
| Judul | EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH DI KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA : BUPATI NGANTOR DI KAMPUNG / Hasibuan Aldi Muhammad P. |
| Pengarang | Hasibuan Aldi Muhammad P. Liauw Gasper Rosmery Elsye |
| EDISI | - |
| Penerbitan | Sumedang : IPDN, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 14 hlm :- ;-- |
| ISBN | - |
| Subjek | Pendidikan Politik |
| Abstrak | Tahun 2020 memang menjadi momen penting bagi regenerasi kepemimpinan di Kota Medan dengan adanya Pilkada. Meskipun Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Medan telah melaksanakan program pendidikan politik, angka partisipasi pemilih hanya mencapai 45,97%, jauh di bawah target KPU Pusat sebesar 77,5%. Evaluasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan politik tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini berfokus pada evaluasi dan penyediaan alternatif upaya dari program pendidikan politik yang dilakukan oleh KPUD Kota Medan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis evaluasi CIPP yang mencakup dimensi context, input, process, dan product. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan politik sesuai dengan regulasi yang ada dan KPUD Kota Medan berhasil melaksanakannya meskipun dengan sumber daya yang terbatas. KPUD Kota Medan juga berhasil beradaptasi dengan program pendidikan politik selama pandemi. Meskipun terjadi peningkatan partisipasi pemilih dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya, angka tersebut masih di bawah target KPU Pusat. Selain itu, tidak ada konflik sosial yang terjadi pasca-Pilkada. Kesimpulan: Hasil evaluasi program pendidikan politik yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah pada Pilkada tahun 2020 di Kota Medan dengan pendekatan metode CIPP sudah sesuai peraturan yang berlaku yakni peraturan terkait pendidikan politik PKPU Nomor 10 tahun 2018 dan PKPU Nomor 13 Tahun 2020. dan berjalan dengan menyesuaikan program pendidikan politik selama pandemi Covid-19, baik melalui media konvensional maupun digital dimana terjadi peningkatan partisipasi pemilih sebesar 20,59% dibandingkan Pilkada tahun 2015, meskipun masih di bawah target KPU Pusat sebesar 77,5%. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16839 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 00263/IPDN/2026 | 324.759 812 11 HAS e | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193225 | ||
| 005 | 20260204092215 | ||
| 020 | # | # | $a - |
| 035 | # | # | $a 0010-0226000309 |
| 082 | # | # | $a 324.759 812 11 |
| 084 | # | # | $a 324.759 812 11 HAS e |
| 100 | 0 | # | $a Hasibuan Aldi Muhammad P. |
| 245 | 1 | # | $a EVALUASI PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK TERHADAP PEMILIHAN WALIKOTA DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH DI KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA MEDAN PROVINSI SUMATERA UTARA : $b BUPATI NGANTOR DI KAMPUNG /$c Hasibuan Aldi Muhammad P. |
| 250 | # | # | $a - |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 14 hlm : $b - ; $c -$e - |
| 520 | # | # | $a Tahun 2020 memang menjadi momen penting bagi regenerasi kepemimpinan di Kota Medan dengan adanya Pilkada. Meskipun Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Medan telah melaksanakan program pendidikan politik, angka partisipasi pemilih hanya mencapai 45,97%, jauh di bawah target KPU Pusat sebesar 77,5%. Evaluasi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program pendidikan politik tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini berfokus pada evaluasi dan penyediaan alternatif upaya dari program pendidikan politik yang dilakukan oleh KPUD Kota Medan. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan analisis evaluasi CIPP yang mencakup dimensi context, input, process, dan product. Hasil/Temuan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan politik sesuai dengan regulasi yang ada dan KPUD Kota Medan berhasil melaksanakannya meskipun dengan sumber daya yang terbatas. KPUD Kota Medan juga berhasil beradaptasi dengan program pendidikan politik selama pandemi. Meskipun terjadi peningkatan partisipasi pemilih dibandingkan dengan Pilkada sebelumnya, angka tersebut masih di bawah target KPU Pusat. Selain itu, tidak ada konflik sosial yang terjadi pasca-Pilkada. Kesimpulan: Hasil evaluasi program pendidikan politik yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah pada Pilkada tahun 2020 di Kota Medan dengan pendekatan metode CIPP sudah sesuai peraturan yang berlaku yakni peraturan terkait pendidikan politik PKPU Nomor 10 tahun 2018 dan PKPU Nomor 13 Tahun 2020. dan berjalan dengan menyesuaikan program pendidikan politik selama pandemi Covid-19, baik melalui media konvensional maupun digital dimana terjadi peningkatan partisipasi pemilih sebesar 20,59% dibandingkan Pilkada tahun 2015, meskipun masih di bawah target KPU Pusat sebesar 77,5%. |
| 600 | # | 4 | $a Pendidikan Politik |
| 700 | 0 | # | $a Liauw Gasper |
| 700 | 0 | # | $a Rosmery Elsye |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/16839 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :