
| Judul | IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN / Noor Ivana Maula Isyaroh |
| Pengarang | Noor Ivana Maula Isyaroh Muchlis Hamdi |
| Penerbitan | Sumedang : Institut Pemerintahan Dalam Negeri, 2024 |
| Deskripsi Fisik | 21 :illus |
| Subjek | Penanggulangan Kebakaran |
| Abstrak | Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan kejadian kebakaran lahan setiap tahunnya. Hal itu ditunjukkan dari data jumlah lahan yang terbakar di setiap tahunnya serta penyebab terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh jenis tanah yang ada di Kota Banjarbaru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat serta merumuskan upaya untuk mengoptimalkan Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis tahap implementasi kebijakan menurut Teori Knill dan Tosun (2020). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (21 informan), observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di wilayah Kota Banjarbaru belum optimal dengan adanya temuan kendala dalam pelaksanaan kebijakan yaitu keterbatasan fasilitas yang belum sesuai dengan kebutuhan pekerja, serta belum adanya dana insentif yang diberikan kepada para petugas. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendukung implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru yaitu ketepatan dan kemudahan pilihan instrumen kebijakan, kejelasan desain kelembagaan yang meliputi jumlah organisasi pelaksana dan koordinasi internal dan antar organisasi, adanya pengawasan oleh badan pengawas, tersedianya sumber daya meliputi sumber daya manusia, keuangan, teknologi, dan informasi, kemampuan dalam melaksanakan SOP, dan tingginya penerimaan sosial. Sedangkan, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan yaitu ketidakjelasan desain kebijakan berupa prosedur, waktu, dan sumber daya serta perubahan target dan tujuan kebijakan, kurangnya pengawasan oleh masyarakat, dan ketidakcukupan anggaran dalam penanggulangan kebakaran lahan. |
| Lokasi Akses Online | http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18899 |
| No Barcode | No. Panggil | Akses | Lokasi | Ketersediaan |
|---|---|---|---|---|
| 04704/IPDN/2024 | 363.370 959 836 13 NOO i | Baca di tempat | Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor | Tersedia |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
| 001 | INLIS000000001193347 | ||
| 005 | 20260205011755 | ||
| 035 | # | # | $a 0010-0226000431 |
| 082 | # | # | $a 363.370 959 836 13 |
| 084 | # | # | $a 363.370 959 836 13 NOO i |
| 100 | 0 | # | $a Noor Ivana Maula Isyaroh |
| 245 | 1 | # | $a IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN LAHAN DI KOTA BANJARBARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN /$c Noor Ivana Maula Isyaroh |
| 260 | # | # | $a Sumedang :$b Institut Pemerintahan Dalam Negeri,$c 2024 |
| 300 | # | # | $a 21 : $b illus |
| 520 | # | # | $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Penulis berfokus pada permasalahan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan yang mengalami kenaikan kejadian kebakaran lahan setiap tahunnya. Hal itu ditunjukkan dari data jumlah lahan yang terbakar di setiap tahunnya serta penyebab terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh jenis tanah yang ada di Kota Banjarbaru. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat serta merumuskan upaya untuk mengoptimalkan Implementasi Kebijakan Penanggulangan Kebakaran Lahan di Kota Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan menganalisis tahap implementasi kebijakan menurut Teori Knill dan Tosun (2020). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara (21 informan), observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Temuan yang diperoleh penulis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di wilayah Kota Banjarbaru belum optimal dengan adanya temuan kendala dalam pelaksanaan kebijakan yaitu keterbatasan fasilitas yang belum sesuai dengan kebutuhan pekerja, serta belum adanya dana insentif yang diberikan kepada para petugas. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendukung implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan di Kota Banjarbaru yaitu ketepatan dan kemudahan pilihan instrumen kebijakan, kejelasan desain kelembagaan yang meliputi jumlah organisasi pelaksana dan koordinasi internal dan antar organisasi, adanya pengawasan oleh badan pengawas, tersedianya sumber daya meliputi sumber daya manusia, keuangan, teknologi, dan informasi, kemampuan dalam melaksanakan SOP, dan tingginya penerimaan sosial. Sedangkan, faktor penghambat implementasi kebijakan penanggulangan kebakaran lahan yaitu ketidakjelasan desain kebijakan berupa prosedur, waktu, dan sumber daya serta perubahan target dan tujuan kebijakan, kurangnya pengawasan oleh masyarakat, dan ketidakcukupan anggaran dalam penanggulangan kebakaran lahan. |
| 650 | # | 4 | $a Penanggulangan Kebakaran |
| 700 | 0 | # | $a Muchlis Hamdi |
| 856 | # | # | $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18899 |
Content Unduh katalog
Karya Terkait :