Cite This        Tampung        Export Record
Judul PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN ALAT PERAGA KAMPANYE DI KOTA TIDORE KEPULAUAN / angkotasan, muhammad rizki
Pengarang angkotasan, muhammad rizki
Abdul Rahman
EDISI -
Penerbitan Sumedang : IPDN, 2024
Deskripsi Fisik 9 hlm :- ;--
ISBN -
Subjek Alat Peraga Kampanye
Abstrak Pemilihan umum di Indonesia adalah cermin kedaulatan rakyat, didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan partisipasi semua komponen bangsa. Pentingnya pemilu dalam demokrasi menuntut pengawasan dan penegakan hukum yang ketat terhadap pelanggaran, termasuk pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai peraturan. Kota Tidore Kepulauan, sebagai contoh, menghadapi tantangan dalam menertibkan alat peraga tersebut, menunjukkan perlunya peran aktif Satuan Polisi Pamong Praja dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat..Tujuan: bertujuan memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah daerah. Metode: metode yang di gunakan adalah penelitian kualitatif menggunakan wawancara, dokumen, dan observasi lapangan untuk menginterpretasi data, merumuskan, dan menganalisis masalah. Hasil/Temuan: Faktor penghambat dalam penertiban alat peraga kampanye di Kota Tidore Kepulauan mencakup aspek internal dan eksternal. Faktor internal, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas, menimbulkan hambatan dalam menjalankan tugas Satpol PP. Terbatasnya personil yang berkualitas serta fasilitas yang kurang memadai menjadi penyebab utama. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan rekrutmen baru dan perbaikan serta penambahan sarana prasarana. Faktor eksternal, seperti Infrastruktur jalan yang kurang memadai, juga menjadi tantangan dalam penertiban alat peraga kampanye. Namun, dengan koordinasi antara Satpol PP dan kepolisian, serta penentuan lokasi strategis untuk pengamanan lalu lintas, upaya penertiban dapat dilakukan lebih efisien tanpa mengganggu arus kendaraan. Dengan demikian, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mengatasi hambatan eksternal tersebut.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Satpol PP dalam penertiban alat peraga kampanye di Kota Tidore Kepulauan belum optimal disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas. Untuk meningkatkan efektivitasnya, disarankan alokasi anggaran khusus, penambahan personil, dan perbaikan fasilitas. Pelatihan keterampilan dan pengembangan serta penertiban malam hari juga dapat memperbaiki penertiban tersebut. Kerjasama dengan pihak kepolisian juga diperlukan untuk mengatasi hambatan lalu lintas
Lokasi Akses Online http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19730

 
No Barcode No. Panggil Akses Lokasi Ketersediaan
04832/IPDN/2024 324.959 854 22 ANG p Baca di tempat Perpustakaan Pusat IPDN Jatinangor - Ruang Grey Literature IPDN Jatinangor Tersedia
Tag Ind1 Ind2 Isi
001 INLIS000000001193507
005 20260206094513
020 # # $a -
035 # # $a 0010-0226000591
082 # # $a 324.959 854 22
084 # # $a 324.959 854 22 ANG p
100 0 # $a angkotasan, muhammad rizki
245 1 # $a PERANAN SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DALAM PENERTIBAN ALAT PERAGA KAMPANYE DI KOTA TIDORE KEPULAUAN /$c angkotasan, muhammad rizki
250 # # $a -
260 # # $a Sumedang :$b IPDN,$c 2024
300 # # $a 9 hlm : $b - ; $c -$e -
520 # # $a Pemilihan umum di Indonesia adalah cermin kedaulatan rakyat, didasarkan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan partisipasi semua komponen bangsa. Pentingnya pemilu dalam demokrasi menuntut pengawasan dan penegakan hukum yang ketat terhadap pelanggaran, termasuk pemasangan alat peraga kampanye yang tidak sesuai peraturan. Kota Tidore Kepulauan, sebagai contoh, menghadapi tantangan dalam menertibkan alat peraga tersebut, menunjukkan perlunya peran aktif Satuan Polisi Pamong Praja dalam menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat..Tujuan: bertujuan memberikan informasi yang berguna bagi pemerintah daerah. Metode: metode yang di gunakan adalah penelitian kualitatif menggunakan wawancara, dokumen, dan observasi lapangan untuk menginterpretasi data, merumuskan, dan menganalisis masalah. Hasil/Temuan: Faktor penghambat dalam penertiban alat peraga kampanye di Kota Tidore Kepulauan mencakup aspek internal dan eksternal. Faktor internal, seperti keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas, menimbulkan hambatan dalam menjalankan tugas Satpol PP. Terbatasnya personil yang berkualitas serta fasilitas yang kurang memadai menjadi penyebab utama. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan rekrutmen baru dan perbaikan serta penambahan sarana prasarana. Faktor eksternal, seperti Infrastruktur jalan yang kurang memadai, juga menjadi tantangan dalam penertiban alat peraga kampanye. Namun, dengan koordinasi antara Satpol PP dan kepolisian, serta penentuan lokasi strategis untuk pengamanan lalu lintas, upaya penertiban dapat dilakukan lebih efisien tanpa mengganggu arus kendaraan. Dengan demikian, koordinasi antarinstansi menjadi kunci dalam mengatasi hambatan eksternal tersebut.Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peran Satpol PP dalam penertiban alat peraga kampanye di Kota Tidore Kepulauan belum optimal disebabkan keterbatasan sumber daya manusia dan fasilitas. Untuk meningkatkan efektivitasnya, disarankan alokasi anggaran khusus, penambahan personil, dan perbaikan fasilitas. Pelatihan keterampilan dan pengembangan serta penertiban malam hari juga dapat memperbaiki penertiban tersebut. Kerjasama dengan pihak kepolisian juga diperlukan untuk mengatasi hambatan lalu lintas
650 # 4 $a Alat Peraga Kampanye
700 0 # $a Abdul Rahman
856 # # $a http://eprints.ipdn.ac.id/id/eprint/19730
Content Unduh katalog