
| Judul | UPAYA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM MENEKAN ANGKA PERKAWINAN USIA ANAK DI KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA : - / Widi Darmadiatmika Tanaya |
| Pengarang | Widi Darmadiatmika Tanaya Suratha, I Gede |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 13 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Permasalahan dalam Keluarga |
| Abstrak | Permasalahan : Perkawinan usia anak menjadi anomali sosial di Indonesia. Pusat Statistik tahun 2020 menduduki peringkat empat di Sulawesi Tenggara. Pemerintah harus lebih tegas dalam mengambil suatu tindakan dan upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut, dikarenakan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari pernikahan usia anak bagi negara, masyarakat, maupun pelaku pernikahan usia anak itu sendiri. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Upaya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dalam Menekan Angka Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Kolaka, mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Dalam pengumpulan data Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori Manajemen menurut George R. Terry dalam Hasibuan (2018) dengan dimensi manusia, uang, bahan baku, mesin, metode serta berfokus pada fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka perkawinan usia anak dan telah melaksanakan fungsifungsi manajemen dengan baik dari perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan yang tepat sasaran dan dalam melakukan pengendalian dan pengawasan. Namun, terdapat berbagai kendala dalam upaya tersebut seperti faktor budaya di masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan, anak yang hamil diluar nikah, wilayah yang luas, kurangnya anggaran dan belum optimalnya penyampaian KIE. Adapun, solusi untuk mengatasi kendala tersebut berkoordinasi dengan aparat desa/kelurahan, meningkatkan pendidikan anak, memfokuskan kegiatan disalah satu tempat, dan mensosialisasikan KIE diberbagai forum diskusi. Fenomena perkawinan usia anak di Kabupaten Kolaka sendiri menurut data Badan |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17028 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04580/IPDN/2024 | 362.825 984 821 WID u | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193178 | ||
| 005 | 20260204013719 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000262 |
| 082 | # | # | $a 362.825 984 821 |
| 084 | # | # | $a 362.825 984 821 WID u |
| 100 | 0 | # | $a Widi Darmadiatmika Tanaya |
| 245 | 1 | # | $a UPAYA DINAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM MENEKAN ANGKA PERKAWINAN USIA ANAK DI KABUPATEN KOLAKA PROVINSI SULAWESI TENGGARA : $b - /$c Widi Darmadiatmika Tanaya |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 13 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Permasalahan : Perkawinan usia anak menjadi anomali sosial di Indonesia. Pusat Statistik tahun 2020 menduduki peringkat empat di Sulawesi Tenggara. Pemerintah harus lebih tegas dalam mengambil suatu tindakan dan upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut, dikarenakan banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan dari pernikahan usia anak bagi negara, masyarakat, maupun pelaku pernikahan usia anak itu sendiri. Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana Upaya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dalam Menekan Angka Perkawinan Usia Anak di Kabupaten Kolaka, mengetahui kendala apa saja yang dihadapi dan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Dalam pengumpulan data Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam skripsi ini adalah teori Manajemen menurut George R. Terry dalam Hasibuan (2018) dengan dimensi manusia, uang, bahan baku, mesin, metode serta berfokus pada fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Hasil : Hasil penelitian menunjukan bahwa Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka telah melakukan berbagai upaya untuk menekan angka perkawinan usia anak dan telah melaksanakan fungsifungsi manajemen dengan baik dari perencanaan,pengorganisasian, pelaksanaan yang tepat sasaran dan dalam melakukan pengendalian dan pengawasan. Namun, terdapat berbagai kendala dalam upaya tersebut seperti faktor budaya di masyarakat, rendahnya tingkat pendidikan, anak yang hamil diluar nikah, wilayah yang luas, kurangnya anggaran dan belum optimalnya penyampaian KIE. Adapun, solusi untuk mengatasi kendala tersebut berkoordinasi dengan aparat desa/kelurahan, meningkatkan pendidikan anak, memfokuskan kegiatan disalah satu tempat, dan mensosialisasikan KIE diberbagai forum diskusi. Fenomena perkawinan usia anak di Kabupaten Kolaka sendiri menurut data Badan |
| 650 | # | 4 | $a Permasalahan dalam Keluarga |
| 700 | 0 | # | $a Suratha, I Gede |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/17028 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :