Cite This        Tampung        Export Record
Judul PEMBERDAYAAN PENGRAJIN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BATIK DI KAMPUNG BATIK KEMPLONG DESA KEMPLONG KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH : - / Arif Prabowo Wardoyo
Pengarang Arif Prabowo Wardoyo
Juliati Prihatini
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 14 hlm :Ilus ;--
ISBN -
Subjek pemberdayaan masyarakat
Abstrak Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan pengrajin industri batik menjadi penting untuk melestarikan warisan budaya yang telah ada turun temurun dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin industri batik, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan pengrajin di Desa Kemplong. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di Kampung Batik Kemplong Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Metode: Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil menunjukan bahwa dalam pelaksanaan pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di Kampung Batik Desa Kemplong sudah berjalan dengan baik sesuai dengan empat dimensi pemberdayaan, yaitu bina manusia dengan indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia, bina usaha dengan indikator pengembangan lokasi potensi industri batik, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan jejaring dan kemitraan, bina lingkungan dengan indikator keberlanjutan produksi batik dan aspek lingkungan dan bina kelembagaan dengan indikator komponen person, kepentingan, aturan, dan struktural, namun masih terdapat beberapa hambatan yang perlu diperbaiki. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor penghambat yang dialami dalam pemberdayaan, yaitu terbatasnya modal usaha, rendahnya partisipasi dari generasi muda, dan proses pembuatan perwarnaan alami yang memerlukan waktu yang lama. Faktor pendukungnya adalah potensi pasar yang strategis dan tersedianya pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Upaya pemerintah adalah penyediaan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), menyediakan pelatihan membatik secara gratis khususnya untuk generasi muda dan menggunakan teknologi dalam membuat pewarna alami.
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18298

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04743/IPDN/2024 307.159 826 32 ARI p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193393
005 20260205022138
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000477
082 # # $a 307.159 826 32
084 # # $a 307.159 826 32 ARI p
100 0 # $a Arif Prabowo Wardoyo
245 1 # $a PEMBERDAYAAN PENGRAJIN INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BATIK DI KAMPUNG BATIK KEMPLONG DESA KEMPLONG KECAMATAN WIRADESA KABUPATEN PEKALONGAN PROVINSI JAWA TENGAH : $b - /$c Arif Prabowo Wardoyo
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 14 hlm : $b Ilus ; $c -$e -
520 # # $a Permasalahan/Latar Belakang (GAP): Pemberdayaan pengrajin industri batik menjadi penting untuk melestarikan warisan budaya yang telah ada turun temurun dan meningkatkan kesejahteraan para pengrajin industri batik, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan pengrajin di Desa Kemplong. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk medeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di Kampung Batik Kemplong Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Metode: Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil/Temuan: Hasil menunjukan bahwa dalam pelaksanaan pemberdayaan pengrajin industri kecil dan menengah batik di Kampung Batik Desa Kemplong sudah berjalan dengan baik sesuai dengan empat dimensi pemberdayaan, yaitu bina manusia dengan indikator peningkatan kualitas sumber daya manusia, bina usaha dengan indikator pengembangan lokasi potensi industri batik, pengembangan sarana dan prasarana, pengembangan jejaring dan kemitraan, bina lingkungan dengan indikator keberlanjutan produksi batik dan aspek lingkungan dan bina kelembagaan dengan indikator komponen person, kepentingan, aturan, dan struktural, namun masih terdapat beberapa hambatan yang perlu diperbaiki. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor penghambat yang dialami dalam pemberdayaan, yaitu terbatasnya modal usaha, rendahnya partisipasi dari generasi muda, dan proses pembuatan perwarnaan alami yang memerlukan waktu yang lama. Faktor pendukungnya adalah potensi pasar yang strategis dan tersedianya pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Upaya pemerintah adalah penyediaan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR), menyediakan pelatihan membatik secara gratis khususnya untuk generasi muda dan menggunakan teknologi dalam membuat pewarna alami.
650 # 4 $a pemberdayaan masyarakat
700 0 # $a Juliati Prihatini
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/18298
Content Unduh katalog