Cite This        Tampung        Export Record
Judul OPTIMALISASI PROGRAM PENANGANAN STUNTING DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT : - / Fauziah Siddik
Pengarang Fauziah Siddik
Dahyar Daraba
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 13 hlm :Ilus ;--
ISBN -
Subjek Masalah Stunting
Abstrak Permasalahan / Latar Belakang (GAP):Permasalahan stunting di Kabupaten Majene merupakan masalah gizi yang terjadi akibat kekurangan nutrisi yang kronis pada masa pertumbuhan anak, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Angka prevalensi stunting yang tinggi di Kabupaten Majene memerlukan penanganan serius. Perangkat daerah bekerja sama untuk menanagani kasus stunting. Terutama Dinas Kesehatan yang menyusun program-program Kesehatan untuk mengatasi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi program penanganan stunting yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Hotniar Siringoringo yang mendukung optimalisasi penanganan stunting terdapat tiga dimensi yaitu tujuan, alternatif Keputusan dan sumber daya yang dibatasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Januari 2024 mengenai Optimalisasi penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Majene telah melakukan program-program penanganan stunting, namun belum optimal. Dengan kurang optimalnya penanganan stunting didasari dengan faktor pendorong dan penghambat. Faktor pendorong diantaranya yaitu adanya Kerjasama antar perangkat daerah, pengukuran bayi di posyandu, pembagian tablet tambah darah, pembagian tambahan makanan, dibentuknya tim pendamping keluarga (TPK) dan program Kesehatan lainnya. Adapun faktor penghambat yaitu kurangnya kesadaran Masyarakat akan bahayanya stunting, sumber daya manusia belum memadai, sanitasi yang buruk dan sumber anggaran yang kurang.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17178

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04577/IPDN/2024 363.859 846 31 FAU o Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193173
005 20260204013116
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000257
082 # # $a 363.859 846 31
084 # # $a 363.859 846 31 FAU o
100 0 # $a Fauziah Siddik
245 1 # $a OPTIMALISASI PROGRAM PENANGANAN STUNTING DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT : $b - /$c Fauziah Siddik
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 13 hlm : $b Ilus ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan / Latar Belakang (GAP):Permasalahan stunting di Kabupaten Majene merupakan masalah gizi yang terjadi akibat kekurangan nutrisi yang kronis pada masa pertumbuhan anak, terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan yaitu mulai dari masa kehamilan hingga usia 2 tahun. Angka prevalensi stunting yang tinggi di Kabupaten Majene memerlukan penanganan serius. Perangkat daerah bekerja sama untuk menanagani kasus stunting. Terutama Dinas Kesehatan yang menyusun program-program Kesehatan untuk mengatasi stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana optimalisasi program penanganan stunting yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Hotniar Siringoringo yang mendukung optimalisasi penanganan stunting terdapat tiga dimensi yaitu tujuan, alternatif Keputusan dan sumber daya yang dibatasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada bulan Januari 2024 mengenai Optimalisasi penanganan stunting oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Majene telah melakukan program-program penanganan stunting, namun belum optimal. Dengan kurang optimalnya penanganan stunting didasari dengan faktor pendorong dan penghambat. Faktor pendorong diantaranya yaitu adanya Kerjasama antar perangkat daerah, pengukuran bayi di posyandu, pembagian tablet tambah darah, pembagian tambahan makanan, dibentuknya tim pendamping keluarga (TPK) dan program Kesehatan lainnya. Adapun faktor penghambat yaitu kurangnya kesadaran Masyarakat akan bahayanya stunting, sumber daya manusia belum memadai, sanitasi yang buruk dan sumber anggaran yang kurang.
650 # 4 $a Masalah Stunting
700 0 # $a Dahyar Daraba
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17178
Content Unduh katalog