POLITIK IDENTITAS DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH SERENTAK TAHUN 2020 DI KOTA TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA /$c Humardani Sadar Alam
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 12 Hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Politik identitas yang terjadi di Kota Ternate karena persoalan agama dan identitas yang sering di kaitkan ke dalam hal politik dan pemerintahan, membawahi satu identitas dengan alasan untuk mendominasi suatu wilayah dengan identitas yang dimiliki suatu individu maupun kelompok kepentingan oleh elit lokal maupun partai politik. Permasalahan yang muncul pemanfaatan identitas ditakutkan menjurus ke berbagai konflik dan pelanggaran pemilu yang sering terjadi yang berakar dari praktik politik identitas, karena praktek tersebut menimbulkan potensi potensi pelanggaran pemilu seperti netralitas asn, politisasi sara dan politik uang yang terjadi di lingkungan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi politik identitas, faktor penyebab dan dampak yang timbul dari praktik tersebut dalam penyelenggara pilkada serentak pada tahun 2020 di kota ternate. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil/Temuan: Eksistensi politik identitas pada pilkada Kota Ternate tersebut nyata adanya namun untuk pengaruh langsung terhadap sisi kontribusi pada elektoral keterpilihan dari pasangan calon yang terlibat dapat dikatakan kecil namun isu-isu etnis dalam politik identitas yang terjadi tetap ada. Bahwa sejauh ini masyarakat Kota Ternate melaksanakan kegiatan perpolitikan dengan politik modern, Satu hal tidak mungkin bahwa elit politik maupun parpol tidak terelakkan untuk memanfaatkan politik identitas mempunyai banyak cara dan strategi. Kesimpulan: Diharapkan dalam setiap penyelenggaraan pemilihan mulai dari pemilihan umum hingga pemilihan kepala daerah terutama di Kota Ternate agar tidak menimbulkan sifat dan sikap fanatik terhadap suatu identitas, kelompok etnis maupun terhadap bakal calon yang didukungnya, Tindakan Secara preventif, diperlukan berbagai upaya pencegahan sedari awal sebelum dan setelah pelaksanaan pilkada. dan juga pentingnya pendidikan politik lanjutan bagi masyarakat Kota Ternate.
600 # 4 $a Pemilu
700 0 # $a Heru Rochmansjah
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18824
Content Unduh katalog